Cerita Rakyat Terbaru dari Kamboja : Kantong Penuh Dongeng

Cerita rakyat terbaru yang kami posting kali ini berasal dari negara Kamboja. Cerita ini mengajarkan kita untuk mau berbagi dengan orang lain. Yuk kita baca dongeng terbaru ini.

Cerita Rakyat Terbaru : Kantong Penuh Dongeng

Dongeng sebelum tidur selalu diceritakan oleh pelayan tua itu. Lom sangat suka mendengarkan dongeng-dongeng indah dari pelayan tersebut. Dongeng yang biasa diceritakan adalah putri tidur, pangeran kodok, putri salju dan tujuh kurcaci, dan masih banyak lagi.

Lom sering membuat teman-temannya penasaran dengan dongeng yang setiap malam dia dengar dari pelayan tua itu. Tetapi, Lom tidak pernah mau menceritakan dongengnya.

Dongeng-dongeng yang diceritakan itu lambat laun hanya tersimpan di kantong tua yang digantung di kamar Lom. Dongeng-dongeng itu sudah lama sekali tidak tersentuh oleh siapa pun.

cerita rakyat terbaru kamboja
Advertising
Advertising

Suatu hari, ayah Lom ingin Lom segera menikah. Dongeng-dongeng itu pun mendengar pernikahan Lom dengan gadis cantik di desanya.

Dongeng-dongeng itu lalu berencana untuk memberi pelajaran kepada Lom. Dongeng pertama berkata, “Aku akan membuatnya merasa kepanasan dan kehausan.”

Dongeng kedua menyahutnya, “Aku akan mengubah diriku menjadi sumur. Sehingga saat dia meminum airnya, dia akan sakit perut.”

Dongeng ketiga ikut berbicara, “Mungkin cara tersebut belum berhasil. Aku akan mengubah diriku menjadi buah semangka. Ketika dia memakanku, dia akan sakit kepala.”

“Aku akan mengubah diriku menjadi seekor ular dan menggigitnya,” sahut dongeng-dongeng yang lain.

Rupanya, si pelayan tua mendengarkan semua rencana para dongeng. Dia jadi ketakutan dan bingung, apa yang harus dilakukan.

Keesokan paginya, Lom akan melaksanakan prosesi pernikahannya. Si pelayan tua mengikuti Lom dengan perasaan yang tidak tenang.

Di tengah perjalanan, Lom merasa kehausan dan ingin berhenti. Tetapi, pelayan tua itu tidak memperbolehkannya untuk minum. Lom pun meneruskan perjalanannya.

“Aku ingin memakan buah semangka itu,” ujar Lom. Lagi-lagi, pelayan tua itu melarangnya untuk berhenti.

Hingga tibalah mereka di sebuah desa. Semua orang menyaksikan kedatangan Lom sembari melambai-lambaikan tangan. Mereka menyapa Lom dengan tersenyum ramah. Upacara pernikahan pun akan segera dimulai.

Semua orang berkumpul, dan memberikan ucapan selamat kepada Lom dan gadis cantik itu. Sementara itu, si pelayan tua ketakutan. Dia mengawasi ruang sekitar, karena takut ada ular yang akan mendekati Lom dan istrinya.

Lom dan istrinya kemudian beristirahat di sebuah kamar yang nyaman. Mereka sangat senang karena upacara pernikahan berjalan dengan baik. Tiba-tiba, ketukan keras dari pintu membuat Lom dan istrinya kaget.

“Tokk… Tokk… Tokkk!”

Ketika pintu dibuka, pelayan tua yang membawa sebuah tongkat besar segera masuk ke kamar. Ia pun memukul seekor ular yang berada di kamar tersebut.

“Bagaimana kau bisa tahu bahwa ular ini masuk ke kamarku?” tanya Lam yang merasa kaget.

“Aku mengkhawatirkanmu sejak awal. Aku mendengar semua rencana para dongeng yang kau simpan dalam kantong tua. Mereka merasa tidak berguna untuk orang lain. Akhirnya, mereka marah dan merencanakan hal yang tidak baik untukmu,” jawab pelayan tua itu.

“Terima kasih. Aku merasa amat bersalah. Aku berjanji akan menceritakan dongeng-dongeng itu kepada istriku dan anak-anakku,” jawab Lom dengan menyesal

Pesan moral dari folklore / cerita rakyat terbaru Kamboja ini adalah bagilah informasi atau cerita yang bermanfaat  yang kau dengar kepada orang lain. Hal itu agar orang lain dapat menikmati atau mendapat manfaat dari informasi itu.

Baca juga cerita anak terbaru kami lainnya yaitu