Kumpulan Cerita Rakyat Pendek Nusantara Terbaik Terpopuler

Folklore atau cerita rakyat adalah kisah legenda yang diceritakan secara turun temurun di masyarakat dan biasanya mengandung pesan moral yang bisa dipetik. Karena hal tersebut maka digolongkan dalam budaya lisan. Pengertian cerita rakyat sering tercampur dengan dongeng, walaupun sebenarnya ada perbedaan yang cukup  mendasar. 

Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia ini kami posting untuk anak anak Indonesia, karena menurut pakar pendidikan, cerita dapat membantu membentuk kepribadian anak. Oleh karena itu, menasihati anak salah satunya dapat dilakukan melalui cerita atau dongeng.

Hal ini cukup efektif karena anak akan mampu menyerap dengan mudah gambaran tentang baik atau buruk sesuatu hal melalui isi sebuah cerita.

Daftar Isi

Kumpulan Cerita Rakyat Pendek Nusantara Paling Populer

Pada kesempatan kali ini kami memposting Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara paling populer atau Folklore untuk seluruh anak Indonesia.

1. Cerita Rakyat Lutung Kasarung

Advertising
Advertising

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang putri bernama Purbasari.

Dia merupakan anak bungsu dari Prabu Tapa Agung yang merupakan raja kerajaan pasir batang.

Purbasari memiliki enam orang kakak perempuan yaitu Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik dan Purbaleuih.

Purbasari sangat baik sifat dan kelakuannya. Dia lembut, manis budi, ddan suka menolong.

Siapapun juga yang membutuhkan pertolongan dengan senang hati dibantunya.

Selain hatinya yang elok, Purbasari juga memiliki paras yang cantik dan rupawan, setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati pada pandangan pertama.

Sayangnya kecantikan dan kebaikan hati purbasari tidak menurun dari kakak sulungnya Purbararang yang berperangai sangat buruk.

Walaupun cantik Purbararang sangat kasar, sombong, kejam dan iri hati terhadap siapapun juga.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Ringkasan Cerita Rakyat Lutung Kasarung

2. Dongeng Dari Sumatera Barat : Cerita Rakyat Malin Kundang

“Hu huuuu huuu.” tangis Malin Kundang sambil memegangi lengannya yang berdarah.

Rupanya lagi-lagi ia dipatok oleh ayam jago milik Datuk Firman.

Bunda membersihkan lukanya dengan sabar. Kali ini, luka Malin cukup parah.

Bunda Malin Kundang yang bernama Mande Rubayah membalutnya dengan perban.

“Malin, jangan nakal. Jangan kau kejar-kejar lagi ayam jago itu. Ingat, kau sudah tidak punya ayah, kaulah satu-satunya harapan Bunda,” nasihat ibunya.

Malin hanya mengangguk dan menyeringai.

Sejak ayah Malin meninggal, ibunya bekerja keras untuk menghidupi Malin.

Ia membantu para nelayan membongkar ikan hasil tangkapan di pantai. Kadang, Malin ikut dengannya.

Di sana, Malin bertemu dengan Saudagar Ali, salah satu orang kaya di kampung itu. Saudagar Ali telah menganggap Malin seperti anaknya sendiri.

Beliau mengajari Malin cara berdagang dan mengemudikan kapal. Bagi Saudagar Ali, Malin cerdas dan dewasa, tidak seperti anak kecil pada umumnya.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Rangkuman Cerita Rakyat Pendek Malin Kundang

3. Legenda Nyi Roro Kidul Penguasa Laut Selatan

Pada zaman dahulu, tepat di daerah Jawa Barat. Terdapat sebuah Kerajaan bernama Pakuan Pajajaran.

Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang Raja yang sangat bijaksana dan arif.

Rakyat dibawah kekuasaanya sangat bahagia dan menghormati sang raja karena kepemimpinannya membuat hidup para rakyat sejahtera.

Raja tersebut bernama Raja Prabu Siliwangi. Sang Prabu mempunyai cukup banyak anak, salah satunya bernama Putri Kandita.

Ia adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita, baik hati dan memiliki sifat yang sama seperti Ayahnya.

Sang Prabu Siliwangi sangat menyayangi Putri Kandita, dan Seiring bertambahkan usia, putri Kandita semakin memiliki paras yang cantik dan area ia merupakan anak tunggal maka ialah sang calon pewaris tahta raja Prabu Siliwangi kelak.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Legenda Nyi Roro Kidul Penguasa Laut Selatan

4. Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi

Hati si Pitung geram sekali. Sore ini ia kembali melihat kesewenang-wenangan para centeng Babah Liem. Babah Liem atau Liem Tjeng adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal si Pitung.

Babah Liem menjadi tuan tanah dengan memberikan sejumlah uang pada pemerintah Belanda, Selain itu, ia juga bersedia membayar pajak yang tinggi pada pemerintah Belanda.

Itulah sebabnya, Babah Liem mempekerjakan centeng-centengnya untuk merampas harta rakyat dan menarik pajak yang jumlahnya mencekik Ieher.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Kisah Si Pitung : Jagoan Dari Betawi

5. Dongeng Timun Mas : Perjanjian Dengan Raksasa

Mbok Sarni tinggal sebatang kara di hutan yang sepi. Ia sangat menginginkan kehadiran seorang anak.

Tiap hari ia tiada henti selalu berdoa, “Tuhan, karuniai seorang anak padaku. Sesungguhnya hidupku sangat sepi. Jika engkau mengaruniai aku seorang anak tentunya aku akan semakin bersyukur dan taat kepadamu.”

Suatu hari, raksasa yang kebetulan lewat mendengar doa Mbok Sarni. Dengan suaranya yang menggelegar, raksasa itu bertanya, “Hei wanita tua! Apakah kau sungguh-sungguh menginginkan seorang anak?”

Mbok Sarni terkejut. Dengan gemetar, ia menjawab, “Benar sekali. Aku mendambakan seorang anak yang bisa menemaniku. Namun sepertinya hal itu tak mungkin, usiaku sudah tua, dan suamiku telah meninggal.”

“Ha… ha… ha… aku bisa mengabulkan keinginanmu dengan mudah, tapi tentu ada syaratnya. Apakah kau bersedia?” tanga si raksasa.

“Baiklah, aku bersedia,” sahut Mbok Sarni menjawab walau hatinya takut melihat sosok raksasa yang besar dan seram.

Ikuti kisah cerita rakyat Jawa Tengah ini pada link berikut ini Dongeng timun mas : Perjanjian Dengan Raksasa

6. Dongeng Cerita Rakyat Singkat Jaka Tarub

Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa tinggallah seorang Janda bernama Mbok Randa. Ia tinggal seorang diri karena suaminya sudah lama meninggal dunia. Suatu hari, ia mengangkat seorang anak Laki-laki menjadi anaknya. Anak angkatnya diberi nama Jaka Tarub. Jaka Tarub pun tumbuh beranjak dewasa.

Jaka Tarub menjadi pemuda yang sangat tampan, gagah, dan baik hati. Ia juga memiliki kesaktian. Setiap hari, ia selalu membantu ibunya di sawah. Karena memiliki wajah yang sangat tampan banyak gadis-gadis cantik yang ingin menjadi istrinya. Namun, ia belum ingin menikah.

Setiap hari ibunya menyuruh Jaka Tarub untuk segera menikah. Namun, lagi-lagi ia menolak permintaan ibunya. Suatu hari Mbok Randa jatuh sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya. Jaka Tarub sangat sedih.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Dongeng Cerita Rakyat Singkat Jaka Tarub

7. Dongeng Cindelaras, Cerita Rakyat dari Jawa timur

Pada Zaman Dahulu, Di Sebuah Kerajaan Jenggala. Hiduplah Seorang Raja Yang Bernama Raden Putra. Ia Mempunyai Seorang Permaisuri Yang Sangat Baik Hati, Dan Seorang Selir Yang Cantik. Namun, Kecantikan Selir Tidak Sama Seperti Hatinya. Selir Mempunyai Sifat Yang Sangat Iri Pada Permaiuri .

Kedua Istri Raja Tinggal Di Istana Yang Sangat Megah. Selir Mulai Merencanakan Kejahatan Untuk Menggantikan Posisi Permaisuri. Ia Bekerja Sama Dengan Seorang Tabib Istana, Untuk Melaksanakan Rencananya.

Suatu Hari, Selir Raja Pura-Pura Sakit. Raja Segera Memanggil Tabib. Setelah Memeriksa Keadaan Selir, Raja Pun Menanyakan Apa Yang Terjadi.

‘’ Paduka, Ada Seseorang Yang Sudah Menaruh Racun Pada Minuman Selir.’’ Jawab Tabib.

‘’ Siapa Yang Berani Melakukan Ini Kepada Selirku?’’ Tanya Sanga Raja.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Dongeng Cindelaras dari Jawa timur

8. Ringkasan Cerita Rakyat Pendek Ande Ande Lumut

Pada zaman dahulu, ada sebuah Kerajaan besar yang bernama Kerajaan Kahuripan. Namun, untuk mencegah perang persaudaraan Kerajaan Kahuripan di bagi menjadi dua Kerajaan, yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Suatu hari sebelum Raja Erlangga meninggal, ia berpesan untuk menyatukan kembali kedua Kerajaan tersebut.

Akhirnya, kedua Kerajaan tersebut bersepakat untuk menyatukan kedua Kerajaan, dengan cara menikahkan Pangeran dari Kerajaan Jenggala, yaitu Raden Panji Asmarabangun. Dengan Putri cantik Dewi Sekartaji dari Kerajaan Kediri.

Namun, keputusan untuk menikahkan Pangeran Raden Panji Asmarabangun dengan Putri Sekartaji, di tentang oleh Ibu Tiri Putri Sekartaji. Karena Istri kedua dari kerajaan Kediri menginginkan Putri kandungnya sendiri yang menjadi Ratu Jenggala. Akhirnya, ia merencanakan untuk menculik dan menyembunyikan Putri Sekartaji dan ibu kandungnya.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Ringkasan Cerita Rakyat Pendek Ande Ande Lumut

9. Cerita Rakyat Panjang Dongeng Keong Mas dari Jawa Timur

Pada zaman dahulu kala. Hiduplah seorang Raja yang bernama Kertamarta. Ia memimpin sebuah kerajaan yang sangat indah dan megah, kerajaan tersebut adalah kerajaan Daha. Raja Kertamarta mempunyai dua orang Putri yang cantik, Dewi Galuh dan Candra Kirana. Kehidupan mereka sangat bahagia dan berkecukupan.

Pada suatu hari, datanglah seorang Pangeran tampan dari kerajaan Kahuripan. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangan Pangeran ke kerajaan Daha adalah untuk melamar salah satu Putri Raja, yaitu Candra Kirana. Kedatangan dan maksud Pangeran sangat di sambut baik oleh Raja Kertamarta. Putri Candra Kirana pun menerima lamaran Pangeran Raden Inu Kertapati.

Karena pertunangan itu lah membuat Dewi Galuh merasa sangat iri. Ia menaruh hati pada Raden Inu Kertapati dan merasa dirinyalah yang lebih cocok menjadi tunangannya. Dari perasaan irilah kemudian berkembang menjadi perasaan benci. Dewi Galuh mulai merencanakan untuk menyingkirkan Candra Kirana dari kerajaan.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Cerita Rakyat Panjang Dongeng Keong Mas dari Jawa Timur

10. Legenda Asal Muasal Gunung Tangkuban Perahu Kisah Sangkuriang

Alkisah pada jaman dahulu kala seekor babi tengah melintas di sebuah hutan belantara.

Babi hutan itu sedang merasa kehausan di tengah panasnya terik matahari.

Pada saat dia mencari-cari mata air, dia melihat ada air yang tertampung di pohon keladi hutan.

Segera diminumnya air itu untuk melepas dahaga.

Tanpa disadarinya air itu adalah air seni Raja Sungging Perbangkara. Karena kesaktian Raja Sungging Perbangkara, babi hutan itu pun mengandung setelah meminum air seninya.

Sembilan bulan kemudian si babi hutan melahirkan seorang bayi perempuan.

Raja Sungging Perbangkara mengetahui perihal adanya bayi perempuan yang terlahir karena air seninya itu. Ia pun pergi ke hutan untuk mencarinya. Ditemukannya bayi prempuan itu. Dia pun memberinya nama Dayang Sumbi dan membawanya pulang ke istana kerajaan.

Dayang Sunbi tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik wajahnya. Serasa tak terbilang jumlah raja, pangeran dan bangsawan yang berkehendak memperistri anak perempuan Raja Sungging Perbangkara itu. Namun, semua pinangan itu di tolak Dayang Sumbi dengan halus. Sama sekali tidak diduga oleh Dayang Sumbi , mereka yang ditolak pinangannya itu saling berperang sendiri untuk memperebutkan dirinya.

Ikuti kisah lengkapnya pada link berikut ini Legenda Asal Muasal Gunung Tangkuban Perahu Kisah Sangkuriang

11. Cerita Rakyat Batu Menangis

Dahulu kala, di sebuah bukit yang jauh dari Pedesaan. Hiduplah seorang Janda miskin bersama anak perempuannya. Anaknya dari Janda tersebut sangat cantik jelita, ia selalu membanggakan kecantikan yang ia miliki. Namun, kecantikannya tidak sama dengan sifat yang ia miliki. Ia sangat pemalas dan tidak pernah membantu ibunya.

Selain pemalas, ia juga sangat manja. Segala sesuatu yang ia inginkan harus di turuti. Tanpa berpikir keadaan mereka yang miskin, dan ibu yang harus banting tulang meskipun sering sakit-sakitan. Setiap ibunya mengajaknya ke sawah, ia selalu menolak.

Suatu hari, ibunya mengajak anaknya berbelanja ke pasar. Jarak pasar dari rumah mereka sangat jauh, untuk sampai ke pasar mereka harus berjalan kaki dan membuat putrinya kelelahan. Namun, anaknya berjalan di depan ibunya dan memakai baju yang sangat bagus. Semua orang yang melihatnya langsung terpesona dan mengaggumi kecantikannya, sedangkan ibunya berjalan di belakang membawa keranjang belanjaan, berpakaian sangat dekil layaknya pembantu.

Karena letak rumah mereka yang jauh dari masyarakat, kehidupan mmereka tidak ada satu orang pun yang tahu. Akhirnya, mereka memasuki kedalam desa, semua mata tertuju kepada kecantikan Putri dari janda tersebut. Banyak pemuda yang menghampirinya dan memandang wajahnya. Namun, penduduk desa pun sangat penasaran, siapa perempuan tua di belakangnya tersebut.

“Hai, gadis cantik! Siapakah perempuan tua yang berada di belakangmu? Apakah dia ibumu?” Tanya seorang Pemuda.

” Tentu saja bukan, ia hanya seorang pembantu!” Jawabnya dengan sinis.

Baca kisah lengkapnya di Legenda Batu Menangis

12. Asal Mula Danau Toba

Suatu hari, ada seorang pemuda yang asyik memancing di sungai. Rupanya, keberuntungan sedang berpihak kepadanya.

Baru sebentar memancing, ia sudah mendapatkan ikan mas yang besar. Tapi, alangkah kagetnya si pemuda saat ikan itu berbicara.

“Tolong, jangan makan aku. Aku bersedia menikah denganmu.” ucap ikan itu.

Olala, tiba-tiba ikan itu berubah menjadi wanita yang cantik jelita. Ia seperti seorang putri. Pemuda itu pun merasa senang.

Sebelum menikah, putri jelmaan ikan mas itu memberi syarat kepada si pemuda.

“Apa syaratnya?” tanya si pemuda.

“Jangan sampai ada yang tahu, bahwa aku adalah seekor ikan,” ucap putri jelmaan ikan mas itu.

Pemuda itu pun menyetujui syarat dari putri ikan mas. Mereka berdua menikah dan hidup bahagia.

Beberapa tahun setelah menikah, putri ikan mas melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Toba. Mereka berdua mendidik putra mereka dengan penuh kasih sayang. Namun sayang, anak itu tumbuh rnenjadi anak yang nakal. Ia selalu membuat ayahnya marah.

Suatu siang yang terik, sang ayah sedang bekerja di ladang. Putri ikan mas sudah memasak banyak makanan. Ia pun meminta anaknya untuk mengantar makanan itu ke ladang.

“Baiklah, Ibu.Aku akan mengantar makanan.” jawab sang anak.

Di tengah perjalanan, perut sang anak berbunyi keroncongan. Ia pun melirik ke rantang yang dibawanya.

“Ah, aku saja yang memakan makanan ini,” ucap sang anak.

Olala, sang anak menghabiskan makanan untuk ayahnya tanpa sisa. Kemudian, ia mengantarkan rantang kosong itu ke ladang.

Di ladang, terlihat sang ayah kelelahan. Keringat mengucur di dahinya. Perutnya pun terasa kosong, karena seharian belum makan. Begitu sang anak datang, ia menyambut rantang yang dibawa oleh sang anak.

Tapi, alangkah marahnya sang ayah ketika melihat rantang itu sudah kosong.

“Aku lapar, Ayah. Makanya, aku makan semua makanan itu,” jelas sang anak.

Sang ayah menjadi amat murka. Ia pun lupa dengan janjinya.

“Dasar, kau anak ikan! Aku bekerja banting tulang untuk menghidupimu, tapi begini balasanmu?!” bentak sang ayah.

Mendengar amarah ayahnya, sang anak merasa sedih. Ia pun berlari pulang ke rurnah dan menceritakan semuanya kepada ibunya. Ibunya turut bersedih.

Tiba-tiba, awan hitam memenuhi langit. Hujan deras disertai petir pun turun. Sungai di sekitar rumah meluap dan membanjiri rurnah itu, hingga menjadi sebuah danau.

Putri ikan mas bersama anaknya lenyap ditelan banjir. Sementara sang ayah hanya bisa menyesali perbuatannya. Akibat kemarahannya, ia kehilangan istri dan anaknya.

Kini, danau itu dikenal sebagai Danau Toba diambil dari nama anak dari Putri Ikan Mas.

Pesan moral dari legenda asal mula Danau Toba adalah janji adalah hutang. Kita tak boleh melanggar janji itu. Baca kisah lengkapnya di Asal Muasal Danau Toba

13. Bawang Merah dan Bawang Putih

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan dua putrinya yang cantik, Bawang Merah dan Bawang Putih. Ayah kandung Bawang Putih yang juga suami dari ibu Bawang Merah telah meninggal lama, jadi Bawang Putih adalah saudara tiri dari Bawang Merah.

Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Bawang Putih rajin, baik hati, jujur ​​dan rendah hati. Sementara itu, Bawang Merah malas, glamor, bangga dan iri.

Kepribadian Bawang Merah yang buruk diperburuk karena ibunya memanjakannya. Ibunya selalu memberinya semua yang dia inginkan. Sedangkan Bawang Putih yang melakukan semua pekerjaan di rumah. Mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan semua pekerjaan dilakukan sendiri.

Sementara itu, Bawang Merah dan ibunya hanya menghabiskan waktu untuk diri mereka sendiri, karena ketika mereka membutuhkan sesuatu, mereka bisa meminta Bawang Putih.

Bawang Putih tidak pernah mengeluh nasib buruk yang harus dia hadapi.

Dia selalu melayani ibu tiri dan saudara perempuannya dengan gembira. Suatu hari, Bawang Putih sedang mencuci baju ibu dan saudara perempuannya di sungai. Bawang Putih tidak menyadarinya ketika sepotong kain milik ibunya hanyut oleh sungai.

Betapa sedihnya dia, berpikir bahwa jika kain itu tidak dapat ditemukan, dia akan disalahkan, dan bukan tidak mungkin dia akan dihukum dan diusir dari rumah.

Karena takut kain ibunya tidak bisa ditemukan, Bawang Putih terus mencari dan berjalan di sepanjang sungai.

Setiap kali dia melihat seseorang di tepi sungai, dia selalu bertanya tentang pakaian ibunya yang hanyut oleh sungai, tetapi semua orang tidak tahu di mana kain itu.

Akhirnya Bawang Putih datang ke suatu tempat di mana sungai mengalir ke sebuah gua. Anehnya, ada seorang wanita yang sangat tua di dalam gua. Bawang Putih bertanya pada wanita tua itu jika dia tahu keberadaan kain milik ibunya.

Wanita itu tahu di mana kain itu, tetapi dia memberi syarat sebelum menyerahkannya ke Bawang Putih. Syaratnya adalah dia harus bekerja membantu wanita tua itu.

Bawang Putih terbiasa bekerja keras sehingga pekerjaannya menyenangkan wanita tua itu. Saat itu sore hari dan Bawang Putih sedang mengucapkan selamat tinggal kepada wanita tua itu.

Wanita itu menyerahkan kain itu padanya. Karena kebaikannya, wanita tua itu menawarkannya hadiah labu . Ada dua di antaranya, yang satu lebih besar dari yang lain.

Bawang Putih diminta untuk memilih hadiah yang diinginkannya. Karena Bawang Putih tidak serakah, maka dia memilih yang lebih kecil.

Baca kisah lengkapnya di Dongeng Cerita Bawang Putih Bawang Merah

14. Roro Jonggrang Legenda Asal Mula Candi Prambanan

Dahulu kala, di Desa Prambanan, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Baka. Ia memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jongrang.

Suatu ketika, Prambanan dikalahkan oleh Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Prabu Baka tewas di medan perang. Dia terbunuh oleh Bandung Bondowoso yang sangat sakti.

Bandung Bondowoso kemudian menempati Istana Prambanan. Melihat putri dari Prabu Baka yang cantik jelita yaitu Roro Jongrang, timbul keinginannya untuk memperistri Roro Jongrang.

Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung Bondowoso adalah orang yang membunuh ayahnya. Karena itu, ia mencari akal untuk menolaknya. Lalu, ia mengajukan syarat dibuatkan 1.000 buah candi dan dua buah sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam semalam.

Bandung Bondowoso menyanggupi persyaratan Roro Jonggrang. Ia meminta pertolongan kepada ayahnya dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membantunya pada hari yang ditentukan. Pukul empat pagi, hanya tinggal lima buah candi yang belum selesai dan kedua sumur hampir selesai.

Mengetahui 1.000 candi telah hampir selesai, Roro Jonggrang ketakutan.

“Apa yang harus kulakukan untuk menghentikannya?” pikirnya cemas membayangkan ia harus

Baca selengkapnya di Cerita Rakyat Roro Jonggrang

15. Rawa Pening

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-luka baru akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi tubuhnya itu, tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya. Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut tertular.

Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia pun berkelana mencari perempuan tua dalam mimpinya tersebut. Di setiap kampung yang ia datangi, ia selalu ditolak oleh penduduk. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.

Akhirnya, sampailah ia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa itu. Mereka akan diusir atau dibuat tidak nyaman kalau tinggal di sana. Hal ini mengusik hati anak kecil ini.

Pada sebuah pesta yang diselenggarakan di kampung itu, anak kecil ini berhasil masuk. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-makinya. Ia langsung diseret keluar.

Pada saat terseret, ia berpesan kepada orang-orang itu supaya lebih memerhatikan orang tak punya. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa orang makin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan, anak buruk rupa!”

Baca selengkapnya Cerita Rakyat Rawa Pening

16. Asal Muasal Telaga Warna

Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan yang tentram dan damai bernama Kerajaan Kutatanggehan. Kerajaan tersebut di pimpin oleh Raja yang adil dan bijaksana bernama Prabu Sunarwalaya, Raja Sunarwalaya di damping oleh Permaisuri yang bernama Purbanamah. Namun, Raja dan Permaisuri belum juga mempunyai seorang anak. Mereka sudah cukup lama menikah. Raja sering sekali termenung sedangkan Permasuri hanya dapar mengeluarkan air mata.

Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk menggunakan ramuan-ramuan yang dimakan, baik oleh sang Raja atau pun Permaisuri. Banyak dukun yang sudah diundang dan membacakan mantera-mantera. Namun, itu usaha tersebut hanya sia-sia.

Beberapa penasehat kerajaan menyarankan Raja dan Permaisuri untuk memungut anak yatim. Karena, di kerajaan banyak anak yatim piatu, di antaranya adalah anak dari para prajurit dan perwira yang gugur di medan perang. Namun, Raja dan Permaisuri tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh para penasehat. Karena mereka berpikir, anak pungut pasti sangat berbeda dengan anak sendiri.

Suatu hari, Raja memutuskan untuk pergi bertapa, ia pergi bertapa kedalam hutan. Setelah Raja berminggu-minggu bertapa. Tiba-tiba, antara sadar dan tidak ia mendengar sebuah suara.

“Hai Prabu, apa yang kamu inginkan? Sehingga kau datang kesini untuk bertapa?’’

“Hamba menginginkan seorang anak.” jawab sang Raja.

“Bukankah kamu dapat memungut seorang anak?” Tanya suara itu.

“Hamba menginginkan anak sendiri dan darah daging sendiri.” Jawab Raja lagi.

“Jadi? Kamu hanya menginginkan anak sendiri?” Tanya suara itu.

“Ya, bagaimana pun keadaannya. Anak sendiri lebih baik dari anak pungut.” Jawab sang Raja.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Sekarang, pulanglah!”

Mendengar suara tersebut, Raja pun kembali pulang ke Istana. Beberapa waktu setelah kejadian tersebut. Permaisuri hamil. Seluruh kerajaan merasa sangat senang dengan kabar tersebut. banyak warga kerajaan yang mengirim hadiah kepada Raja dan Ratu sebagai bentuk rasa senang mereka.

Akhirnya, hari yang ditunggu pun tiba. Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Kelahiran sang Putri di sambut dengan pesta tujuh hari tujuh malam. Sang Putri pun diberi nama Putri Gilang Rukmini. Untuk menyambut kelahiran sang Putri, banyak sekali warga kerajaan mengirimkan berbagai macam hadiah yang sangat mahal.

Baca selengkapnya di Asal Mula Telaga Warna

17. Dongeng Joko Kendil

Pada zaman dahulu kala, di suatu desa terpencil di Jawa Tengah ada seorang janda miskin. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bentuknya menyerupai periuk untuk menanak nasi. Di Jawa Tengah, periuk untuk menanak nasi itu disebut kendil. Karena anak laki-laki itu menyerupai kendil maka Ia dikenal dengan nama Joko Kendil.

Meskipun anaknya seperti kendil, namun sang ibu tidak merasa malu maupun menyesali, bahkan sebaliknya Ia sangat menyayanginya dengan tulus.

Ketika masih kecil, Joko Kendil seperti anak-anak seusianya. Ia sangat jenaka sehingga disenangi teman-temannya. Pada suatu hari ada pesta perkawinan di dekat desanya. Diam-diam Joko Kendil menyelinap ke dapur.

“Aduh, ada kendil bagus sekali. Lebih baik untuk tempat kue dan buah-buahan,” kata seorang ibu sambil memasukkan bermacam-macam kue dan buah ke dalam kendil itu. Ia tidak tahu bahwa kendil itu sebenarnya adalah manusia. Setelah terisi penuh, Joko Kendil perlahan-lahan menggelinding keluar.

“Kendil ajaib! Kendil ajaib! Teriak orang-orang yang melihat kejadian itu. Mereka berebutan memiliki kendil ajaib itu. Joko Kendil pun semakin cepat menggelinding pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, Joko Kendil Iangsung menemui ibunya. “Dari mana kau mendapat kue dan buah-buahan sebanyak ini?” tanya ibunya penuh keheranan. Joko Kendil dengan jujur menceritakan apa yang dialaminya. Semuanya itu bukan hasil curian melainkan pemberian ibu-ibu di dapur suatu pesta perkawinan. Menurut mereka kendil yang indah itu Iebih tepat untuk menyimpan kue dan buah-buahan daripada digunakan untuk menanak nasi.

 

Ikuti kseluruhan kisahnya pada link berikut Joko Kendil

18. Cerita Rakyat Jawa Barat : Si Kabayan memenangkan kontes

Di desa dimana Si Kabayan tinggal, ada seorang kaya raya yang dikenal sebagai Abah Ontohod. Kenapa orang kaya tersebut dipanggil Ontohod karena setiap kali dia memarahi karyawannya, dia suka menyebut kata Ontohod. Sehingga orang-orang di desa itu memanggil Abah Ontohod.

Abah memiliki seorang putri, yang sangat cantik dan menjadi kembang desa disana, meski kulitnya agak kecoklatan, namun itu membuatnya semakin menarik. Karena kulitnya agak coklat kehitaman, gadis itu bernama Nyi Iteung.

Nyi Iteung telah tumbuh menjadi gadis remaja dan sedang menjalani pubertas, mungkin sudah waktunya untuk menikah.

Tetapi Abah tidak ingin memiliki menantu yang ceroboh, menantunya harus baik, kaya, dan terampil.

Namun ada syarat lain yang aneh diinginkan Abah. Dia ingin menantunya memiliki penciuman yang tajam.

Mungkin hal ini agar jika dia di ladang, dia bisa mencium bau hantu, harimau, serigala dan hewan liar lainnya, maklum Abah memiliki ladang yang luas.

Sehingga dengan penciuman yang tajam dia bisa melindungi ladang dan orang-orang dari hewan liar.

Oleh karena itu, pada suatu hari Abah membuat kontest, siapa pun yang memiliki indra penciuman, akan menikah dengan Nyi Iteung.

Para pemuda sangat senang mendengar adanya kontes ini, karena mereka suka Nyi Iteung.

Para pemuda itu bersiap untuk mengasah hidungnya begitu tajam.

Namun para pria muda yang ikut kompetisi tidak ada yang lulus ujian Abah.

Si Kabayan adalah salah satu pemuda di desa itu, dia malas, dia hanya tidak melakukan apa-apa saat berjemur di pagi hari dengan sarungnya, sesekali membersihkan telinganya dengan pena bulu, dia mengedipkan matanya.

Teman-temannya berguling-guling melakukan latihan untuk mengasah hidungnya, dia tidak jatuh hati untuk itu.

Dia berpikir itu tidak ada gunanya dan tidak pernah berhasil.

Suatu hari, temannya bertemu Si Kabayan, dia bertanya, “Kabayan, kenapa kamu tidak ikut kontes?”

“Aku terlalu malas untuk melakukannya, jika takdir, maka Nyi Item akan menjadi milikku.” Jawab Si Kabayan sambil mengenakan sarung di kepalanya.

“tidak seperti itu Kabayan, takdir ada hubungannya dengan upaya, jika  tidak ada yang dilakukan maka dia tidak akan datang kepadamu. Apakah kamu menyukai Nyi Iteung?” Temannya menyarankan.

Si Kabayan menjawab, “Ya, aku suka Nyi Iteung, meskipun kulitnya cokelat, tapi dia cantik, dan baik. Dan sepertinya dia juga menyukaiku, hehehe …,” jawab Si Kabayan dengan bangga.

“Lalu, jika kamu menyukainya, kejar dia!” Temannya memberitahunya.

“Ya, aku akan bergabung dengan kontes, tapi boleh aku meminjam uang, tolong, untuk mempertajam indera penciumanku!” Jawab Si Kabayan, bangkit dari tempat duduknya.

“Alhamdulillah, jika kamu ingin ikut kontes, aku ingin memberimu uang. Kamu bisa mengembalikannya jika kamu menjadi menantu Abah,” kata temannya sambil tersenyum.

“Tentu saja .. kamu akan lihat,” jawab Si Kabayan ketika dia pergi ke suatu tempat. Tapi dia berangkat ke arah pasar.

Si Kabayan pergi ke toko buah. Saat di rumah, ia membawa banyak buah semangka, rambutan, mangga, pisang, dan durian.

Keesokan harinya Si Kabayan pergi ke rumah Abah dan mendaftar untuk kontes.

Saat tiba, giliran Si Kabayan, Abah membawanya ke ladang, untuk menguji indera penciuman tajam sambil memandangnya di ladang.

“Ayo pergi ke lapangan Kabayan, ambil cangkulmu!” Kata Abah.

Dengan keyakinan, Si Kabayan pergi bersama Abah ke ladang membawa cangkul dan menggunakan topi bambu. Padahal dia tidak pernah memegang cangkul dan bekerja di ladang sebelumnya karena malas.

Ketika mereka sampai di lapangan, Si Kabayan mulai bekerja. Orang yang belum pernah bekerja di ladang seperti dia, dengan cepat mengalami kelelahan karena sakit punggung.

“Kenapa Kabayan!” Kata Abah karena melihat Kabayan tiba-tiba diam.

“Abah, aku mencium sesuatu.” Jawab Si Kabayan sambil menghirup dalam-dalam saat mencium sesuatu.

Abah terkejut, “Bau apa Kabayan?” “Kalau tidak salah, ini bau Rambutan Bah.” Kata Si Kabayan sambil mengintip ke kiri dan ke kanan.

“Ayo Kabayan, mari kita cari!” Kata Abah dengan gembira.

Si Kabayan berjalan menuju pohon pisang, sementara hidungnya mencium bau yang dalam.

“Bah, ada Rambutan, ada banyak!” Si Kabayan berteriak, mengangkat Rambutan dengan tangannya.

“Kabayan yang bagus, ayo makan!” Jawab Abah, mendekati Si Kabayan.

Abah dan Si Kabayan duduk makan Rambutan.

“Ayo lanjutkan kerja Kabayan,” kata Abah setelah mereka selesai makan Rambutan.

“Ayo Bah,” jawab Si Kabayan sambil menyembunyikan akal sehatnya.

Kemudian mereka terus bekerja di ladang, karena Si Kabayan jarang bekerja di ladang, pekerjaan baru sebentar, dia sudah merasa sakit pinggang.

“Bah, ada bau lagi,” kata Si Kabayan.

“Bau apa Kabayan?” Penasaran Abah.

“Seperti bau Durian, Bah,” jawab Si Kabayan.

“Yah, kebetulan Kabayan, itu buah kesukaanku, ayo kita lihat!” Kata Abah, bangkit.

Sama seperti sebelumnya, Si Kabayan berjalan sambil mencium, mencari Durian

“Abah, ini Durian, ada dua potong dan besar.” Kata Si Kabayan mengangkat Durian.

“Kabayan yang sangat bagus, Mari kita buka.” Kata Abah sangat senang.

Abah dan Si Kabayan duduk makan Durian sampai selesai.

Setelah kenyang, mereka melanjutkan pekerjaan. Begitulah yang terjadi setiap Si Kabayan lelah. dia selalu mencium aroma buah sampai semua buah yang dibeli Si Kabayan dari pasar dan sengaja di tempat persembunyian habis.

Ketika dia sangat lelah, Si Kabayan berpikir, “Selanjutnya apa? Semua buahnya sudah habis, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, apa lagi yang harus saya lakukan?” Dia berkata pada dirinya sendiri.

Ketika Abah sedang bekerja, Si Kabayan tiba-tiba berdiri dan terkejut oleh sesuatu.

“Kabayan apa?” Ditanya Abah, dia terkejut melihat Si Kabayan tiba-tiba berdiri.

“Ada bau sesuatu Abah.” Kata Si Kabayan.

“Bau apa Kabayan, ayo cari tahu, siapa tahu ada buah, hidung kamu bagus, cocok jadi menantu ku,” kata Abah dengan gembira.

“Terima kasih, Abah, tapi ini bau yang aneh, bukan buah.” Kata Si Kabayan.

“Bau apa Kabayan?” Jawab Abah.

“Kurasa ini bau Macan!” Kata Si Kabayan sambil berdiri ketakutan.

“Ayo kita pergi dari sini Kabayan, sebelum harimau datang ke sini,” kata Abah saat dia melarikan diri dan meninggalkan Si Kabayan.

Si Kabayan berlari di belakang Abah sambil pura-pura ketakutan ketika dia tidak bisa menahan tawa.

Karena Si Kabayan memiliki indera penciuman yang tajam, diapun memenangkan kontes, dan sebagai hadiah dia menikah dengan Nyi Iteung.

Itulah Cerita Rakyat Jawa Barat kisah Si Kabayan menikahi Nyi Iteung.

19. Cerita Rakyat Singkat : Saudagar yang Kikir

Ada seorang saudagar kaya raya yang hidup di sebuah desa. Ia adalah orang terkaya di sana. Sayangnya, tabiatnya sangat buruk. Ia tidak mau berbagi apa yang ia miliki.

“Anakku sakit. Aku akan meminjam uang kepada saudagar kaya itu.” ucap salah satu penduduk dengan panik.

“Lebih baik jangan. Kau hanya akan dipermalukan di sana. Kalaupun tidak, kau hanya akan terjerat utang,” balas penduduk yang lain.

Namun, penduduk itu sudah tak tahu lagi bagaimana cara mendapatkan uang. Ia pun memberanikan diri menghadap ke saudagar.

“Aku tak akan membantumu!” ucap saudagar itu dengan sombong, saat penduduk itu datang meminta bantuannya.

Temukan dongeng lengkapnya pada link berikut ini Cerita Rakyat Dunia : Saudagar yang Kikir

20. Dongeng Fabel Pendek : Kadal Hitam Yang Sedang Bersedih

Terlihat seekor kadal hitam sedang duduk menyendiri.

Ia tidak mau berkumpul dengan kadal-kadal lainnya.

Hari-harinya memang hanya ia habiskan untuk menyendiri dan melamun.

Kali ini, kadal hitam itu juga terlihat sedih. Karena penasaran, seekor kupu-kupu terbang mendekatinya.

“Kadal temanku, apa yang membuatmu bersedih?” tanya Kupu-kupu.

“Aku sedih karena aku memiliki kulit yang hitam, sangat berbeda dengan kadal lainnya. Aku juga tidak bisa bernyanyi, dan suaraku sangat jelek. Pasti tidak akan ada yang mau berteman denganku,” jawab Kadal Hitam dengan sedih.

“Jangan berpikir seperti itu. Itu tidak baik. Aku yakin, kamu juga pasti memiliki kelebihan,” hibur Kupu-kupu.

“Tapi, lihatlah di sana. Kadal hijau itu sangat pandai menyanyi. Ia pun memiliki banyak teman. Aku ingin bisa bernyanyi seperti dia,” kata Kadal Hitam dengan sedih.

Kupu-kupu lalu menoleh ke arah Kadal Hijau yang sedang bernyanyi.

Memang benar, ia bernyanyi dengan sangat merdu.

Selesai bernyanyi, teman-temannya langsung bertepuk tangan dengan riuh.

Bahkan, mereka meminta si Kadal Hijau untuk terus menyanyi.

Untuk cerita lengkap dongeng rakyat ini dapat dibaca di link berikut ini dongeng fabel pendek kadal hitam pemurung

“Cerita rakyat yang menampilkan tokoh binatang sebagai peran utama disebut Fabel

21. Dongeng Fabel : Balasan Serigala

Suatu hari, seorang pemuda sedang mengendarai keledainya.

Ia hendak ke desa tetangga. Untuk sampai ke sana, ia harus melewati hutan yang lebat dan sangat menyeramkan.

Ketika berada di hutan, si keledai tampak kelelahan.

Karena kasihan dengan keledainya, si pemuda memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon.

Si pemuda dan keledainya lalu memakan bekal mereka.

Saat sedang makan, tiba-tiba seekor serigala mendekati mereka.

Keledai sangat ketakutan, namun si pemuda tidak merasa takut sama sekali.

Melihat keledainya ketakutan, ia pun mengusir serigala agar menjauh.

“Jangan usir aku. Aku mohon. Apakah kau tidak kasihan melihatku?” pinta serigala sambil memperlihatkan bekas luka di tubuhnya.

Karena kasihan, pemuda itu akhirnya membiarkan serigala duduk bersamanya.

Ketika hendak pergi melanjutkan perjalanan, serigala meminta agar si pemuda membawanya.

Ia takut akan disakiti oleh pemburu.

Alangkah baiknya si pemuda. Tanpa rasa curiga, ia memasukkan serigala ke dalam karung miliknya.

Karena karung itu sangat kecil, kaki serigala harus diikat agar semua tubuhnya masuk ke dalam karung.

Bersama keledainya, si pemuda melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan.

Akhirnya pada suatu pagi, mereka berdua sampai di tempat yang mereka tuju.

Pemuda lalu melepaskan serigala.

Betapa kagetnya si pemuda karena serigala hendak memakannya.

“Aku sudah menolongmu. Mengapa kau justru mau memakanku?” tanya si pemuda, kesal.

“Sudah beberapa hari ini aku belum makan. Aku sangat lapar. Hahaha!” ucap serigala.

Si pemuda pun berteriak meminta tolong. Untunglah, ada beberapa warga yang berdatangan.

Pemuda lalu menceritakan semuanya. Sementara itu, serigala merasa takut melihat banyak manusia di sekelilingnya.

Ia pun langsung kabur berlari ke hutan.

22. Cerita Hikayat Abu Nawas

Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak.

Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan.

Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan.

Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah.

Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya.

Baginda berputus asa.

Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil abu nawas.

Abu nawas hadir menggantikan hakim. abu nawas tidak mau menjatuhkan keputusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin abu nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi.

Abu Nawas memanggil algojo dengan pedang di tangan. abu nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.

“Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?” kata kedua perempuan itu saling memandang.

Kemudian abu nawas melanjutkan dialog.

“Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”

“Tidak, bayi itu adalah anakku.” kata kedua perempuan itu serentak.

“Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata.” kata abu nawas mengancam.

Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

“Jangan, tolong jangan di belah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu.” kata perempuan kedua.

Abu nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka.

Abu nawas segera mengambil bayi itu dan langsung menyerahkan kepada perempuan kedua.

Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih.

Apalagi di depan mata.

Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan abu nawas. Dan sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari abu nawas menjadi penasehat hakim kerajaan.

Tetapi abu nawas menolak. Ia lebih senang menjadi rakyat biasa.

Baca juga : Dongeng Cerita Abu Nawas dan Pencuri dari Timur Tengah

23. Cerita Kisah 1001 Malam Aladin

Dahulu kala, di Kota Persia, seorang ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Mereka hidup miskin di sebuah gubuk yang tua.

Suatu hari, datang seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Laki-laki itu mengaku sebagai paman Aladin. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota untuk membantunya.

Ibu Aladin mengizinkan Aladin pergi dengan harapan akan mendapatkan uang yang banyak.

Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya. Tetapi, ia justru dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar. Kalau tidak mau, Aladin akan dibunuhnya.

Aladin akhirnya mengetahui bahwa laki-laki itu bukan pamannya, melainkan seorang penyihir. Penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantra.

“Kraak…,” tiba-tiba tanah di hadapan mereka terbelah, menampakkan lorong seperti gua dan undakan untuk menuju ke dasarnya.

“Ayo turun! Ambilkan aku lampu tua di dasar gua itu!” perintah penyihir kepada Aladin.

“Tidak, aku takut turun ke sana,” jawab Aladin.

Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. “Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu,” kata si penyihir.

Akhirnya, Aladin menuruni undakan itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar, ia menemukan pohon-pohon berbuah permata.

Buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya. Saat ia hendak menaiki undakan ke atas, pintu lubang sudah tertutup sebagian.

“Cepat berikan lampunya!” seru penyihir.

“Tidak. Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar,” jawab Aladin.

Setelah berdebat, si penyihir menjadi marah dan akhirnya, “Brakk…,” pintu lubang ditutup oleh penyihir.

Ia meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih dan duduk termenung.

“Aku lapar, Aku ingin bertemu Ibu. Tuhan, tolonglah aku!” ucap Aladin.

Aladin merapatkan kedua tangannya dan tanpa sadar jari-jarinya mengusap pinggiran lampu. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membubung tinggi. Bersamaan dengan itu, muncul jin raksasa dari dalam lampu. Aladin sangat ketakutan

“Maafkan saya karena telah mengagetkan Tuan. Saya adalah jin lampu ajaib,” kata jin raksasa itu.

“Oh, kalau begitu bawalah aku pulang ke rumah,” kata Aladin.

“Balk Tuan, naiklah ke punggungku! Kita akan segera pergi dari sini,” ujar jin lampu ajaib. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya.

“Kalau Tuan memerlukan saya lagi, panggillah dengan menggosok lampu ini,” kata jin.

Sejak saat itu, hidup Aladin dan ibunya semakin membaik. Mereka tidak lagi miskin dan tidak pernah kekurangan makanan. Aladin bisa mencari pekerjaan dengan bantuan jin lampu ajaib.

Baca juga : cerita hikayat 1001 malam Aladin

24. Cerita Rakyat Fabel : Kancil dan buaya

(Cerita Favorit dari Indonesia)

Kancil, adalah hewan kecil tapi pintar, memiliki banyak musuh, namun juga memiliki banyak teman di hutan. Untungnya, dia cerdas, sehingga setiap kali hidupnya terancam, dia berhasil melarikan diri.

Salah satu musuh terbesarnya adalah buaya, yang tinggal di sungai yang berbatasan dengan hutan. Berkali-kali Buaya mencoba menangkap si Kancil. Buaya besar, tetapi dia tidak terlalu pintar. Kancil mampu menipu dia setiap saat.

Suatu hari sangat panas. Tidak ada angin sama sekali untuk menyegarkan kembali tanaman dan pepohonan di hutan yang haus. Hal itu terjadi tengah musim kemarau.

Selama berminggu-minggu tidak ada hujan yang turun sehingga sungai-sungai kecil tempat minum hewan kecil menjadi kering. Kancil sedang berjalan sendirian di hutan; dia sangat haus.

Dia telah berjalan jauh; mencari sungai di mana dia bisa memuaskan dahaga, tetapi dia hanya menemukan lumpur kering di sungai yang dulu mengalir air jernih.

Hal ini membuat hutan terlihat sunyi. Semua binatang tampak tertidur untuk menghemat energi. Bahkan burung-burung tidak bernyanyi di pohon. Kancil akhirnya memutuskan untuk pergi ke sungai yang berbatasan dengan hutan.

Biasanya dia menghindari pergi ke sana karena dia tahu bahwa Buaya selalu waspada untuknya, menunggu kesempatan untuk menangkapnya.

Ketika dia tiba di sungai. Kancil memandang sekelilingnya dengan hati-hati. Tidak ada buaya yang terlihat. Air sungai yang jernih mencerminkan sinar matahari. Selangkah demi selangkah Kancil mendekati air.

Mata tajamnya melihat ke kanan dan ke kiri; telinganya yang runcing tegang untuk menangkap suara sekecil apa pun. Tapi sepertinya tidak ada bahaya yang mengancamnya kali ini.

Lega, dia menundukkan kepalanya untuk menikmati air dingin. Tiba-tiba, pandangannya jatuh pada benda yang mengambang tidak jauh dari tempat dia berdiri. Itu adalah benda yang kehitaman. Itu tampak seperti cabang pohon yang tumbang ………. Atau, seperti bagian belakang buaya!

Kancil melompat mundur, terkejut dan berpikir. Tapi dia juga sangat haus. Bagaimana dia bisa tahu apakah benda yang ada di sungai itu benar-benar kayu bulat atau buaya?

Kemudian dia tersenyum sedikit ketika dia mendapat ide.

Dengan suara yang jelas dia berteriak, “Hei! Di sana, Anda yang berada di sungai. Jika Anda buaya, jangan jawab saya, tetapi jika Anda hanya panjang kayu, beri tahu saya nama Anda! “

Ternyata yang mengambang itu benar-benar buaya, yang sedang menunggu Kancil yang lengah.

Tanpa berpikir lebih jauh, Buaya menjawab Kancil dengan suaranya yang kasar, “Jangan takut, aku hanya kayu yang tidak berbahaya!”

Segera, Kancil melarikan diri secepat yang bisa dilakukan oleh kakinya, sambil berteriak di atas bahunya, “O, Buaya bodoh, pernahkah Kamu mendengar sebatang kayu berbicara?”

Namun, dua minggu kemudian, Kancil melupakan kejadian ini. Musim kemarau belum berakhir dan tampaknya lebih panas dari sebelumnya. Kancil teringat akan air sungai yang sejuk dan segar. Betapa indahnya mandi di dalamnya! Dia memutuskan untuk mencoba peruntungannya sekali lagi.

Kali ini tidak ada yang mencurigakan untuk dilihat, jadi Kancil pergi ke air dan minum sepuasnya.

Tanpa pikir panjang, Kancil turun ke sungai dan mulai memercikan air ke tubuhnya sendiri dengan menggunakan ranting yang ada dipinggir sungai. Dalam kegembiraannya dia melupakan semua tentang bahaya.

Dia membuat banyak suara sehingga dia terbangun ….. siapa lagi jika bukan buaya tua yang sedang tidur di sekitar itu.

“Wah, ini sepertinya hari keberuntunganku,” pikir Buaya. Dalam sekejap ia meluncur keluar dari tempat persembunyiannya.

Dan tiba-tiba, Kancil merasakan gigi tajam menggigit salah satu kakinya. Itu sangat menyakitinya, tetapi meskipun dia kaget dan ketakutan, Kancil tidak kehilangan akal sehatnya. Tanpa ragu-ragu dia mencelupkan ranting kering ke dalam air dan dengan nada mengejek dia berkata,

“Buaya tua yang bodoh, apakah Kamu benar-benar berpikir telah menggigit saya? Yang kamu gigit itu ranting, bukan kaki saya. Ini kakiku, tangkaplah kalau bisa! “

Kancil menggerakan ranting dengan cepat di depan mata Buaya. Buaya tidak bisa melihat dengan baik di dalam air dan yang terpenting, dia benar-benar bodoh!

Dia percaya ucapan si kancil kemudian melepaskan kaki Kancil dan mengatupkan rahangnya pada ranting. Tentu saja, kancil tidak menunggu sedetik pun untuk melompat keluar dari air dan berlari menuju hutan. Meskipun kakinya sangat sakit, dia tertawa terbahak-bahak. Sekali lagi dia menipu buaya.

25. Dongeng Cerita Rakyat Riau : Legenda Si Lancang

Pada zaman dahulu, di daerah Kampar, hiduplah Si Lancang dengan ibunya. Mereka sehari-hari hidup prihatin mengandalkan penghasilan yang minim sebagai buruh tani. Keadaan ini membuat Si Lancang berpikir untuk memperbaiki nasib dengan pergi merantau.

Pada suatu hari, Si Lancang berangkat ke negeri orang. Diceritakan, Si Lancang bekerja keras bertahun-tahun lamanya. Segala perjuangannya tidak sia-sia, ia berhasil menggapai cita-citanya menjadi orang kaya. Ia menjadi saudagar yang memiliki berpuluh-puluh kapal dagang. Akan tetapi, ia lupa pada ibunya dan segala janji manisnya dahulu.

Pada suatu hari, Si Lancang singgah di Kampar. Berita kedatangan Si Lancang terdengar oleh ibunya. Ia mengira bahwa Si Lancang pulang untuk dirinya. Dengan memberanikan diri, ia naik ke geladak kapal mewah Si Lancang. Si ibu langsung menghampiri Si Lancang dan ketujuh istrinya. Betapa terkejutnya Si Lancang ketika menyaksikan bahwa perempuan berpakaian compang camping itu adalah ibunya. Akan tetapi, harapan ibu Si Lancang hanya tinggal harapan. Rasa malu dan marah pun tak dapat ia tahan. Ibunya segera menghampirinya.Advertising

“Engkau Lancang, Anakku! Oh… betapa rindunya hati emak padamu.” Mendengar sapaan itu, si Lancang begitu tega menepis pengakuan ibunya sambil berteriak.

“Mana mungkin aku mempunyai ibu perempuan miskin seperti kamu. Kelasi! usir perempuan gila ini!”

Dengan perasaan hancur, ibunya pergi meninggalkan semua angan-angan tentang anaknya. Luka hati seperti disayat sembilu. Setibanya di rumah, hilang sudah akal sehatnya dan kasih sayangnya karena perlakuan buruk yang diterimanya. Ia mengambil pusaka yang dimilikinya berupa lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru. Diputarnya lesung itu dan dikibas-kibaskan nyiru itu sambil berkata, “Ya Tuhanku… hukumlah si anak durhaka itu.”

Dongeng Cerita Rakyat Riau

Tidak perlu waktu lama, Tuhan mengabulkan permintaan ibu tua renta itu. Dalam sekejap, turunlah badai topan. Badai tersebut meluluh lantakkan kapal-kapal dagang milik Si Lancang dan harta benda miliknya. Menurut cerita rakyat setempat, kain sutranya melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang terletak di Kampar Kiri. Gongnya terlempar ke Kampar Kanan dan menjadi Sungai Ogong. Tembikarnya melayang menjadi Pasubilah, sedangkan tiang bendera kapal si Lancang terlempar hingga sampai di sebuah danau yang diberi nama Danau Si Lancang. Hingga sekarang, nama nama tempat itu masih ada dan dapat kita disaksikan.

Pesan moral dari Dongeng Cerita Rakyat Riau : Kisah Si Lancang adalah hendaknya kita menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, terutama kepada ibu, karena itu adalah kewajiban kita dan pasti akan mendapat pahala. Sebaliknya, menjadi anak durhaka akan membawa malapetaka.

26. Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul Dumai

Dahulu, di Dumai ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Cik Sima. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Cik Sima mempunyai tujuh orang putri yang cantik-cantik. Di antara ketujuh putrinya, putri bungsulah yang paling cantik. la bernama Mayang Sari.

Suatu hari, ketujuh putri ini sedang mandi di Lubuk Sarong Umai. Mereka tidak menyadari bahwa ada orang yang sedang memerhatikan mereka. Pangeran Empang Kuala yang secara tidak sengaja sedang melewati daerah itu terkagum-kagum dengan kecantikan ketujuh putri itu. Namun, matanya terpaku pada Putri Mayang Sari.

“Hmm, cantik sekali gadis itu. Gadis cantik di Lubuk Umai. Dumai… Dumai,” bisiknya pada diri sendiri.Advertising

Sekembalinya ke kerajaan, Pangeran Empang Kuala memerintahkan utusannya untuk pergi ke Kerajaan Seri Bunga Tanjung untuk meminang Putri Mayang Sari. Secara adat, Cik Sima menolak dengan halus pinangan kepada putri bungsunya, karena seharusnya putri tertualah yang harusnya menerima pinangan lebih dahulu.

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh Asal Usul Dumai

Pangeran Empang Kuala murka mendengar pinangannya ditolak. Lulu, ia mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Mendapat serangan tersebut, Cik Sima segera mengamankan ketujuh puterinya ke dalam hutan. Mereka disembunyikan di sebuah lubang yang ditutupi atap terbuat dari tanah dan dihalangi oleh pepohonan. Cik Sima juga membekali ketujuh puterinya bekal makanan selama tiga bulan. Setelah itu, Cik Sima kembali ke medan perang.

Pertempuan berlangsung selama berbulan-bulan. Telah lewat tiga bulan pertempuran tidak juga selesai dan pasukan Cik Sima semakin terdesak. Korban sudah banyak sekali berjatuhan dan kerajaan pun porak poranda. Akhirnya, Cik Sima meminta bantuan jin yang sedang bertapa di Bukit Hulu Sungai Umai.

Ketika Pangeran Empang Kuala dan pasukannya sedang beristirahat di bagian hilir Sungai Umai pada malam hari, tiba tiba saja ribuan buah bakau berjatuhan menimpa pasukan Pangeran Empang Kuala yang sedang beristirahat. Sebentar saja pasukan tersebut dapat dilumpuhkan. Pangeran Empang Kuala pun terluka.

Dalam kondisi yang lemah itu, datanglah utusan Ratu Cik Sima.

“Hamba datang sebagai utusan Ratu Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Ratu meminta Tuan untuk menghentikan peperangan ini. Peperangan ini tidak ada kebaikannya bagi kedua belch pihak. Hanya akan menimbulkan kesengsaraan,” kata utusan Ratu Cik Sima

Pangeran Empang Kuala menyadari bahwa pihaknyalah yang memulai semua kerusakan ini. Akhirnya, ia memerintahkan pasukannya untuk mundur.

Sepeninggal pasukan Pangeran Empang Kuala, Ratu Cik Sima bergegas menuju tempat persembuyian ketujuh putrinya. Namun, ia sangat terpukul, karena dilihatnya ketujuh puterinya telah meninggal dunia, karena kelaparan. Peperangan berlangsung Iebih lama dari perkiraan mereka, sehingga bekal makanan yang ditinggalkan tidak cukup.

Ratu Cik Sima tak kuasa menahan sesal dan kesedihan atas kehilangan putri-putrinya. la jatuh sakit dan meninggal dunia.

Konon, kata Dumai diambil dari kata-kata Pangeran Empang Kuala ketika sedang melihat Putri Mayang Sari di sungai. Kini, di Kota Dumai terdapat situs bersejarah, yaitu sebuah persanggrahan Putri Tujuh yang letaknya di daerah wilayah kilang Minyak PT Pertamina Dumai.

27. Dongeng Cerita Rakyat Si Pahit Lidah

Dahulu di Sumatera Selatan tepatnya di daerah Sumidang ada sebuah kerajaan besar. Di Kerajaan itu hidup seseorang pangeran yang bernama Serunting. la memiliki sifat iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain. Pangeran Serunting telah memiliki istri. lstrinya memiliki seorang adik yang bernama Aria Tebing, yang kini menjadi adik ipar Pangeran Serunting.

Cerita Rakyat Sumatera Selatan Legenda Si Pahit Lidah

Serunting dan Aria Tebing masing-masing memiliki ladang, letak ladang mereka bersebelahan yang hanya dipisahkan pepohonan. Dan di bawah pepohonan itu tumbuh tanaman Cendawan. Namun, Cendawan yang tumbuh itu menghasilkan hal yang jauh berbeda. Jika diamati Cendawan yang menghadap ke arah ladang milik Aria Tebing tumbuh menjadi logam emas.

Sedangkan Cendawan yang menghadap ke arah ladang milik Serunting tumbuh menjadi tanaman parasit tanaman tidak berguna.Advertising

Mengetahui hal tersebut, Serunting menjadi iri hati pada Aria Tebing, setiap hari ia terus berburuk sangka pada adik iparnya itu, “Cendawan yang menghadap ke ladangku tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna, sedangkan yang menghadap ke arah ladang milik Aria Tebing tumbuh menjadi logam emas. Aku yakin, Ini pasti perbuatan Aria Tebing”.

Keesokan harinya, Serunting menghampiri Aria Tebing dengan perasaan dendam dan marah, ia kemudian mengajak Aria Tebing untuk berduel. “Kau telah berbuat curang kepadaku! Aku menantangmu untuk berduel esok hari!!” ucap Serunting.

“Tapi, tapi aku tidak pernah berbuat curang,” sahut Aria Tebing. Serunting tidak memperdulikannya, ia tetap menantangnya untuk berduel. Aria Tebing kebingungan. la tahu bahwa kakak iparnya itu adalah orang yang sakti, setelah lama berpikir, akhirnya Aria Tebing mendapat ide.

la kemudian menceritakan kejadian itu dan membujuk kakak kandungnya yang tak lain adalah istri dari serunting untuk memberitahukan rahasia kelemahan Serunting.

“Kak, beritahukanlah aku rahasia kelemahan suamimu. Aku dalam keadaan terdesak, jika aku kalah maka aku akan terbunuh,” ucap Aria Tebing memohon.

“Maaf adikku, aku tak mau mengkhianati suamiku, aku tak bisa memberi tahumu,” jawab istri serunting keberatan.

“Percayalah kak, ini demi adikmu! Jika aku mengetahui kelemahan suamimu, aku tidak akan membunuhnya,” bujuk Aria tebing lagi.

Akhirnya istri Serunting iba melihat adiknya yang terus memohon, kemudian ia memberitahukan bahwa kesaktian Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar meskipun tak tertiup angin.

Keesokan harinya, sebelum bertanding, Aria Tebing sudah menancapkan tombaknya ke ilalang yang bergetar meskipun tak tertiup angin. Serunting pun akhirnya terluka parah dan kalah.

Serunting mengetahui bahwa istrinya lah yang memberi tahu Aria Tebing tentang kelemahannya, merasa dikhianati akhirnya Serunting pergi mengembara, ia bertapa di Guning Siguntang.

Saat sedang bertapa, ia mendengar suara Hyang Mahameru, “Wahai Serunting! Aku akan menurunkan ilmu kekuatan gaib kepadamu, apakah kau maul’ tanya Hyang Mahameru.

“Aku mau kekuatan gaib itu, wahai Hyang Mahameru, aku mau kekuatan itu,” jawab Serunting.

“Tapi, ada satu syarat yaitu kau harus bertapa di bawah pohon bambu. Setelah tubuhmu ditutupi oleh daun-daun dari pohon bambu itu, maka kamu berhasil mendapatkan kekuatan itu,” ucap Hyang Mahameru.

Dua tahun berlalu, Serunting masih bertapa, akhirnya daun-daun dari pohon bambu sudah menutupinya. Kini ia memiliki kesaktian yaitu setiap perkataan yang keluar dari mulutnya akan menjadi kenyataan dan kutukan.

Suatu hari, ia berniat ingin pulang ke kampung halamannya, di Sumidang. Di perjalanannya, ia mengutuk semua pohon tebu menjadi batu. “Hai pohon tebu, jadilah Batu,” teriaknya lantang. Dan dalam sekejap, pohon-pohon tebu tersebut menjadi batu. Lalu di sepanjang tepi Sungai iambi, ia kembali mengutuk semua orang yang ia jumpai menjadi batu.

Lama-kelamaan Serunting menjadi orang yang angkuh dan sombong. Akhirnya orang menjulukinya dengan nama Si Pahit Lidah. Namun saat Serunting tiba di sebuah Bukit Serut yang gundul, ia mulai menyadari kesalahannya. Lalu ia mengubah Bukit Serut menjadi hutan kayu. Dalam sekejap bukit itu berubah menjadi hutan kayu hingga masyarakat setempat berterima kasih kepadanya karena bukit itu telah menjadi hutan kayu yang akan menghasilkan hasil kayu yang berlimpah dan dijual di pasar untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Kemudian ia melanjutkan perjalanan dan tiba di Desa Karang Agung. Serunting melihat gubuk tua yang dihuni suami-istri yang sudah tua. Serunting mendatangi sepasang suami istri tua renta itu. Serunting berpura-pura meminta seteguk air minum.

Sepasang kakek dan nenek itu sangat ramah dan baik hati. Ternyata sudah lama mereka ingin dikaruniai seorang anak untuk membantu mereka bekerja. Serunting pun mengabulkannya.

Ketika melihat ada sehelai rambut yang rontok menempel pada baju sang nenek, Serunting mengambilnya lalu mengubah rambut itu menjadi seorang bayi. Pasangan tua itu bahagia dan berterima kasih kepada Serunting.

Serunting bahagia bisa membantu orang lain. Di sisa perjalanannya, Serunting belajar untuk membantu dan berusaha menolong orang yang kesulitan. Namun meskipun kalimat yang keluar dari mulutnya adalah kalimat baik dan untuk membantu orang yang membutuhkan, tetap saja orang-orang masih menjulukinya dengan nama Si Pahit Lidah.

28. Dongeng Legenda Rakyat : Asal Mula Telaga Warna

Suatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.

Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.

Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.

Dongeng Telaga Warna Dari Banten

“Tidak mau,” jawab sang Putri.

Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.

Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu.

Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.

29. Hikayat Cerita Rakyat Si Kelingking

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri di sebuah desa di Pulau Belitung. Walaupun hidup miskin, mereka tetap rukun dan bahagia. Namun, mereka belum mempunyai anak. Mereka tidak putus asa, hampir setiap saat berdoa kepada Tuhan.

“Ya, Tuhan! Karuniakanlah kepada kami seorang anak, walaupun sebesar kelingking!” Itulah doa yang selalu mereka panjatkan. Tidak berapa lama sang istri mengandung.

Beberapa bulan kemudian, sang istri pun melahirkan. Alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat bayinya hanya sebesar kelingking. Oleh karena itu, mereka memberinya nama Si Kelingking.

Pada awalnya mereka sulit menerimanya. Walaupun badannya sangat kecil, tetapi Si Kelingking mampu menghabiskan makanan yang banyak. Kesabaran mereka seperti sirna menghadapi Si Kelingking yang sangat rakus. Akhirnya, mereka sepakat untuk membuang jauh-jauh Si Kelingking.

Pada suatu hari, sang ayah mengajak Si Kelingking ke hutan untuk mencari kayu. Setibanya di tengah hutan, sang ayah segera menebang pohon besar yang diarahkan kepada anaknya. Beberapa saat kemudian, pohon besar itu pun roboh menimpa Si Kelingking. Setelah memastikan dan yakin anaknya mati, sang ayah segera kembali ke rumahnya. Mendengar cerita suaminya, sang istri pun menjadi senang. Mereka lupa bahwa membunuh anak sendiri adalah perbuatan tercela.

“Bang! Mulai hari ini, hidup kita akan tenang,” kata sang istri kepada suaminya. Baru saja kata-kata itu terlontar dari mulut istrinya, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar rumah.

“Ayah…! Ayah…! Diletakkan di mana kayu ini.” Suara keras terdengar dari luar rumah.

Kumpulan Dongeng Anak Bergambar

Istrinya pun bertanya, “Bang! Bukankah anak itu sudah mati?” tanya istrinya heran.

“Ayo, kita lihat!” seru sang suami penasaran. Mereka sangat terkejut melihat si Kelingking sedang memikul sebuah pohon besar di pundaknya. Setelah meletakkan kayu besar itu, Si Kelingking langsung mencari makanan di rumahnya. Karena merasa kelaparan, ia pun menghabiskan sebakul nasi. Sementara ayah dan ibunya hanya duduk terbengong-bengong melihat anaknya, tidak tahu apa yang harus mereka perbuat.

Singkat cerita, meskipun sudah beberapa kali disingkirkan, tetapi ia tetap kembali lagi. Tak ada akal untuk mengenyahkannya lagi dari kehidupan mereka. Ketika melihat Si Kelingking begitu lahapnya makan dan seolah tak pernah tahu niat jahat orang tuanya, akhirnya mereka tersadar. Si Kelingking adalah darah dagingnya, sudah seharusnya ia dipelihara dengan baik. Sejak saat itu, mereka menerima keadaan Si Kelingking apa adanya. Ternyata keberadaan Si Kelingking sangat berguna, dengan tenaganya yang besar, Si Kelingking mampu melakukan pekerjaan yang berat. Pada akhirnya kehidupan mereka menjadi lebih baik, Si Kelingking menjadi sumber tambahan penghasilan keluarganya.

Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Anak Bergambar : Si Kelingking adalah setiap ucapan adalah doa dan janganlah memandang rendah orang lain, serta hidup dan matt seseorang ditentukan oleh Tuhan bukan oleh manusia

Kesimpulan dan Pesan Moral

Pesan moral dari kumpulan cerita rakyat ini adalah

Perbuatan baik harus dibalas dengan perbuatan baik juga.

Orang yang berbuat baik akan mendapatkan hasil yang baik juga, dan sebaliknya orang yang berbuat tidak baik akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sayangi kedua orang tua kita seperti mereka yang menyayangi dan merawat kita ketika kecil. Ingatlah bahwa doa mereka akan di kabulkan oleh Tuhan.

Tuhan akan menolong orang yang mau berusaha dengan maksimal. Dan setiap masalah tentu pasti ada jalan keluarnya.

Kebohongan dan kejahatan pasti akan terungkap dan mendapat balasannya

Tip mendongeng cerita rakyat yang menarik dan disukai anak anda

Seberapapun bagusnya satu cerita rakyat, cara anda membacakan atau mendongeng untuk anak-anak anda akan sangat berpengaruh. Kami memiliki beberapa tip agar sesi dongeng menjadi hal yang menyenangkan dan ditunggu oleh anak-anak. Dan pastinya manfaat dan tujuan dari mendongeng sampai kepada anak-anak kita.

  • Jadilah kreatif saat Anda membacakan cerita untuk anak Anda. Biasanya, kepribadian atau karakter cerita paling menarik minat anak. Jadi gunakan suara yang berbeda untuk setiap karakter atau intonasi yang berbeda, untuk menghidupkan karakter tersebut. Menggunakan suara dan intonasi yang tepat saat sebuah kejadian (menangis, tertawa, marah, dll) akan membuat sesi cerita menyenangkan dan berkesan untuk anak-anak Anda.
  • Jika Anda menggunakan buku atau gambar, letakkan di depan anak-anak Anda. Anda dapat meminta mereka untuk membalik halaman atau melacak kata-kata saat Anda membaca.
  • Bicarakan tentang cerita setelah Anda selesai membacanya. Ajukan pertanyaan kepada anak-anak Anda di sepanjang dongeng dan bahas moral cerita pada akhirnya. Dengan cara ini, Anda juga akan tahu jika anak-anak Anda memahami apa yang terjadi dalam cerita. Mengajukan pertanyaan dari waktu ke waktu akan membuat anak-anak tetap terlibat dan itu akan mendorong perkembangan bicara pada anak-anak. Anda juga dapat menunjukkan kata-kata baru dalam cerita dan menyampaikan artinya kepada anak-anak Anda – ini akan mengembangkan kosa kata mereka.
  • Baca dengan keras bersama anak-anak Anda. Mintalah anak Anda membaca bersama Anda. Ini akan mendorong kebiasaan membaca pada anak Anda dan juga meningkatkan keterampilan membaca.
  • Bawa cerita ke luar. Anda tidak harus duduk di tempat tidur dengan anak-anak Anda saat menceritakan sebuah kisah kepada mereka – Anda dapat mengambil cerita itu di luar empat dinding rumah Anda. Misalnya, jika Anda membaca sebuah cerita tentang ‘kesenangan di taman’, bawa anak Anda ke taman hiburan, taruh selimut di bawah pohon di taman itu, dan bacalah cerita di sana. Ini akan membuat cerita lebih seperti hidup dan anak Anda akan lebih menikmatinya.
  • Cobalah membaca cerita di waktu yang berbeda dalam sehari. Waktu bercerita tidak harus selalu menjelang waktu tidur. Cobalah membacakan cerita untuk anak-anak Anda di waktu yang berbeda di siang hari seperti di sore atau malam hari untuk memahami rentang perhatian anak Anda. Setelah Anda tahu waktu ketika rentang perhatian anak Anda adalah yang tertinggi, bacakan cerita kepadanya selama waktu itu.

Jadikan mendongeng menyenangkan dan mengasyikkan dengan tips di atas. Kiat-kiat ini akan membantu Anda menjadikan waktu bercerita sebagai bagian favorit dari hari mereka. Baca juga kisah moral pendek di atas untuk anak-anak Anda – kami yakin mereka akan senang mendengarkan cerita-cerita ini. Selanjutnya, cerita pendek ini dengan nilai-nilai moral bahkan akan mengajarkan anak-anak Anda beberapa pelajaran penting yang akan selalu mereka ingat.

Mengapa membacakan cerita rakyat atau mendongeng itu penting?

Anak Anda sekarang tumbuh dan belajar hal-hal baru setiap hari. Selama tahap perkembangan inilah ia perlu diberi nilai dan pengetahuan yang baik, dan mendongeng adalah cara yang hebat dan interaktif untuk melakukannya.

  • Bercerita membantu menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak.
  • Ini juga membantu mereka meningkatkan pengetahuan dan mempelajari fakta-fakta tentang hewan, tumbuhan, benda, dan berbagai daerah dan dunia.
  • Ini memperluas wawasan mereka dan memungkinkan mereka untuk berpikir dalam perspektif yang lebih luas.
  • Bercerita juga membantu meningkatkan kosa kata dan memungkinkan anak-anak mempelajari kata-kata baru.
  • Ini juga membantu membangun keterampilan berpikir yang lebih baik dan merupakan kegiatan yang membantu mereka tumbuh baik secara emosional maupun mental.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Cerita Rakyat

Unsur-Unsur Instrinsik Dalam Cerita Rakyat

1. Tema

Tema merupakan inti persoalan yang menjadi dasar dalam sebuah cerita. Oleh karenanya, agar bisa mendapatkan tema dalam sebuah cerita, pembaca tentunya harus membaca cerita tersebut hingga selesai. Tema pada cerita rakyat akan dikaitkan dengan pengalaman kehidupan. Biasanya tema cerita rakyat mengandung elemen alam, kejadian sejarah, kesaktian, dewa, misteri, hewan, dll.

2. Latar atau setting pada cerita rakyat

Latar adalah informasi mengenai waktu, suasana, dan juga lokasi dimana cerita rakyat itu berlangsung.

  • Latar Lokasi atau Tempat

Latar lokasi adalah informasi pada cerita yang menjelaskan tempat cerita itu berlangsung. Sebagai Contoh latar lokasi cerita adalah di kerajaan, di desa, di hutan, di pantai, di kahyangan, dll.

  • Latar Waktu

Latar waktu merupakan saat terjadinya peristiwa dalam dongeng, sebagai contoh pagi hari, pada jaman dahulu kala, malam hari, tahun sekian, saat matahari terbenam dll.

  • Latar Suasana

Latar suasana adalah informasi yang menyebutkan suasana pada kejadian dalam dongeng berlangsung. Sebagai contoh latar suasana adalah rakyat hidup damai dan sejahtera, masyarakat hidup dalam ketakutan karena raja yang kejam, hutan menjadi ramai setelah purbasari hidup disana, dll

3. Tokoh

Tokoh merupakan pemeran pada sebuah cerita rakyat. Tokoh pada cerita rakyat dapat berupa hewan, tumbuhan, manusia, para dewa dll.

Menurut sifatnya penokohan dibagi tiga yaitu :

  • Tokoh utama (umumnya protagonis) adalah tokoh yang menjadi sentral pada cerita. Tokoh ini berperan pada sebagian besar rangkaian cerita, mulai dari awal sampai akhir cerita. Pada umumnya, tokoh utama ditampilkan sebagai tokoh tokoh yang memiliki sifat baik. Tetapi tidak jarang ditemukan tokoh utama diceritakan lucu, unik atau jahat sekalipun.
  • Tokoh lawan (umumnya antagonis). antagonis secara pengertian merupakan tokoh yang selalu berlawanan dengan tokoh protagonis. Pada umunya, tokoh antagonis ditampilkan sebagai tokoh ”hitam”, yaitu tokoh yang bersifat jahat.
  • Tokoh pendamping (tritagonis). Tritagonis merupakan tokoh pendukung.

Menurut cara menampilkan wataknya penokohan dibagi dua yaitu :

  • Secara langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca karena telah dijelaskan oleh pengarang
  • Seara tidak langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca dengan membuat kesimpulan sendiri dari dialog, latar suasana, tingkah laku, penampilan, lingkungan hidup, dan pelaku lain

4. Alur

Merupakan runtutan kejadian pada sebuah cerita rakyat. Biasanya cerita rakyat meliputi lima rangkaian peristiwa yaitu saat pengenalan (pembukaan) , saat pengembangan, saat pertentangan (konflik), saat peleraian (rekonsiliasi), dan tahap terakhir adalah saat penyelesaian. Secara umum alur dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • Alur maju
  • Alur mundur
  • Alur campuran

5. Sudut pandang

Sudut pandang merupakan bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita, atau dengan kata lain dari sudut mana penulis memandang cerita tersebut. Sudut pandangan memiliki pernanan yang sangat penting terhadap kualitas dari sebuah cerita. Sudut pandang secara umum dibagi dua yaitu

  • Sudut pandang orang pertama : penulis berperan sebagai orang pertama yang bisa menjadi tokoh utama maupun tokoh tambahan pada cerita
  • Sudut pandang orang ketiga : Penulis berada di luar cerita serta tidak terlibat secara langsung pada cerita. Penulis menjelaskan para tokoh didalam cerita dengan menyebut nama tokoh atau kata orang ketiga yaitu “dia, mereka”.

6. Amanat atau pesan moral

merupakan nilai-nilai yang terkandung didalam cerita dan ingin disampaikan agar pembaca mendapatkan pelajaran dari cerita tersebut.

7. Majas (Gaya Bahasa)

Unsur-Unsur Ekstrinsik Dalam Cerita Rakyat

Unsur ekstrinsik merupakan semua faktor luar yang mempengaruhi penciptaan sebuah tulisan ataupun karya sastra. Bisa dikatakan unsur ektrinsik adalah milik subjektif seorang penulis yang dapat berupa agama, budaya, kondisi sosial, motivasi, yang mendorong sebuah karya sastra tercipta.

Unsur-unsur ekstrinsik pada cerita rakyat biasanya meliputi:

  • Budaya serta nilai-bilai yang dianut.
  • Tingkat pendidikan
  • Kondisi sosial di masyarakat
  • Agama dan keyakinan
  • Kondisi politik, ekonomi, hukum dll.

Baca lengkapnya di : Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Cerita Rakyat

Sumber dan Referensi

Sebagian besar dari dongeng dan legenda yang ada di blog ini kami kumpulan dari cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat, beberapa sumber yang menjadi referensi kami adalah

Posting Terkait: