Kumpulan Cerita Dongeng Fabel Anak Terbaik Dunia Dengan Pesan Moral

Kumpulan Cerita Dongeng Fabel di blog ini sudah ratusan jumlahnya, kamu dapat mencari cerita fabel kesukaanmu di blog ini dengan menggunakan menu pencarian. Semua dongeng fabel di blog ini mengandung pesn moral didalamnya yang dapat kamu petik. Yuk kita baca 3 cerita hewan terbaik yang kami posting di hari ini.

3 Cerita Dongeng Fabel Anak Terbaik Dunia (Kategori Kumpulan Dongeng Hewan)

Cerita Dongeng Fabel : Buaya dan Burung Penyanyi

Cerita Dongeng Fabel Buaya dan Burung Penyanyi

Pada suatu hari dijaman dahulu kala hiduplah seekor buaya dan burung penyanyi. Mereka berdua tinggal dihutan dan bersahabat sangat akrab. Pada suatu waktu burung penyanyi bernyanyi dihadapan buaya dengan bertengger di hidungnya. Buaya sangat menikmati nyanyian dan suara merdu dari Burung Penyanyi.

Tak lama kemudian buaya menguap dan membuka mulutnya lebar lebar. Burung penyanyi yang sedang bertengger di hidung buaya terpleset masuk ke dalam mulut buaya. Kemudian buaya heran "kemana burung penyanyi?". Buaya mencari burung penyanyi di semak semak tetapi tetap tidak ada.

Kemudian saat buaya sedang mencari burung penyanyi, senandung merdu keluar dari mulut buaya. kata buaya "indah sekali suaraku " gumam buaya. Buayapun kembali menguap dan membuka mulut lebar lebar, pada saat itulah burung penyanyi keluar dan bertenger di hidung si buaya.

"Kau sangat tidak punya hati buaya, kau biarkan aku masuk ke mulutmu.".

"aku sama sekali tidak tahu kalau kau masuk ke mulutku , jadi suara yang indah itu bukan suaraku....?".

Burung penyanyi berkata "iya , itu suaraku bukan suaramu , kau kan tidak bisa bernyanyi sepertiku suaramu itu tidak enak didengar". Buaya menangis setelah mendengar ucapan burung penyanyi. Kemudian burung penyanyi merasa iba karena apa yang dikatakannya menyinggung perasaan buaya.

Kemudian burung penyanyi mencari cara untuk menghibur buaya. Burung penyanyi berkata " tenang buaya , kita akan menyanyi bersama".

" bagaimana caranya aku kan tidak bisa bernyanyi sepertimu?".

" mudah saja buatlah gelembung gelembung air Kemudian aku bernyanyi". Kata burung penyanyi.

Setelah itu buaya memasukkan mulutnya ke dalam air dan membuat gelembung gelembung air sedangkan burung penyanyi bertugas untuk bernyanyi. Suara itu sangat pas dan sangat enak di dengar. dan buaya melakukan seperti itu setiap hari dan mereka menjadi sahabat yang setia.

Baca juga Dongeng Cerita Fabel Lainnya:

Cerita Dongeng Fabel : Domba Cerdik & Harimau Bodoh

 

Pada suatu ketika, seekor Domba jantan sedang berjalan-jalan di padang rumput. Dia mencari rumput yang enak untuk dimakan. Tidak lama kemudian, dia melihat ada hutan di dekat padang rumput itu. Karena ingin mencari tumbuh-tumbuhan selain rumput yang enak untuk dimakan, dia pun masuk ke hutan itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan seekor Harimau. Harimau itu sangat gembira karena melihat hewan yang mungkin bisa dia mangsa, namun juga bingung karena ini adalah pertama kalinya harimau melihat domba.

Sementara itu si Domba sangat ketakutan, walau demikian si Domba mencoba tenang diapun mengajak Harimau itu berbicara.

"Siapa namamu?" tanya si Domba.

"Aku Harimau! Siapa kamu?" Harimau balik bertanya.

"Namaku Domba Yang Hebat" jawab si Domba, walaupun sebenarnya dia sangat gemetaran.

"Apa itu yang ada di kepalamu?" tanya Harimau lagi.

"Oh, itu tombak dan pedangku" jawab Domba.

"Dan apa itu yang bergantung di antara kaki belakangmu?" Harimau bertanya lagi.

"Itu bumbu-bumbu yang aku bawa untuk memasak daging harimau sebelum aku memakannya." jawab Domba.

Harimau sekarang sangat ketakutan. Dia Kemudian berlari pergi secepat yang dia bisa, dan bersyukur karena dia masih hidup.

Ada seekor rubah yang melihat Harimau lari terbirit-birit. Dia kemudian bertanya, "Ada apa denganmu? Kenapa kamu lari ketakutan?"

"Domba jantan itu! Dia hampir saja membunuhku!" jawab Harimau. Dia bersenjatakan pedang dan tombak!"

Rubah yang pintar itu tertawa, Kemudian berkata, "Bagaimana mungkin seekor domba jantan bisa membunuh seekor harimau? Kamu pasti sudah dibodohi oleh domba itu. Ayo kita kesana dan kita beri dia pelajaran."

Tapi Harimau berkata "Tidak, kamu nanti pasti akan lari setelah melihat domba itu, dan meninggalkan aku sendiri di sana."

"Aku tidak akan lari. Kalau kamu tidak percaya, kita ikat saja diri kita berdua dengan sebuah tali. Jadi, bahkan jika aku ingin lari pun aku tidak akan bisa" jawab Rubah.

Harimau setuju dengan usul si Rubah. Mereka kemudian mengikat leher mereka menjadi satu dengan menggunakan seutas tali, dan pergi berjalan mencari si Domba. Mereka menemukan si Domba sedang santai sambil makan tumbuh-tumbuhan yang lezat.

Ketika si Domba melihat Harimau dan Rubah, dia berteriak, "Aha! Akhirnya kamu datang juga Rubah! Bagus kamu membaw harimau untuk menjadi makan siangku. Aku sudah sangat lapar!"

Harimau yang bodoh ketakutan mendengar perkataan si Domba. Dia berpikir Rubah telah menipunya untuk menjadi santapan si Domba.

Dongeng Fabel Terbaru : Harimau Kalah Lomba Lari

Dia Kemudian berbalik dan lari sekencang-kencangnya. Si Rubah berteriak-teriak meminta Harimau untuk berhenti berlari, karena dia ikut terseret. Tapi Harimau tidak mendengarnya, dan terus berlari, sampai akhirnya si Rubah mati karena terseret-seret sangat jauh melintasi hutan itu. "Rubah yang bodoh!" pikir Harimau yang bodoh itu, "Aku hampir saja mati gara-gara dia!".

Temukan juga kisah hewan fabel lainnya pada posting berikut ini:

Cerita Dongeng Fabel : Kisah Kancil dan Buaya

Suatu hari, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati suasana hujan yang asri dan sejuk. Beberapa waktu kemudian, perutnya keroncongan. Ya, kancil yang konon katanya cerdik itu lapar. Ia sedang berpikir untuk mendapatkan mentimun yang letaknya berada di seberang sungai. Tiba-tiba terdengar suara kecipak keras dari dalam sungai. Ternyata itu adalah buaya.

Kancil yang cerdik itu pun punya ide jitu untuk menghilangkan rasa laparnya. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “selamat siang buaya, apakah kau sudah makan?” Tanya kancil berpura-pura.

Namun buaya itu tetap diam, nampaknya ia tertidur pulas sehingga tidak menjawab pertanyaan kancil. Si kancil pun mendekat. Kini jaraknya dengan buaya hanya satu meter saja “hai bbaya, aku punya banyak daging segar. Apakah kau sudah makan siang?” Tanya kancil dengan suara yang dikeraskan.

Buaya itu tiba-tiba mengibaskan ekornya di air, ia bangun dari tidurnya. “ada apa? Kau mengganggu tidurku saja” jawab buaya agak kesal.

“sudah kubilang, aku punya banyak daging segar. Tapi aku malas untuk memakannya. Kau tahu bukan kalau aku tidak suka daging? Jadi aku berniat memberikan daging segar itu untukmu dan teman-temanmu” jawab kancil polos.

“benarkah itu? Aku dan beberapa temanku memang belum makan siang.

Hari ini ikan-ikan entah pergi kemana, sehingga kami tak punya cukup makanan” jawab buaya kegirangan.

“kebetulan sekali, kau tidak perlu khawatir akan kelaparan buaya. Selama kau punya teman yang baik sepertiku. Benarkan? Hehehe” ujar kancil sembari memperlihatkan deretan gigi runcingnya.

“terimaksih kancil, ternyata hatimu begitu mulia. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman di luar sana. Mereka bilang kalau kau licik dan suka memanfaatkan keluguan temanmu untuk memenuhi segala ambisimu” jawab buaya yang polos tanpa ragu-ragu.

Mendengar itu, kancil sebenarnya agak kesal. Namun, ia harus tetap terlihat baik demi mendapatkan mentimun yang banyak di seberang sungai “aku tidak mungkin sejahat itu. Biarlah. Mereka hanya belum mengenalku saja, sekarang, panggilah teman-temanmu” ujar kancil.

Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan siang hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan siang daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” Pekik buaya dengan suara yang sengaja dikeraskan agar teman-temannya cepat keluar.

Tak lama kemudian, 8 ekor buaya yang lain pun keluar secara bersamaan. Melihat kedatangan buaya itu, kancil berkata “ayo berbaris yang rapi. Aku punya banyak daging segar untuk kalian”. Mendengar itu, 9 ekor buaya itu pun berbaris rapi di sungai. “baiklah, aku akan menghitung jumlah kalian, agar daging yang aku bagikan bisa merata dan adil” tipu kancil.

Kancil pun meloncat-loncat girang melewati 9 ekor buaya sembari berkata ‘satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuju, delapan, dan sembilan” hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai.

9 buaya itu berkata “mana daging segar untuk makan siang kami?”.

Kancil terbahak-bahak Kemudian berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan siang kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”.

9 ekor buaya itu pun merasa tertipu, salah satu diantara mereka berkata “akan ku balas semua perbuatanmu”.

Kancil pun pergi sembari berkata “terimakasih buaya bodoh, aku pamit pergi untuk mencari mentimun yang banyak. Aku lapar sekali”.

Temukan pesan moral terbaik dari Dongeng Binatang lainnya yaitu pada posting:

Agar selalu update dengan dongeng fabel terbaru ikuti kami di facebook yah https://www.facebook.com/dongengceritarakyat/

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.