Kumpulan Contoh Cerita Hewan Singkat Indonesia (Fabel)

Tiga cerita fabel yang diposting hari ini kami kelompokan dalam Kumpulan contoh cerita hewan singkat Bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan karena saat akan mendongeng pada anak dengan usia dibawah 5 tahun dibutuhkan contoh cerita hewan singkat yang mudah dipahami namun memiliki amanat moral didalamnya. Dengan memceritakan dongeng dengan pesan moral yang baik, tanpa sadar si anak akan memperaktekan hal yang baik dan akan menolak sifat yang buruk.

  1. Contoh Cerita Hewan Singkat : Seekor Badak Dan Anak Badak

Disebuah padang rumput luas tinggallah hewan-hewan pemakan rumput dan hewan-hewan pemangsa setiap hari hewan-hewan pemakan rumput seperti badak, gajah, zebra, kerbau, sapi, kuda, wild the beast, rusa, merumput dengan tenang meskipun mereka selalu waspada terhadap sergapan dari hewan-hewan pemangsa seperti macan tutul, cheetah, singa, serigala. Saat hewan-hewan ini terlihat berjalan memasuki kawanan hewan pemakan rumput maka seluruh hewan pemakan rumput bersiap untuk berlari menghindari para pemangsa. Begitu juga dengan badak yang tubuhnya sangat besar bahkan lebih besar dari seekor singa jantan dewasa dengan culanya yang kuat pergi ke tempat lain. Meskipun sang badak sama sekali tidak takut dengan para pemangsa namun bagi mereka lebih baik lari daripada harus bertarung denga para pemangsa.

Contoh Cerita Hewan Singkat Seekor Badak Dan Anak Badak

Contoh Cerita Hewan Singkat Seekor Badak Dan Anak Badak

Suatu sore ketika langit sedang cerah berawan kawanan hewan merumput dengan tenang, mereka memakan rumput hijau dan segar, rumput-rumput itu tumbuh subur karena unsur hara tanah padang itu cukup memenuhi kebutuhan rumput-rumput. Namun ketenangan itu menjadi kegaduhan ketika para serigala bersuara dengan pekikan memburu para rusa, para serigala ini berlari secara berkelompok untuk menangkap mangsanya. Pekikan itu terdengar oleh seekor badak dan anaknya yang tengah asik memakan rumput lalu sang badak itu menyuruh anaknya pergi menjauh. Anak badak itu heran dengan sikap ayahnya yang sering pergi ketika para pemangsa berburu padahal ayahnya mampu mematahkan seekor pemangsa dengan sekali hantam menggunakan culanya yang kuat.

Sang anak bertanya kepada ayahnya dengan heran “ayah” kata sang anak badak “kenapa kita harus berlari ketika para pemangsa sedang berburu?” Tanya sang anak dengan heran “anakku kau lihat culaku, badanku yang besar dan kuat serta kulitku yang tebal?” Tanya sang ayah badak “iya aku melihatnya dengan jelas.” jawab sang anak “Cakar seekor singa tidak mampu menembus ke dalam daging di tubuhku karena kulitku sangat tebal, gigitan seekor serigala tidak akan menumbangkanku karena tenagaku besar dan kemampuanku menghantamku mampu menumbangkan seekor singa dengan sekali hantam.” kata sang ayah kepada anaknya “namun aku memiliki amarah yang tidak terkendali, jika aku berdekatan dengan para pemangsa yang selalu membuat ribut itu mungkin aku akan kehilangan kendali dan melukainya.” jelas sang ayah kepada anaknya.

“oh jadi karena hal itulah kenapa ayah selalu membawaku pergi dari hewan pemangsa yang sedang berburu.” kata sang anak badak “yah, begitulah lagi pula lebih baik kita menghindari semua masalah yang bisa terjadi dan bahkan masalah itu hadir karena kecerobohan kita sendiri.” jelas sang ayah badak. Kini mereka berdua meninggalkan tempat itu dan merumput di daerah yang cukup jauh dari pemangsa meskipun mereka harus selalu berpindah-pindah setiap kali para pemangsa itu berburu di dekat mereka.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Singkat : Seekor Badak Dan Anak Badak adalah kelebihan dan kemampuan yang kita miliki hendaknya tidak menjadikan kita sombong. Layaknya padi yang semakin berisi justru semakin menunduk.

  1. Contoh Cerita Hewan Singkat : Seekor Burung Merak Betina, Anjing Dan Seekor Coyote

Suatu pagi seekor burung merak menemui seekor anjing besar yang dipelihara oleh seorang petani kedua hewan tersebut berteman akrab, ketika burung merak menemui sang anjing ternyata sang anjing masih tidur pulas lalu sang burung merak membangunakannya dan mengajaknya berkeliling ladang pertanian. Mereka berjalan di ladang mereka membicarakan tentang sebuah petualangan baru, sebuah petualangan yang cukup seru terlebih mereka merasa bosan bila terus di ladang pertanian. Keduanya setuju untuk pergi dari ladang pertanian keesokan harinya, mereka akan memulai petualangan itu menuju ke sebuah hutan yang cukup lebat dan berbahaya.

Contoh Cerita Hewan Singkat Seekor Burung Merak Betina

Contoh Cerita Hewan Singkat Seekor Burung Merak Betina

Keesokan harinya mereka berkumpul di ladang pertanian dengan penuh semangat, mereka meninggalkan ladang pertanian menuju sebuah hutan. Dalam perjalanan mereka kehutan mereka bertemu dengan hewan-hewan pemangsa seperti ular besar, seekor rubah dan anjing gunung.

Namun mereka berhasil melaluinya. Ketika sampai di hutan hari menunjukan waktu sore hari mereka berjalan mencari-cari tempat untuk bermalam dan mereka menemukan tempat untuk bermalam yaitu sebuah pohon yang cukup rindang dengan lubang di bawah pohon rindang itu yang berbentuk seperti gua. Sang burung bertengger di dahan pohon itu dan sang anjing memasuki lubang di bawah akar pohon tersebut dan mereka beristirahat disana. Keesokan harinya sang burung merak bangun terlebih dahulu namun ketika dia bangun dari tidurnya terlihat di bawah dahan telah duduk seekor coyote berwarna hitam kecokelatan.

Sang coyote sangat senang dengan kehadiaran seekor burung merak yang bertengger di dahan pohon itu, sang coyote berpikir bahwa dia menemukan sarapan pagi yang lezat dia tidak usah berburu di hutan seharian karena tubuh burung merak yang besar itu cukup untuk mengisi perutnya hingga sore hari.

“Wahai burung merak yang anggun, sungguh sangat menyenangkan bisa bertemu dengan burung merak yang indah dan anggun sepertimu, selamat datang di hutan ini aku merasa kita bisa menjadi teman baik di hutan ini.” sapa sang coyote “Aku sangat tersanjung dengan sapaan mu itu tuan coyote yang baik hati.” kata sang burung merak penuh kebahagiaan. Sang anjing mendengar pembicaraan tersebut dan dia segera bangun dari tidurnya, penciumnya memberi tahu bahwa seekor coyote sedang tidak jauh dari tempat dia tidur. “apakah kau mau masuk ke rumahku?” Tanya sang coyote “akan aku jamu kau hidangan yang sangat lezat, paling lezat di hutan ini.” ajak sang coyote “terima kasih atas ajakanmu itu kau memang sangat baik tuan coyote” kata sang burung merak.

Sang coyote tidak mencurigai apapun karena dia sangat fokus terhadap sang burung merak hingga ketika dia akan masuk ke sebuah lubang di akar pohon itu sang anjing menyergap dan menangkap sang coyote itu “kau mencoba menipu temanku, kini kau rasakan akibatnya.” kata sang anjing.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Singkat : Seekor Burung Merak Betina, Anjing Dan Seekor Coyote adalah bantulah teman yang sedang mengalami kesusahan walaupun teman itu tidak memintanya.

  1. Contoh Cerita Hewan Singkat : Musang Dan Kera Yang Menjadi Raja

Sebuah hutan yang telah ditinggalkan oleh sang raja hutan kini hutan itu menjadi tidak memiliki seorang pemimpin, melihat hal itu seekor kura-kura tua yang bijak mendatangi keluarga merpati. Ketika sang kura-kura berkumpul dengan keluarga burung merpati dia meminta kepada keluarga burung merpati agar segera memberitakan ke seluruh hewan penghuni hutan untuk berkumpul dan mengadakan sebuah pertemuan di tengah-tengah hutan ini.

Contoh Cerita Hewan Singkat Musang Dan Kera Yang Menjadi Raja

Contoh Cerita Hewan Singkat Musang Dan Kera Yang Menjadi Raja

Permintaan sang kura-kura tua itu dikabulkan oleh keluarga merpati, lalu keluarga merpati ini membagi-bagi tugas untuk memberitakannya keseluruh hutan mereka di bagi atas arah mata angin yaitu ke utara, timur, selatan dan barat. Para merpati berterbangan dengan tujuan yang telah ditentukan dan memberitakan hal itu kepada semua hewan, para hewan mendengar hal itu dan mereka semua berjalan menuju tengah-tengah hutan untuk berkumpul disana.

Keesokan harinya seluruh hewan telah berkumpul meskipun ada beberapa hewan tidak hadir, sang kura-kura berkata kepada seluruh hewan bahwa mereka harus memilih salah satu dari mereka untuk menggantikan sang raja hutan yang telah meninggalkan hutan ini. Semua hewan setuju dengan usulan sang kura-kura tua, lalu mereka menunjuk hewan yang paling pantas untuk dijadikan sebagai raja hutan, hewan-hewan itu adalah Kera, Macan Tutul, Gajah. Mereka dilombakan untuk menentukan siapa yang pantas menjadi raja dan akhirnya sang keralah yang menjadi raja dari hutan itu.

Namun seekor musang yang hadir pada saat itu sama sekali tidak setuju dengan keputusan mengangkat sang kera menjadi raja. Musang berpikir sang kera tidaklah pantas menjadi raja dari hutan ini, karena kera itu memiliki sifat rakus dan tamak lagi pula dia tidaklah cukup bijaksana, namun sang musang tidak mampu melakukan apa-apa karena keputusan telah ditetapkan.

Setelah sang kera menjadi raja tidak ada satu hewanpun yang dapat membantah titahnya, sang kerapun setiap hari hanya bersantai di dahan pohon sambil menikmati buah-buah yang lezat di hutan itu, namun buah-buah itu tidaklah dia ambil sendiri tetapi dia memerintahkan kera dan monyet untuk mengambilkan seluruh buah yang mereka temui di hutan. Sang musang melihat hal itu dengan sangat kesal, hingga dia pergi ke dekat sungai dan menemukan sebuah perangkap besi untuk menjebak hewan besar seperti kijang, tapir, rusa dan lain-lain.

Perangkap yang dipasang pemburu ini sangat berbahaya maka sang musang memberitakannya kepada sang kera. Kera mendengar berita itu dengan perasaan biasa lalu dia pergi ketempat jebakan itu dengan sang musang, ketika dia melihat jebakan itu dia melihat ada beberapa buah-buahan dan sayuran yang jarang dia lihat di hutan ini menempel di tengah-tengah perangkap, tanpa pikir panjang tangan kera itu mengambil salah satu buah itu dan ketika dia mengambil buah itu perangkap itu langsung menjepit tangan sang kera. Sang kerapun kesakitan meronta-ronta kesana kemari namun sang musang tidak mampu berbuat apa-apa dia memberitakan kepada seluruh hewan hutan kejadian itu, namun hewan hutan kecewa dengan sang raja karena sifatnya yang rakus dan tamak dan akhirnya mereka mengadakan pertemuan kembali untuk memilih raja yang baru.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Singkat : Musang Dan Kera Yang Menjadi Raja adalah pilihlah orang yang baik, cerdas dan bijak untuk menjadi pemimpin. Kesalahan kita saat memilih pemimpin akan menghancurkan kita dimasa yang akan datang.

Selain tiga contoh cerita hewan diatas kami memiliki beberapa cerita hewal fabel yang cocok untuk anak dibawah usia 5 tahun yaitu cerita pendek hewan , cerita dongeng hewan dan kumpulan dongeng tentang hewan

 

 

Video anak islami
author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.