Cerpen Cerita Rakyat yang Pendek dan Mudah dihafal Dari Cina

Cerpen cerita rakyat dari Cina memang selalu memiliki amanat moral yang bisa dipetik. Pada cerita pendek rakyat kali ini pun ada pesan bagus yang bisa kita ceritakan untuk si kecil. Tidak perlu berlama-lama ini dia dua dongeng pendek Cina yang sangat menarik.

Cerpen Cerita Rakyat : Lebih Sayang Harta

Pada zaman dahulu kala, ada sebuah desa yang terletak di tepi sungai.

Desa itu sangat jauh dari perkotaan.

Semua warga yang hendak beraktivitas harus melewati sungai tersebut.

Suatu hari, beberapa penduduk desa hendak pergi ke pasar untuk menjual basil panen mereka.

Mereka harus menyeberangi sungai untuk sampai ke pasar di kota. Mereka, pun menyewa sebuah perahu.

Cerpen Cerita Rakyat yang Pendek dan Mudah dihafal Dari Cina
Cerpen Cerita Rakyat yang Pendek dan Mudah dihafal Dari Cina

Dalam perjalanan, tiba-tiba hujan turun dengan lebat.

Arus sungai yang deras membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik.

Harta benda mereka pun hanyut terbawa arus sungai.

"Sebaiknya kita segera berenang ke tepian! Kita selamatkan diri kita! Tidak usah memikirkan harta benda yang kita bawa sekarang!" seru salah seorang dari mereka.

"Ayo, sepertinya kita bisa ke sana! Di sana ada batu besar!" sahut yang lainnya.

Mereka pun berenang.

Namun, arus sungai semakin deras, membuat batu besar yang ada di tengah sungai tidak tampak lagi.

Orang-orang mulai merasa kelelahan.

Mereka ingin beristirahat, tapi mereka harus segera sampai di tepi sungai agar tidak terbawa arus sungai.

"Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi," ucap seorang lelaki tua.

Orang-orang pun bergegas membantu lelaki tua itu. Mereka bersama-sama berenang sambil menyeret lelaki tua itu ke tepi sungai.

Akhirnya, mereka semua berhasil selamat.

Mereka baru menyadari bahwa salah satu dari mereka masih tertinggal di tengah sungai.

Dia adalah saudagar kaya. Saudagar itu tampak kelelahan.

Rupanya, ia membawa emas-emas yang sangat berat, sehingga ia jadi terhambat dan tak bisa berenang cepat.

Orang-orang pun menyuruh saudagar kaya itu untuk membuang emasnya agar ia bisa selamat.

Namun, saudagar kaya itu lebih menyayangi emas-emasnya daripada nyawanya.

Ia tetap bersikeras membawa kantong emasnya yang berat.

Akibatnya, saudagar kaya itu terbawa anus sungai yang semakin besar bersama dengan emas-emasnya.

Pesan moral dari Cerpen Cerita Rakyat : Lebih Sayang Harta adalah harta bukanlah segalanya. Yang utama adalah keselamatan diri sendiri. Jadi, bijaklah dalam bertindak.

Dongeng Pendek Anak : Kakak Adik yang Egois

Alkisah ada kakak beradik yang sangat gemar memancing.

Setiap hari, sebelum fajar datang, mereka selalu pergi ke sungai untuk memancing.

Saat fajar datang, banyak ikan-ikan besar berada di tepian.

"Ayo, cepatlah bangun! Pagi ini kita harus mendapatkan ikan besar, agar nanti siang kita bisa makan ikan," ucap sang kakak.

"Iya, sebentar lagi," sahut adiknya yang baru bangun tidur.

Rupanya, sang adik masih sangat mengantuk, karena semalam ia begadang.

Padahal, kakaknya sudah mengingatkannya untuk tidak begadang, agar bisa bangun sebelum fajar.

Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di sungai.

"Karena kau masih mengantuk, biar aku saja yang memancing. Aku akan menangkap ikan besar, lalu akan aku goreng untuk menjadi makan siang," celetuk sang kakak.

"Siapa bilang aku masih mengantuk? Aku sudah bangun dari tadi. Apakah kau tidak melihatku yang berjalan sampai ke sungai?" ucap adiknya, kesal.

"Aku saja yang memancing. Aku akan menangkap ikan besar, lalu akan kujadikan ikan bakar," lanjut adiknya.

"Tidak bisa. Aku yang lebih tua. jadi, aku yang memutuskan bahwa nanti siang kita akan makan ikan goreng," gerutu sang kakak.

"Aku tidak mau ikan goreng! Aku mau ikan bakar!" jawab adiknya.

Ia tampak sangat kesal.

Mereka berdua bertengkar cukup lama. Sang kakak yang lebih tua, merasa dirinya berhak menentukan segalanya.

Sedangkan sang adik yang lebih muda, merasa semua keinginannya harus dipenuhi.

Olala, tanpa mereka sadari, hari sudah siang. Matahari pun bersinar dengan teriknya. Ikan-ikan tak lagi berada di tepian dan sudah berhamburan masuk ke tengah sungai.

Terkena panas matahari membuat kakak beradik itu menyadari kesalahan mereka.

Karena keegoisan masing-masing, mereka tidak jadi memancing dan tidak bisa menikmati ikan hari ini.

Mereka pun pulang dengan tangan kosong.

Pesan moral dari ringkasan cerita rakyat pendek ini adalah buanglah keegoisanmu, dan mengalahlah dalam kebaikan.

Baca juga cerita rakyat yang singkat dan menarik yang ada di blog ini seperti cerpen malin kundang dan cerita rakyat pendek danau toba.

Ikuti kami di https://facebook.com/dongeng-cerita-rakyat dan baca juga kumpulan cerita rakyat pendek terbaik pada link berikut ini https://dongengceritarakyat.com/kumpulan-cerita-rakyat-pendek-nusantara-terbaik-dan-terpopuler/

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.