Cerita Rakyat Dongeng Korea Selatan Paling Terkenal

Advertisements

Dongeng Korea Selatan yang kami posting pada hari ini adalah cerita rakyat Korea Selatan yang sangat terkenal. Cerita anak yang diceritakan secara turun menurun ini memiliki pesan moral yang sangat baik. Banyak sekali cerita rakyat dari korea selatan yang ada di blog ini. Gunakan menu pencarian jika kalian ingin membaca dongeng anak pendek yang berasal dari negara tersebut. Yuk kita ceritakan Legenda ini nanti malam sebelum si kecil tidur.

Cerita Rakyat Dongeng Korea Selatan : Kisah Nolbo dan Heungbo

Nolbo dan Heungbo adalah kakak beradik. Mereka berdua sudah mempunyai istri.

Mereka semua hidup di satu rumah yang sama.

Rumah itu adalah rumah warisan dari orang tua mereka.

Namun, Nolbo dan istrinya sangat jahat kepada Heungbo.

Advertisements

Suatu hari, Nolbo mengusir Heungbo dan istrinya dari rumah itu.

Heungbo sangat sedih. Ia tak tahu harus tinggal di mana.

"Bagaimana ini, suamiku? Apa yang harus kita lakukan?" tanya istri Heungbo.

Heungbo dan istrinya terus berjalan tanpa arah.

Tiba-tiba, mereka menemukan sebuah gubuk di dalam hutan.

Mereka lalu tinggal di dalam gubuk itu.

Advertisements

Meskipun sangat sederhana, namun mereka sama sekali tak mengeluh.

Mereka pun hidup sangat bahagia.

Suatu hari, ada gerombolan burung layang-layang hinggap di atap gubuk Heungbo.

Rupanya, ada seekor ular yang mengganggu mereka.

Salah satu burung layang-layang terluka kakinya, hingga tak bisa berjalan,

Heungbo dan istrinya langsung menolong burung layang-layang itu. Tak lupa, mereka juga menyingkirkan ular yang jahat itu.

"Aku akan merawat burung ini sampai ia sembuh," ujar istri Heungbo.

Advertisements

Mereka merawat burung itu dengan sangat baik.

Akhirnya, burung itu sembuh dan bisa terbang kembali, meskipun kakinya masih pincang.

Burung itu lalu terbang menemui Ratu Burung.

Ia menceritakan kebaikan keluarga Heungbo.

"Sungguh sangat baik keluarga Heungbo itu. Kau harus memberikan hadiah kepada mereka," ujar Ratu Burung.

Ratu Burung lalu memberikan sebuah biji berwarna putih.

Ia memerintahkan burung layang-layang untuk menghadiahkan biji tersebut kepada keluarga Heungbo.

"Berikan ini kepada Heungbo," pinta Ratu Burung.

Dengan segera, burung layang-layang itu kembali ke gubuk Heungbo.

Ia menjatuhkan biji itu tepat di ladang milik Heungbo.

Ladang itu terletak di depan gubuk Heungbo.

"Biji itu adalah biji ajaib. Semoga kalian menyukainya," ujar burung layang-layang sambil berlalu.

Beberapa hari kemudian, biji ajaib itu tumbuh menjadi pohon yang sangat besar.

Hal itu membuat Heungbo dan istrinya takjub.

Pohon itu juga berbuah aneh dan amat besar.

"Ayo,kita belah salah satu buah dari pohon ini, suamiku," ajak istri Heungbo.

Heungbo langsung membelah buah pohon ajaib itu.

Olala, buah itu berisikan banyak emas yang berkilau.

Hal itu membuat Heungbo dan istrinya sangat gembira.

"Kita coba buka lagi buah berikutnya," ucap Heungbo.

Heungbo kembali membelah buah berikutnya.

Lagi-lagi, buah itu berisikan hal yang tidak terduga.

Buah kedua berisikan kain sutra yang sangat indah.

Betapa senangnya Heungbo dan istrinya.

Kemudian Heungbo membuka buah berikutnya. Ternyata buah ketiga berisi peralatan yang sangat cantik dan mewah.

Ketika buah terakhlr yang dibuka Heungbo dan istrinya.

Wah, lima orang pelayan keluar dari dalam buah ajaib itu.

Mereka langsung melayani Heungbo dan istrinya.

Sejak saat itu, Heungbo dan istrinya menjadi orang kaya.

Heungbo sangat berterima kasih kepada burung layang-layang.

Padahal, dulu Heungbo menolong, burung layang-layang tanpa mengharap imbalan.

Kabar kakayaan Heungbo pun terdengar kakak Heungbo, yaitu Nolbo.

Nolbo menjadi penasaran, bagaimana adiknya bisa menjadi kaya raya.

"Aku akan menemui Heungbo, dan menanyakan apa yang membuatnya menjadi kaya," ujar Nolbo kepada istrinya.

Nolbo dan istrinya pun pergi ke rumah Heungbo. Meskipun Heungbo telah diperlakukan dengan jahat, tapi Nolbo dan istrinya tetap disambut dengan hangat di rumah Heungbo yang megah.

Nolbo pun mengutarakan maksud kedatangannya.

Tanpa rasa curiga, Heungbo bercerita, bahwa kekayaannya itu karena dia menolong seekor burung layang-layang yang pincang.

Timbullah ide jahat Nolbo.

Suatu hari, Nolbo mengambil beberapa batu kecil.

Kemudian, ia melemparkan batu itu ke arah burung layang-layang. Olala, salah satu burung layang-layang terjatuh hingga kakinya patah.

Nolbo bergegas mengambil burung itu.

Ia menyuruh istrinya untuk merawat burung itu sampai burung itu sembuh.

Setelah burung layang-layang itu sembuh, Nolbo dan istrinya melepaskannya.

Burung itu langsung menemui Ratu Burung dan menceritakan semuanya.Tentu saja, Ratu Burung amat march begitu mengetahui Nolbo sengaja mencelakakan burung layang-layang.

"Berikan sebutir biji hitam ini kepada Nolbo. Dia pantas mendapatkannya,- ujar Ratu Burung.

Burung layang-layang pun pergi ke rumah Nolbo. ia menjatuhkan biji hitam itu tepat di depan rumah Nolbo.

Dalam beberapa hari, potion itu tumbuh besar dan berbuah. Namun. buahnya berwarna hitam. Nolbo dan istrinya sangat senang. Mereka sudah tak sabar ingin membelah buah-buah itu.

Nolbo membuka buah pertama. Olala, yang keluar adalah sekelompok rahib yang membawa lumpur.

Mereka menyiramkan lumpur itu kepada Nolbo dan istrinya.

Nolbo dan istrinya pun menjadi kesal, sekaligus bingung.

Buah kedua mereka belah. Wah, buah itu berisikan hantu!

Bahkan, hantu-hantu itu membawa pedang.

Hantu itu sungguh menakutkan.

Tapi, tidak hanya itu. Semakin terkejutlah Nolbo dan istrinya saat membuka buah ketiga.

Ternyata buah ketiga berisi ular dan katak.

Cerita Rakyat Dongeng Korea Selatan
Cerita Rakyat Dongeng Korea Selatan

Binatang-binatang itu menyebar ke penjuru rumah.

Nolbo dan istrinya pun menyesal telah berbuat jahat kepada Heungbo.

Sejak saat itu, Heungbo dan Nolbo hidup rukun dan damai.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Dongeng Korea Selatan adalah

Berterimakasihlah kepada orang yang sudah membontu kita.

Selalu berbuat baiklah, karena berbuat baik tak akan merugikan kita.

Jangan membalas perbuatan buruk dengan perbuatan buruk, tapi balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik.

Baca juga kisah rakyat lainnya pada posting kami berikut ini:

Dan jangan lupa ikuti kami di facebook https://www.facebook.com/dongeng-cerita-rakyat/

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.