Cerita Pendek Islami : Contoh Mukmin Yang Husnul Khatimah

Cerita pendek islami ini bercerita mengenai beberapa orang mukmin yang meninggal dengan cara yang baik (Husnul Khatimah). Yuk kita baca ceritanya.

Cerita Pendek Islami : Ruh Seorang Mukmin

Cerita Pendek Islami Salman al-Farisi

Menjelang kematiannya, Salman al-Farisi sakit perut. Ia dijenguk oleh teman-temannya.

Di tengah kunjungan itu, Salman berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, di mana minyak misk yang kita beli dari Balanjar?”

Istrinya menjawab, “Ini.”

Advertising
Advertising

Salman melanjutkan, “Tuanglah minyak itu ke dalam air, kemudian aduklah. Setelah itu, cipratkan di sekitar tempat tidurku. Saat ini sedang ada satu golongan yang bukan manusia dan jin sedang menjengukku.”

Istrinya pun melaksanakan perintah suaminya. Mereka, istri dan para teman yang menjenguk Salman, meninggalkan Salman seorang diri.

Setelah beberapa lama, mereka kembali menemui Salman.

Saat itu Salman didapati telah meninggal dunia.

Hal ini menandakan bahwa ruh seorang Muknin hidup dengan bebas dan ia dapat mengetahui kedatangan golongan malaikat karena keimanannya. Hal itu sebuah karunia yang diberikan Allah kepada orang Mukmin.

Pada kisah yang lain disebutkan bahwa Salman berkata kepada Abdullah, “Wahai Saudaraku, bila di antara kita ada yang meninggal sebelum yang lainnya, ia akan menjenguknya.”

Abdullah menjawab, “Bagaimana mungkin?”

Kata Salman, “Mungkin saja, karena ruh seorang Mukmin hidup dengan bebas. Ia akan pergi di dunia ini sesukanya sedangkan ruh orang kafir terpenjara di neraka Sijjin.”

Kemudian, Salmanlah yang lebih dulu meninggal.

Abdullah mengisahkan bahwa di suatu siang, ketika ia sedang berbaring di tempat tidurnya, ia tertidur dan bermimpi bahwan Salman mendatanginya dan mengucapkan salam.

Abdullah menjawab salam itu lalu bertanya, “Wahai Abu Abdillah, bagaimana keadaan rumahmu sekarang?”

Salman menjawab, “Baik. Kamu harus banyak bertawakal karena sebaik-baik sesuatu itu adalah tawakal.”

Salman mengulangi ucapannya hingga tiga kali.

Salman adalah seorang yang saleh sehingga ia diberikan anugerah.

Ruhnya dapat mendatangi orang yang masih hidup ketika Salman telah meninggal dunia.

Salman berpesan kepada Abdullah agar bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta`aala karena sebaik-baik sesuatu adalah tawakal.

Pesan dari cerita ini adalah bertawakal dan berimanlah kepada Allah SWT niscaya engkau akan mendapatkan kasih sayang dari Allah dan dilimpahkan banyak kenikmatan.

Beriman dan bertawakal kepada Allah tidak akan mendatangkan kerugian sedikit pun, namun membawa akhir yang membahagiakan.

Allahu’alam bish shawwab.

Cerita Pendek Islami : Akhir Amal di Waktu Shubuh

Seorang hamba Mukmin sedang berada dalam sakaratul mautnya. Saat itu ia berada di antara teman-temannya.

Ia baru saja lari dari kota asalnya karena fitnah yang menimpa dirinya.

Malam hari sebelumnya, hamba yang Mukmin berkata kepada teman-tamannya, “Bagaimana kabar kalian?”

Teman-temannya menjawab, “Tidak baik.”

Shubuh harinya, hamba Mukmin ini berkata kepada salah seorang temannya, “Wahai Hisam,

aku merasakan dinginnya pagi ini, coba rasakanlah!”

Ia pun berdoa, “Ya Allah, jadikanlah akhir amalku pada waktu Shubuh.”

Setelah itu, hamba yang Mukmin ini bersegera mengambil wudhu dilanjutkan dengan shalat. Pada rakaat pertama, ia membaca surah al-Faatihah dan surah    al-Aadiyat.

Saat rakaat kedua, ia membaca surah al-Faatihah dan satu surah lainnya. Kemudian, ia mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam dan menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Setelah itu, ia meninggal.

Bila seseorang meminta kebaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta`aala di akhir hidupnya dan berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh untuk melaksanakannya.

Niscaya Allah akan mengabulkannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh hamba yang Mukmin yang meminta agar akhir amalnya berada pada waktu Shubuh.

Hamba itu bersegera untuk berwudhu dan melaksanakan shalat dua rakaat.

Setelah ia berjumpa Tuhannya melalui shalat, ia segera dipanggil Tuhannya dan meninggal dalam keadaan telah shalat. Sebuah akhir yang baik. Subhanallah!

Baca juga cerita anak Islami lainnya yaitu: