Cerita Pendek Hewan : Anak Burung Unta Dan Ibunya

Cerita Pendek Hewan : Anak Burung Unta Dan Ibunya ini sangat sederhana sehingga kurang cocok untuk anak usia diatas 5 tahun. Untuk anak yang sudah sekolah beberapa dongeng ini akan menarik untuk dibaca cerita rakyat indonesia , cerita dongeng anak , kumpulan cerita rakyat legenda , dan cerita rakyat fabel

Cerita Pendek Hewan : Kisah Anak Burung Unta Dan Ibunya

Suatu hari seekor anak burung unta mencari makan. Ia tidak di dekat induknya, anak burung unta itu mencari makanan seperti serangga-serangga, kadal atau binatang-binatang kecil lainnya. Ketika anak burung unta itu pergi ke rerumputan yang kering, tidak sengaja burung unta itu mengagetkan dua ekor burung gagak yang sedang mencari makanan di rerumputan itu, burung-burung itu terbang jauh ke atas langit dan sang anak burung unta itu merasa heran “Aku ini adalah seekor burung tapi aku tidak pernah terbang seperti itu, apakah aku bisa terbang seperti burung-burung gagak itu.” kata sang burung unta denga heran.

Cerita Pendek Hewan Anak Burung Unta Dan Ibunya

Cerita Pendek Hewan Anak Burung Unta Dan Ibunya

Setelah anak burung unta itu melihat para gagak terbang dengan bebasnya, anak burung unta itu langsung mencoba megibas-kibaskan sayapnya yang sangat pendek sambil meloncat-loncat, namun hal itu tidak membuatnya terbang seperti burung-burung gagak.

Anak burung unta itu kesal karena dia tidak bisa terbang seperti burung gagak, setelah mencoba melakukan apa yang burung gagak lakukan, burung unta ini mencari cara lain untuk bisa terbang kelangit sambil berjalan dia mencari-cari cara hingga akhirnya dia bertemu dengan seekor burung puyuh. Anak burung unta itu sedikit heran dengan seekor burung puyuh itu, anak burung unta itu memperhatikan gerak-gerik sang burung puyuh dia terus saja mencari makanan di darat dan tidak terbang “Apa dia seperti diriku tidak mampu terbang?” gumam anak burung unta itu, kemudian anak burung unta itu mendekatinya dan bertanya :”Tuan puyuh apa kau tidak bisa terbang seperti diriku?” sang puyuh menjawab “Aku bisa saja terbang namun tidak mampu terbang tinggi, aku hanya mampu terbang pendek itupun untuk menghindari dari pemangsa.” anak unta itu bertanya :”bagaimana cara kau melakukannya tuan puyuh?” sang puyuh menjawab “mula-mula aku berlari dengan cepat setelah itu aku mengepak-ngepakan sayapku dan akupun terbang.” mendengar penjelasan sang puyuh, anak burung unta itu mencoba melakukan apa yang telah burung puyuh jelaskan kepada dirinya.

Kini anak burung unta itu berharap mampu terbang seperti sang burung puyuh, anak burung unta itu berlari dengan sangat kencang kemudian dia membuka sayapnya dan mengepak-ngepakan sayapnya namun tetap saja kakinya terus menempel di atas tanah dan badannya tidak bisa melayang di udara.

Anak burung unta itu tidak putus asa dia terus mencoba dan akhirnya dia merasa lelah. Ternyata apa yang dilakukan oleh sang anak burunng unta itu ditonton oleh ibunya, ibunya kini mendekati dirinya dan berkata :”kenapa kau tidak bisa terbang seperti burung-burung yang lain, coba perhatikan diriku aku akan terbang dan kau tahu dimana letak kesalahanmu, kau tidak melompat saat akan terbang.” kemudian sang ibu burung unta itu berlari dengan kencang lalu melompat sambil mengibas-ngibaskan sayapnya namun dia tetap tidak mampu terbang.

Pesan Moral dari Cerita Pendek Hewan Anak Burung Unta Dan Ibunya adalah setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kita hendaknya bersyukur dengan apa yang kita miliki.

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.