Kumpulan Dongeng Singkat Jepang : Taro dan Penyu Laut

Kumpulan dongeng singkat Jepang yang satu ini menjadi kesukaan kami. Kisah Taro dan Penyu laut mengajarkan kita untuk menjadi orang yang baik. Yuk kita baca dan temukan pesan moralnya.

Kumpulan Dongeng Singkat Jepang : Kisah Taro dan Penyu Laut

Urashima Taro adalah anak dari nelayan miskin. Setiap hari, dia membantu ayahnya menangkap ikan. Karena rajin, akhirnya Taro menjadi nelayan yang tangguh.

Suatu hari, Taro berlayar sendiri. Saat memeriksa jaring miliknya, Taro melihat ada seekor penyu yang tertangkap.

Tiba-tiba, penyu itu berbicara, “Aku terlalu kecil untukmu, dagingku juga tidak enak untuk dimakan. Kumohon, kembalikan aku ke laut,” kata penyu.

Advertising
Advertising

Taro pun terkejut mendengar penyu itu bisa bicara. Taro menjadi kasihan dan melepaskan penyu itu.

Beberapa tahun kemudian, Taro kembali pergi berlayar. Tanpa diduga, datang badai besar. Ombak bergulung sangat tinggi. Kapal Taro sampai hancur dihantam badai.

Taro berusaha berenang. Namun, pantai masih jauh.Akhirnya, Taro merasa kelelahan dan dia mulai tenggelam.

Tiba-tiba, muncul seekor penyu besar. “Naiklah ke punggungku, aku akan membantumu,” kata penyu.

Taro kemudian naik ke punggung penyu. Penyu itu mulai berenang menuju pantai.

“Aku adalah penyu kecil yang dulu kau lepaskan. Sebelum ke pantai, maukah kau melihat dasar laut? Di sana ada kerajaan bawah laut yang sangat indah,” ajak penyu.

Taro menjadi penasaran. Akhirnya, dia mengikuti ajakan penyu. Mereka lalu menyelam sampai dasar taut. Setibanya di istana, dia disambut oleh Dewi Laut.

“Selamat datang, Taro. Aku adalah Dewi Laut. Penyu itu adalah pelayanku. Terima kasih karena dulu kau melepaskan penyu kembali ke laut,” kata Dewi Laut.

Kumpulan Dongeng Singkat Jepang

Dewi Laut pun mengajak Taro melihat-lihat istananya yang indah. Istana itu dilapisi emas, kristal, dan permata.

Sore harinya, penyu mengantarkan Taro pulang ke daratan. Sebelum pulang, Dewi Laut memberi Taro banyak emas dan permata.

Akhirnya, Taro pulang ke rumah. Lalu, dia memberikan semua emas itu kepada orangtuanya. Sejak saat itu mereka tidak lagi hidup miskin.

Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Singkat Jepang ini adalah Tolong-menolong. Kita harus tolong-menolong. Jika ada orang lain sedang kesusahan, berusahalah untuk membantunya.

Baca juga Kumpulan Dongeng Singkat Jepang terbaik kami lainnya Kumpulan Dongeng Anak Anak Terbaik dari Jepang dan Korea