Dua Cerita Rakyat Terkenal dari Inggris dan Cina

Malam ini mari kita ikuti cerita rakyat terkenal yang berasal dari Inggris dan Cina. Kedua cerita rakyat populer ini mengajarkan kita beberapa hal. Untuk lebih tahu mengenai pelajaran apa yang dapat dipetik. Baca ceritanya sampai selesai yah.

Cerita Rakyat Terkenal : Pilihan Pangeran Athur (Inggris)

Raja sedang bingung dengan Pangeran Athur. Dari sekian banyak putri yang datang dari kerajaan tetangga, tak ada satupun yang cocok di hatinya. Padahal Raja ingin agar Pangeran Athur segera menikah.

"Kau harus segera menentukan pilihan. Untuk menjadi seorang raja, kau harus menikah terlebih dahulu," ucap Raja.

Pangeran Athur tetap bergeming. Ia merasa belum menemukan putn yang sempurna bagi dirinya. Pangeran Athur memang pangeran yang tampan. Ia juga pintar dan bijaksana. Pantas saja banyak putri dari kerajaan tetangga suka dengannya.

Berhari-hari Pangeran Athur memikirkan perkataan ayahnya. Ia pun duduk termenung dan menyendiri. Tiba-tiba, ada seorang pemuda yang menemuinya "Aku tahu kau sedang bingung untuk menentukan siapa yang akan menjadi istrimu. Sebaiknya sekarang kau ikut denganku. Oh iya, namaku Theo. Aku seorang pengembara," ujar pemuda tersebut.

Pangeran Athur senang bertemu dengan Theo. Ia pun mengikuti Theo ke suatu tempat. Rupanya Theo membawa Pangeran Athur ke rumah nelayan. Nelayan itu memiliki istri yang bertubuh sangat pendek. Istrinya menyiapkan makanan yang enak untuk Pangeran Athur dan Theo. NeIayan itu lalu mempersilakan Pangeran Athur dan Theo untuk mencicipi masakan istrinya. Memang benar-benar enak.

“Nelayan, kenapa kau menikahi seorang perempuan yang bertubuh sangat pendek? Padahal masih banyak perempuan cantik di luar sana.” tanya Pangeran Athur.

"Istri saya memang bertubuh pendek.Tetapi saya mencintainya, dan dia juga pandai memasak. Saya suka itu,"jawab Nelayan.

Pangeran Athur mengerti dengan penjelasan Nelayan.. Pangeran dan Theo lalu pamit. Theo mengajak Pangeran Athur ke rumah petani. Rumah petani sungguh rapi dan bersih. Tetapi istri petani bertubuh gendut dan tidak cantik.

"Petani, kenapa kau mau menikahi perempuan yang bertubuh gendut? Padahal perempuan yang cantik itu banyak," tanya Pangeran Arthur.

Cerita Rakyat Terkenal : Pilihan Pangeran Athur

“Istri saya memang bertubuh gendut. Tetapi, aku menyayanginya. Dan dia juga sangat rajin. Lihatlah, rurnahku selalu rapi dan bersih. Dia juga selalu memperhatikan semua keperluanku," jawab Petani

Pangeran Athur pun mengerti. Hari sudah semakin sore, maka Pangeran Arthur pamit pulang bersama dengan teman barunya, Theo. Sesampainya di istana, Ia bertemu dengan pelayan. Pelayan itu memiliki istri yang sangat cerewet.

"Pelayan, kenapa kau mau memiliki seorang istri yang cerewet sepertinya?" tanya Pangeran Athur. Pelayan itu tersenyum mendengar pertanyaan sang pangeran.

"Meskipun cerewet, tapi istriku sangat baik," jawab sang pelayan, mantap."la selalu memerhatikan setiap keperluanku. Aku sangat mencintainya."

Kini Pangeran Athur sadar bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. Yang terpenting adalah cinta dan ketulusan. Olala... Theo lalu membuka ikat kepalanya. Rupanya Ia adalah seorang putri dari kerajaan tetangga Putri Rosa namanya. Ia menyamar untuk menyadarkan Pangeran Athur.

Pangeran Athur akhirnya menemukan calon istri yang tepat, yaitu seseorang yang telah menyadarkannya. Ya! Pangeran Athur akhirnya menikah dengan Putri Rosa, seorang putri yang cantik dan baik hati.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Terkenal : Pilihan Pangeran Athur (Inggris) adalah tak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Jadi, terimalah temanmu apa adanya.

Dongeng Anak Populer : Kekhawatiran Yang Berlebihan (Cina)

Ada seorang pemuda yang sedang duduk. Wajahnya tampak ketakutan. Ia embayangkan jika langit akan runtuh, lalu bagaimana ia akan menyelamatkan diri.

“Bagatmana Ini? Aku harus lari ke mana jika langit runtuh.” guman pemuda itu. Wajahnya tampak ketakutan.

Setiap hari pemuda itu selalu memikirkan tentang langit runtuh. Nafsu makannya jadi berkurang. Saat malam tiba, ia pun tak bisa tidur dengan nyenyak. Ia takut jika tiba-tiba langit akan benar-benar runtuh.

Alhasil pemuda itu menjadi kurus. Kerjanya setiap hari hanya memandangi langit. Ia duduk di teras rumahnya dengan wajah ketakutan. Tiba-tiba temannya lewat.

"Kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu?" tanya sang teman.” Apa kau sedang tak enak badan?"

"Aku takut, bagaimana kalau langit itu runtuh. Mau lari ke mana aku ini," ucap pemuda

Dongeng Anak Populer

"Langit tak akan runtuh. Dari zaman dahulu juga belum ada sejarahnya langit itu runtuh," ucap temannya.

Benar juga apa yang dikatakan oleh temannya. Jadi ia tak perlu lagi ketakutan perihal langit runtuh. Tetapi ia masih memikirkan hal yang aneh. Sekarang malah ia memikirkan tentang bumi yang hancur.

"Kau benar, langit tak akan runtuh. Lalu bagaimana jika bumi hancur?" tanya si pemuda.

Temannya mengembuskan napas. Kenapa pemuda itu harus memikirkan hal-hal yang tak penting. Masih banyak hal lain yang harus dipikirkan.

"Apakah kau pernah dengar bumi runtuh? Dari nenek moyang kita dulu, belum pernah terjadi bumi runtuh. Bumi itu terbuat dait tanah yang sama sekali tak bersela, mana mungkin bisa runtuh," ucap temannya.

Pemuda itu lalu tersenyum dan membenarkan perkataan temannya. Pemuda itu memang selalu memikirkan hal-hal yang tak penting.

Pesan moral dari Dongeng Anak Populer : Kekhawatiran Yang Berlebihan (Cina) adalah jangan selalu memikirkan hal-hal yang hanya akan merugikan diri sendiri. Masih banyak hal penting yang harus dikerjakan

Video anak islami
author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.