Dongeng Anak PAUD : Gajah Yang Baik Hati

5 comments 5181 views

Cerita kali ini merupakan lanjutan dari fabel dongeng sebelum tidur gajah yang baik hati, tentu adik-adik sudah membaca dongeng tersebut kan? Cerita anak yang mengisahkan kebaikan hati dari si gajah yang bertubuh besar. Lalu bagaimana kelanjutan cerita si gajah baik hati itu? Silahkan baca kisah selanjutnya dongeng anak paud gajah yang baik hati.

Kisah Dongeng Anak PAUD : Gajah Yang Baik Hati

Kisah Dongeng Anak paud Gajah Yang Baik Hati

Kisah Dongeng Anak paud Gajah Yang Baik Hati

Tindakkan Kancil masuk kedalam itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Ia tidak berpikir bagaimana caranya ia naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam tersebut. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

‘’Tolong.’’ Toloooonggggg..!’’

Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh sang Gajah yang kebetulan sedang berjalan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’

“Aku… tolong aku..! jawab si Kancil.

“Siapa kau?’’ Tanya Gajah.

‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’

‘’Kenapa kamu bisa di dalam kolam ini? Dan berteriak meminta tolong.’’

Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.

‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’

“Yang benar kau mendapat ikan?’’

‘’Bener..benar ! aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’

‘’Tapi bagaimana caranya aku turun kebawah.’’

‘’Sebaiknya kamu langsung turun saja kebawah. Sebab jika tidak cepat-cepat ikan ini bisa lepas.!’’

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.

‘’Cil. Mana ikan yang kau dapatkan ?’’

‘’Ada di sepasang kakiku.’’ Kata Kancil.

‘’Kalau aku menolongmu. Lalu bagaimana caranya aku naik dari kolam ini.?’’

Kini Kancil terdiam. Ia tidak menyangka gajah dapat berpikir sejauh itu. Tidak seperti dirinya, karena kehausan langsung terjun kedalam kolam. Tanpa berpikir akibatbya.

‘’Kau mau memanfaatkanku ya Cil?’’ kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah.

Kancil hanya terdiam.

‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran.’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.

‘’Waduh.. Pak Gajah. Aku mohon tolonggggg….!’’

Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan.

‘’Toolongg.. tolongggg.’’

Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.

‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan mati kaku di tempat ini.’’ Kancil mulai membayangkan akhir hidupnya ditempat ini.

Lalu Kancil berteriak dengan keras.’’ Wahai langit dan bumi! Dan seluruh binatang yang berasa di hutan. Aku bersumpah tidak akan menipu untuk kepentinganku dan keselamatanku sendiri, kecuali……!

Ketika Kancil mengucapkan kata kecuali, Kancil sengaja mengecilkan suaranya sehingga hampir tidak terdengar lagi. Tak di sangka ternyata Gajah tiba-tiba muncul di tepi kolam. Ternyata Gajah tidak benar-benar meninggalkan Kancil sendirian dan sengaja menyembunyikan dirinya. Ia penasaran mendengar ucapan kancil yang terakhir.

“Kecuali apa?’’ tanya Gajah penasaran.

Kancil terkejut mendengar suara Gajah.

‘’Pak Gajah? Kau kembali lagi?’’

‘’Jawab pertanyaanku Cil. Kecuali apa?’’

‘’Hmm. Kecuali terpaksa untuk menyelamatkan diri. Karena aku hewan kecil yang serimg terancam oleh Harimau, Singa, Srigala, dan binatang lainnya yang jahat.’’

‘’Oh begitu..?’’ sahut Pak Gajah. ‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’

‘’Benar Pak Gajah.’’

‘’Betul?’’

Betul Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’

‘’Baiklah sekarang aku akan menolonhmu Cil.’’ Kata Gajah.

Gajah menjulurkan belalainya yang sangat panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata.

‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya.

 

Pesan Moral dari Dongeng Anak PAUD Gajah Yang Baik Hati adalah janganlah perbuatan baik orang lain kita balas dengan kejahatan

Video anak islami
author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.