Cerita Rakyat Sulawesi Selatan Paling Terkenal

Kalau bicara tentang cerita rakyat Sulawesi Selatan, cukup banyak cerita rakyat dari provinsi ini dan kesemuanya memiliki sisi moral yang baik dan menarik untuk disimak. Cerita rakyat tersebut bahkan menjadi ciri khas khusus dalam literasi budaya dan sejarah Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan sendiri, cerita rakyat diciptakan dengan berbagai tujuan. Beberapa di antaranya diciptakan untuk tujuan penanaman nilai moral, pembentukan karakter bagi generasi muda dan mandat budaya setempat. Lantas, apa sajakah cerita rakyat yang berasal dari Sulawesi Selatan? Berikut informasinya!

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan Paling Terkenal

1. Cerita rakyat I Laurang Manusia Udang

Cerita rakyat I Laurang Manusia Udang merupakan sebuah cerita rakyat yang sangat populer. Dikisahkan dalam cerita ini bahwa I Laurang merupakan sosok anak yang lahir dengan kondisi seperti udang.

Ketika I Laurang kecil, ibunya sangat suka menceritakan kisah tentang raja yang memiliki tujuh puteri kepada I Laurang. Tak disangka, kisah tersebut ternyata kisah nyata dan I Laurang mengetahui bahwa ada seorang raja yang memiliki tujuh puteri.

I Laurang berbicara kepada ibunya bahwa dirinya ingin menikah dengan salah satu puteri raja tersebut. Dengan rasa malu, orang tua I Laurang mencoba melamar puteri raja sesuai apa yang diinginkan oleh I Laurang.

Akan tetapi enam dari tujuh puteri tersebut menolak lamaran I Laurang. Namun masih ada si bungsu yang bisa memberi harapan dan ternyata si bungsu menerima lamaran I Laurang.

Mendengar kabar tersebut, I Laurang pun sangat berbahagia. Ia keluar dari cangkang kulit udang yang selama ini membungkus dirinya. Ternyata paras I Laurang sangat tampan. Karena ketampanan tersebut, saudara istrinya merasa iri kepada si bungsu yang dipersunting I Laurang.

Merasa kesal dengan si bungsu, saudaranya memiliki suatu rencana. Suatu hari I Laurang diutus untuk pergi berdagang dan harus meninggalkan istrinya. Namun I Laurang sadar dengan tabiat buruk saudara istrinya sehingga ia mewanti – wanti istrinya agar berhati – hati.

Sebelum pergi, I Laurang memberikan sebuah telur dan pinang agar selalu dibawa sang istri. Pada suatu malam, saudara si bungsu menculiknya dan kemudian membuangnya di lautan. Singkat cerita, berkat sebuah telur dan pinang pemberian I Laurang, si bungsu pun selamat.

Ia bertemu kembali dengan I Laurang dan pulang ke istana bersama – sama. Di istana, si bungsu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ayahandanya. Mengetahui kejahatan keenam putrinya tersebut, sontak sang Raja menjadikan keenam putrinya tersebut sebagai pelayan istana.

Ada banyak pesan moral yang terkandung dari cerita rakyat yang satu ini. Beberapa pesan moral dari cerita ini adalah :

  • Larangan menilai seseorang hanya dari penampilan fisiknya
  • Larangan untuk tamak
  • Seseorang tidak boleh iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain

2. Cerita rakyat Si Penakhluk Rajawali

Selanjutnya ada cerita rakyat tentang Si Penakhluk Rajawali. Cerita rakyat Sulawesi Selatan ini diawali dengan kisah seorang raja yang resah karena harus mengorbankan putri kesayangannya untuk rajawali.

Karena itu, sang raja pun mengadakan sayembara dan mengatakan bahwa kepada siapa pun yang bisa menakhlukkan rajawali maka ia akan dinikahkan dengan putrinya yang cantik jelita. Lantas bagaimana kelanjutan kisahnya? Baca : Cerita Rakyat Sulawesi Selatan : Si Penakluk Rajawali

3. Cerita rakyat Putri Tandampalik

Putri Tandampalik merupakan seorang putri dari Datu Luwu. Suatu hari Putri Tandampalik dilamar oleh Raja Bone. Berdasarkan aturan adat, orang Luwu tidak boleh menerima lamaran dari orang di luar sukunya.

Namun untuk menghindari perang dan melindungi rakyatnya, sang raja menerima lamaran tersebut hingga akhirnya sang putri menderita penyakit kulit berbau yang sulit sembuh.

Lantas bagaimana nasib sang Putri selanjutnya? Anda bisa temukan jawabannya dengan baca : Contoh Cerita Rakyat Singkat Sulawesi Selatan : Putri Tandampalik

4. Cerita rakyat Ksatria dan Burung Garuda

Cerita rakyat yang satu ini konon katanya menjadi asal usul terbentuknya Gunung Mekongga di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Jadi dikisahkan bahwa dahulu kala daerah Kolaka dilanda musibah mengerikan dimana datang seekor burung garuda raksasa yang memangsa ternak penduduk sampai habis.

Kalau ternak sudah habis, penduduk khawatir manusia yang tinggal di daerah tersebut yang akan dimangsa habis. Kekhawatiran ini kemudian membuat beberapa wakil warga akhirnya mencari seorang yang sakti mandraguna bernama Larumbalangi. Warga pun meminta pendapat Larumbangi dalam menangani masalah daerahnya.

Apa yang menjadi pendapat Larumbalangi dan akankah warga berhasil mengatasi musibah yang melanda daerahnya? Baca: Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara : Ksatria Dan Burung Garuda

Selain cerita rakyat di atas, masih ada cukup banyak cerita rakyat lainnya yang berasal dari Sulawesi Selatan dan memiliki nilai moral yang bagus.