Cerita Rakyat Singkat : Harimau Berguru Pada Kucing

Pada dongeng-dongeng sebelumnya kakak sudah bercerita tentang Cerita Rakyat Singkat : Hikayat Malim Deman yang menceritakan seorang pemuda yang mengambil selendang bidadari di telaga hutan. Kali ini Kakak akan bercerita tentang harimau dan kucing. Cerita ini menjelaskan kenapa kucing tidak tinggal di hutan bersama binatang yang lain seperti singa, harimau, gajah, kancil dan lainnya. Oh iya jika adik-adik suka dengan cerita tentang hewan, Kakak punya banyak loh koleksi fabel, cari saja di blog ini dengan kata kunci fabel, pasti adik-adik menemukan banyak sekali tentang hewan yang menarik dan seru. Sepertinya adik-adik sudah tidak sabar membaca cerita rakyat pendek kali ini. Ini dia kisahnya.

Cerita Rakyat Singkat : Harimau Berguru Pada Kucing

Cerita_Rakyat_Singkat_Harimau_Berguru_Pada_Kucing

Pada zaman dahulu Kucing dikenal sebagai binatang yang hebat. Kucing binatang yang sangat berwibawa. Sehingga banyak binatang yang hormat padanya, banyak juga yang ingin menjadi muridnya. Akhirnya Kucing mendapat julukan sebagai guru besar.

Diantara sekian banyak muridnya, Singa dan Harimau adalah murid yang paling setia, mereka rela mengikuti kamanapun Kucing pergi.

‘’Sebenarnya ilmu yang kuturunkan kepada kalian berdua sudah cukup banyak. Apalagi yang kalian inginkan dariku,’’ tanya Kucing.

‘’Kami ingin guru mengajari kami cara memanjat pohon,’’ jawab Harimau.

‘’Itu adalah ilmu yang sangat langka. Sulit untuk mengajarkannya.’’

‘’Tapi kami berdua ingin guru mengajarinya…’’

Kucing mulai berpikir. Ilmu memanjat pohon ingin menjadi miliknya sendiri. Ia tidak mau mengajari Singa dan Harimau bagaimana cara memanjat pohon. Ia berharap kedua muridnya melupakan permintaannya tersebut. Ia mengalihkan perhatian dengan cara mengajari Singa dan Harimau berenang.

Pada suatu hari Harimau sudah tidak sabar ingin mempelajari ilmu memanjat pohon. Pagi-pagi Harimau menemui Kucing gurunya. Kucing berusaha menunda dan terus menunda.

‘’ Akan kau gunakan untuk apa mempelajari ilmu itu?’’

‘’Sebagai bekal guru,’’ jawab Harimau.

‘’ Ilmu itu tidak cukup jika sebagai bekal saja,’’ kata Kucing.

‘’Akan aku manfaatkan untuk apa saja?’’ ujar sang Harimau.

Kucing berusaha menjelaskan bahwa manfaat ada yang baik dan buruk. Panjang lebar Kucing menjelaskan membuat Harimau jenuh dan kesal.

‘’Guru. Kau mau menurunkan ilmu itu atau tidak?’’ Tanya Harimau yang mulai kesal.

‘’Sabar-sabar. Tunggu sebentar.’’

‘’Cepat ajarkan aku ilmu itu. Jangan menunda-nunda terus!’’

‘’Kenapa? Jika aku menunda-nunda mengari kau ilmu itu?

‘’Membuat saya jadi kesal dan marah.’’

‘’Lalu, jika kau marah dan kesal. Kau mau apa?’’

‘’Saya bisa bertindak kasar!’’

‘’Kau berani mengancam gurumu sendiri?’’

‘’Aku sudah tidak peduli.’’ Sekarang juga kau turunkan ilmu itu.’’

‘’Saya tidak mau menurunkan ilmu itu padamu Harimau. Karena aku tau kau akan memanfaatkan ilmu itu dengan cara yang tidak baik.’’ Kata Kucing sambil berlari meninggalkan Harimau.

Harimau sangat marah karena merasa di bohongi. Ia langsung mengejar Kucing. Dalam waktu singkat Harimau sudah menyusul Kucing. Tapi Kucing lebih pintar dan menggunakan jurus memanjatnya itu. Kucing bergerak lebih gesit dari Harimau .

Harimau takjub dengan kelincahan Kucing memanjat pohon dengan gesit. Harimau hanya melihat Kucing dari jauh. Ilmu memanjat pohon itu adalah impian sang Harimau. Setelah Harimau tahu bahwa ilmu itu di miliki oleh Kucing guru besar.

Harimau marah pada dirinya sendiri. Perasaan Harimau tidak bisa di tahan lagi. Harimau bersumpah akan membunuh Kucing itu.’’

“Aku bersumpah akan membunuhmu!’’

Mendengar sumpah Harimau, Kucing sangat kaget dan ia tidak berani turun dari pohon. Harimau terus menunggunya. Tapi Harimau mulai merasa lapar. Ia pergi mencarai makanan meninggalkan sang Kucing.

Akhirnya Kucing turun dengan hati-hati. Ia mulai pergi berkelana ke tempat yang jauh dari Harimau. Dan ia terus mencari tempat yang aman.

Pesan Moral dari Cerita Rakyat Singkat Harimau Berguru Pada Kucing adalah gunakan ilmu dan keterampilan yang kita miliki untuk berbuat kebaikan.