Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur : Cerita dari Pulau Roti

Dongeng yang akan kakak ceritakan malam hari ini cukup dikenal di masyarakat Pulau Roti. Pulau ini masuk kedalam wilayah Nusa Tenggara Timur. Dan kisah yang kakak posting malam hari ini terjadi di Pulau tersebut.

Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur : Sebuah Cerita dari Pulau Roti

Alkisah pada zaman dahulu kala hiduplah seorang nenek dan cucunya yang tinggal di Pulau Roti, Nusa Tenggara Timur. Mereka memiliki ladang dan menanam sayuran. Setiap hari si Nenek menjual sayuran hasil ladang mereka ke pasar.

Pada suatu pagi, seperti biasa nenek akan pergi ke pasar.

Sebelum dia pergi, dia meminta cucunya untuk memasak. “Tolong masak nasi untuk makan siang. Tapi masak satu butir nasi saja. Sudah cukup untuk kita berdua. ”

Advertising
Advertising

“Kenapa, Nenek?” tanya gadis itu.

“Lakukan saja apa yang aku katakan!” kata nenek.

Sang nenek kemudian pergi ke pasar. Kemudian, gadis itu mulai memasak. Namun, dia merasa sebutir beras tidak akan cukup untuk mereka.

“Saya pikir itu tidak cukup untuk saya dan nenek saya,” kata gadis itu dalam hati.

Kemudian dia mengambil dua genggam beras. Tiba-tiba, sesuatu yang buruk terjadi pada panci nasi.

“Oh tidak! Beras mengalir keluar dari pot! ” teriak gadis itu.

“Apa yang harus saya lakukan?”

Nasi menjadi bubur nasi, dan itu mengalir keluar terus menerus sampai menutupi dapur. Tiba-tiba, sang nenek pulang ke rumah. Gadis itu menjelaskan apa yang terjadi.

“Kamu adalah gadis nakal! Mengapa kamu tidak mendengarkan saya? ” nenek itu sangat marah.

Dia memukul gadis itu dengan tongkat kayu.

“Maafkan aku, Nenek!” gadis kecil itu menangis dan menangis.

Tapi nenek terus memukulnya. Kemudian, sesuatu yang luar biasa terjadi! Gadis itu berubah menjadi monyet. Monyet kemudian lari dan memanjat pohon. Sang nenek mengejar si monyet.

Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Cerita dari Pulau Roti

Dari pohon, si monyet berkata. “Nenek, aku sudah menjadi monyet sekarang. Aku tidak bisa hidup denganmu lagi. Kamu sendirian. ” Kemudian monyet itu memanjat pohon dan menghilang didalam hutan.

Sang nenek sangat sedih. Dia menyesali apa yang dia lakukan pada cucunya yang tercinta.

“Tolong kembali padaku. Tolong maafkan aku, cucuku!” tapi sudah terlambat.

Gadis kecil itu telah berubah menjadi monyet dan tidak pernah pulang. Orang-orang di Pulau Roti percaya cerita ini. Dan itulah sebabnya sampai sekarang, orang-orang di Pulau Roti tidak pernah memukul anak-anak mereka atau anak orang lain. Mereka takut anak itu akan berubah menjadi monyet.

Pesan moral dari Cerita dari Pulau Roti adalah turutilah pesan orang tuamu. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk tahu apa yang terbaik untukmu.

Pesan untuk orang tua, dengarkan kesulitan dan masukan dari anak-anak, dan jangan menghukum anak terlalu keras.

Baca juga cerita rakyat Nusantara terbaik lainnya yaitu: