Cerita Cerpen Pendek Untuk Anak : Pohon Cemara dan Semak-Semak

Advertisements

Cerita cerpen pendek untuk anak kali ini masih berasal dari dongeng dunia karya H.C. Andresen. Kisah anak kali ini menceritakan pohon cemara dan semak-semak. Kalian harus bisa mengambil hikmah dari dongeng pendek kali ini yah adik-adik. Yuk kita baca bersama-sama cerita pendek anak dengan judul kisah pohon cemara dan semak-semak.

Cerita Cerpen Pendek Untuk Anak dari H.C. Andersen : Pohon Cemara dan Semak-Semak

Setiap pagi dan sore, seorang nenek tua dan cucunya rajin menyirami pepohonan yang ada di taman. Salah satu pohon yang disayangi nenek tua dan cucunya adalah pohon cemara. Kian hari, pohon cemara kian tumbuh dengan subur.

"Nek, pohon cemara ini pasti bagus sekali setelah tumbuh. Dia akan memperindah taman kita," ucap si cucu.

"Iya, sayang. Jadi, kamu harus lebih rajin merawat pohon-pohon ini, ya, agar taman kita terlihat rapi dan indah." jawab si nenek.

Bertahun-tahun kemudian, pohon cemara itu sudah meninggi. Ia menghiasi rumah nenek tua itu. Nenek pun merasa sangat senang melihatnya. Dengan penuh kasih sayang, sang nenek merawat pohon cemara.

Advertisements

Selain pohon cemara, di taman juga tumbuh semak-semak. Namun, semak-semak tersebut sedikit mengganggu keindahan pohon-pohon yang tumbuh di sekelilingnya. Tanpa disiram pun, semak-semak tumbuh dengan sendirinya.

Cerita Cerpen Pendek Untuk Anak

Makin hari, semak-semak makin menebal. Hampir di sekeliling pepohonan terdapat semak tersebut. Pohon cemara pun merasa terganggu dengan kehadiran semak-semak itu.

"Hei. semak-semak. Kamu ini tumbuhan yang amat jelek, dan hanya mengganggu pertumbuhanku. Kamu tak ada gunanya sama sekali. Lihatlah aku, makin hari aku tumbuh makin tinggi. Aku pun dapat memperindah taman ini," celetuk pohon cemara sambil membanggakan dirinya.

Tetapi, semak-semak bersabar. Meskipun pohon cemara telah menjelek-jelekkan dirinya, dia tetap bersikap tenang.

"Terima kasih atas perkataanmu itu, pohon cemara yang indah," jawab semak-semak dengan senyuman.

"Hahaha! Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi tumbuhan kesayangan Nenek? Sementara kamu hanya bisa menjadi pengganggu," ejek si pohon cemara kembali.

Advertisements

Semak-semak pun menjawab dengan lembut, "Ya. Memang tumbuhan lain terlihat sangat baik. Kuakui kamu memang indah, pohon cemara. Tetapi, tunggulah saatnya. Kelak, seseorang akan menumbangkanmu ke bawah. Melihatmu tumbuh terlalu tinggi, ia akan menggunakan gergaji tajamnya kepadamu. Saat itu, kamu akan merasa dirimu seperti semak-semak. tidak lagi seperti pohon cemara."

Hikmah yang dapat dipetik dari Cerita Cerpen Pendek Untuk Anak  adalah jangan jadi anak yang sombong. Kesombongan hanya akan menjadikanmu dibenci orang lain.

Baca juga cerpen anak lainnya pada posting kami berikut ini:

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.