Dongeng Cerita Anak Persahabatan Tikus Hitam dan Tikus Putih

Cerita anak persahabatan tikus hitam dan tikus putih adalah cerita rakyat klasik dari luar negeri. Hingga saat ini kami belum tahu asal muasal dongeng fabel persahabatan tikus ini. Semoga adik-adik suka dengan fabel pendek yang kami posting di malam hari ini.

Cerita Anak Persahabatan Tikus Hitam dan Tikus Putih

Tikus Hitam dan Tikus Putih sudah bersahabat sejak kecil. Tapi, kehidupan mereka sangat berbeda. Tikus Putih hidup mewah, karena ia menumpang di rumah orang kaya. Sudah pasti ada banyak makanan di sana.

Sedangkan Tikus Hitam tinggal di kebun. Ia melakukan semuanya sendirian. Namun, ia memiliki rumah sendiri. Meski tak mewah, tapi nyaman untuk ditinggali.

Suatu hari, Tikus Putih berkunjung ke rumah Tikus Hitam. Saat itu,Tikus Hitam sedang memanen hasil ladangnya.

Advertising
Advertising

“Kawan, mengapa kau harus repot-repot menanam di ladang? Lebih baik kau ikut ke tempatku. Di sana ada banyak makanan yang sangat lezat, tanpa perlu repot-repot menanamnya,” bujuk Tikus Putih.

Mendengar hal itu, Tikus Hitam menjadi tergiur. Ia pun bersedia pindah ke rumah Tikus Putih.

“Wah, nyaman sekali tempat tinggalmu. Semua makananmu lezat, kasurmu juga sangat empuk. Sepertinya aku akan betah tinggal di sini,” ucap Tikus Hitam sesampainya di rumah Tikus Putih.

Tikus Putih tersenyum bangga, lalu berkata,”Anggap saja rumah sendiri, kawan.”

Tikus Hitam menikmati tempat tinggal barunya.Tapi, setelah beberapa hari tinggal di rumah Tikus Putih, Tikus Hitam mulai merasa tak nyaman.

la baru tahu, bahwa semua makanan lezat yang didapatkan Tikus Hitam adalah hasil mencuri makanan milik pemilik rumah. Itu sangat tidak baik. Belum lagi, saat mengambil makanan itu, mereka harus berhadapan dengan seekor kucing yang sangat besar.

Itu sungguh berbahaya.Tikus Hitam pun berpikir untuk kembali ke rumahnya.

“Kawan, aku ingin kembali ke rumahku,” ucap Tikus Hitam saat menjelang tidur.

“Lho, kenapa? Bukankah tempat ini sangat nyaman?” balas Tikus Putih dengan heran.

“Tempat ini memang sangat nyaman, makanannya pun sangat lezat. Tapi, aku merasa lebih nyaman di rumah sendiri. Aku tak perlu mencuri untuk mendapatkan makanan. Belum lagi, ada kucing besar yang bisa memangsa kapan saja. Aku tak kuat bila berlama-lama di sini,” jelas Tikus Hitam.

Ah, benar juga kata Tikus Hitam. Sepanjang hari, Tikus Putih harus bersembunyi dari kucing. Bahkan, jika ia terlihat oleh pemilik rumah, pasti ia diusir.

Mendengar perkataan Tikus Hitam, Tikus Putih pun merasa malu. Memang paling nyaman tinggal di rumah sendiri. Apalagi, jika mencari makanan tidak dengan mencuri, pasti akan terasa lebih damai.

Tikus Hitam pun kembali ke rumahnya yang berada di ladang. Ia melanjutkan kehidupannya yang dulu.

Pesan moral dari cerita anak persahabatan dari dua tikus ini adalah carilah rezeki yang halal bukan dengan cara mencuri. Seperti apa pun rumah sendiri, itu akan lebih nyaman dibandingkan rumah orang lain.

Baca juga fabel pendek lainnya