Cerita Anak Pendek : Gajah dan Para Kodok

No comment 4132 views

Kali ini Kakak akan bercerita tentang keadaan di suatu padang rumput disaat sedang musing kemarau. Apa yang terjadi dengan pada hewan disana? Ayao kita baca Cerita Anak Pendek : Gajah dan Para Kodok.

Kisah Cerita Anak Pendek : Gajah dan Para Kodok

Suatu hari di sebuah padang rumput yang kering gerombolah hewan-hewan pemakan rumput bergerak satu arah untuk menghilangkan dahaga mereka, mereka bergerak menuju sebuah kubangan yang airnya masih tersisa sedikit dan terlihat disana gerombolan gajah sedang berjalan menuju kubangan untuk minum. Mereka bergerak lambat dari padang rumput menuju kubangan, saat itu adalah musim kemarau dimana rumput tidak lagi melimpah ruah, bahkan tidak banyak air tersedia di kubangan air tersebut ukuran kubangan air itu sangat kecil tetapi gerombolan gajah itu sangatlah banyak. Saat itu cuaca sangat panas, terik matahari sangat menyengat hingga membuat para gajah kehausan. Gerombolan gajah itu tiba di kubangan kecil yang disana terdapat banyak kodok menempati kubangan tersebut.

Cerita Anak Pendek Gajah dan Para Kodok

Cerita Anak Pendek Gajah dan Para Kodok

Ketika para gajah sampai pada kubangan kecil tersebut, para gajah itu mulai minum dengan perlahan meskipun sambil berdesak desakan tadinya mereka tidak terganggu dengan keadaan tersebut, mereka berbaris mengitari lengkungan kubangan itu dan minum dengan sangat tenang. Tapi beberapa saat kemudian salah satu gajah tidak senang dengan keadaan itu dia merasa tidak nyaman dangan adanya gajah lain menghimpit tubuhnya saat minum. Gajah itu pun langsung mendorong gajah lainnya hingga salah satu gajah yang didorongnya merasa kesal. Beberapa hewan melihat kejadian itu dan mereka segera menghindar dari kubangan tersebut bahkan Kodok-kodok yang melihat kejadian itu langsung meloncat-loncat menghindari kekacauan itu mereka takut terinjak-injak kaki gajah.

Gajah yang kesal itu kembali mendorong gajah yang telah mendorongnya, hingga keduanya kini bersitegang mereka saling menunjukan kekuatannya. Akhirnya Kedua gajah itu berkelahi satu sama lain mereka berputar-putar di kubangan itu, mereka membentur benturkan kepala mereka hingga salah satu gajah tersungkur namun gajah itu kembali berdiri. Perkelahian mereka sangat sengit hingga membuat para kodok ketakutan “Apa yang kalian takutkan?” Tanya kodok muda kepada lainnya dengan heran “Cobalah perhatikan dengan baik wahai kodok muda” jawab sang kodok tua “Ketika gajah-gajah itu berkelahi mereka akan bergerak kesana kemari tanpa memperdulikan sekitarnya dan jika salah satu gajah tersungkur ke kubangan ini maka beberapa kodok akan tertindih!”. Tegas sang kodok tua.

Kemudian setelah kodok tua itu berbicara kepada kodok muda perkataannya menjadi kenyataan salah satu gajah yang kalah tergusur sampai ke kubangan itu telapak kakinya yang besar kini menginjak-injak beberapa kodok apalagi ketika tubuhnya yang berat itu tersungkur kedalam kubangan banyak kodok tertindih dan mati.

Melihat hal tersebut kodok muda itu memahami apa yang terjadi jika sesuatu yang besar sedang berkelahi maka mereka akan melukai hewan-hewan kecil, meskipun hewan-hewan kecil itu tidak ikut berkelahi mereka mendapatkan sebuah penderitaan.

Pesan Moral dari Cerita Anak Pendek : Gajah dan Para Kodok adalah jangan sampai karena kegoisan diri kita, membuat kerugian pada orang lain. Semakin berkuasa, kuat, kaya atau pintar sebaiknya kita juga semakin bijaksana, karena semakin tinggi seseorang maka pengaruhnya terhadap orang lain semakin besar pula.

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.