Cerita Anak : Dongeng Monyet Sang Penguasa

1644 views

Cerita anak yang akan kakak ceritakan malam hari ini tentang dongeng monyet yang sombong dan merasa menjadi penguasa. Apa yang akan terjadi dengan si monyet yang sombong.

Cerita Fabel Anak : Dongeng Monyet Yang Sombong

Cerita Fabel Anak Dongeng Monyet

Pada suatu hari, di sebuah pohon yang sangat besar di pinggir sungai, hiduplah seekor Monyet. Perilakunya sangat tidak baik. Ia merasa berkuasa si tempat tersebut, semua yang ada di kawasan sungai adalah miliknya. Tidak satu hewan pun yang boleh mendekatnya. Ia pun di jauhi oleh teman-temannya, karena sifatnya yang selalu ingin menang sendiri.

Suatu hari, seekor Bebek sedang asik berenang. Pada saat Bebek berenang, sang Monyet sedang asik tidur-tiduran sehingga tidak memperhatikan keberadaan Bebek. Setelah Bebek selesai berenanng, air sungai pun berubah menjadi kotor dan suara riuh sang Bebek membangunkan Monyet. Monyetpun sangat marah, ia langsung turun dari pohon dan menghampiri si Bebek.

‘’Bebek! Apa yang sudah kau lakukan? Lihatlah, kau sudah mengotori tempat pemandianku. Mulai saat ini, kau tidak boleh datang ke sini.’’ Ujar Monyet marah.

Mendengar yang dikatakan sang Monyet pun, membuat Bebek menangis sepanjang jalan.

‘’Aku memang bersalah, membuat air sungai menjadi kotor. Namun, aku tidak bermaksud seperti itu.’’ Isak Bebek.

Tanpa disadari Bebek, ternyata seekor Burung Pipit mendengar ratapan Bebek.

‘’Sudahlah temanku, jangan menangis lagi. Jika kau mau membalas perlakuan Monyet. Besok kau kembali lagi kesina dan berbuat serupa.’’ Kata Burung Pipit menenangkan

‘’Benarkah yang kau katakan.’’ Jawab sang Bebek dengan wajah gembira.

Keesokkan harinya, Bebek pun kembali ke sungai tersebut. Ia mandi sepuasnya, air sungai pun lebih kotor di bandingkan kemarin. Mengetahui hal itu, Monyetpun marah besar.

‘’Apa maksudmu datang lagi kesini? Bukankah kemarin sudah aku beritahu, kau tidak boleh datang lagi kesini. Apakah kau tidak mendengarkan apa yang udah aku katakana?’’ ujar Monyet marah.

Bebek hanya tersenyum.

‘’Hai Monyet, sungai ini bukan milikmu. Semua hewan bebas mandi disini.’’ Jawab Bebek.

‘’Memang benar, sungai ini bukan milikku. Tapi, bukan bukan hewan sepertimu yang boleh berenang disini.’’ Seru Monyet lebih marah.

‘’Sekarang berkacalah kau di air sungai ini. Lihatlah dirimu, kita semua adalah hewan yang sama. Kau tidak boleh sombong.’’ Ujar Bebek.

Mendengar yang dikatakan Bebek, bukannya membuat Monyet sadar. Tapi, malah membuatnya tambah marah.

‘’Berani sekali kau menasehatku? Siapa yang mengajarimu?’’ kata Monyet.

‘’Burung Pipit.’’ Dengan polosnya.

Pada saat itu juga Monyet langsung berlari menuju Burung Pipit. Burung Pipit sedang bersama anak-anaknya di atas pohon, rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Monyet. Sementara, Burung Pipit mengetahui apa yang terjadi antara Monyet dan Bebek. Pada saat melihat Monyet menghampiri dirinya, Burung Pipit langsung terbang. Karena, buru-buru ia lupa membawa anaknya.

Monyetpun sangat marah besar, ia pun langsung merusak sarang Burung Pipit dan menangkap anaknya. Sang anak Pipit pun langsung dimasukkan kedalam mulutnya sebagai tawanan. Monyet berpikir, si Induk pasti akan kembali untuk mencari anaknya itu. Sementara, anak Burung Pipit merasa tidak tahan berada di dalam kegelapan. Karena mulut Monyet selalu tertutup sang anak Pipit pun selalu mengatup menggelitik langit-langit mulut Monyet menggunakan ekornya.

Sang Monyetpun merasa sangat kegelian dan ia pun tidak sanggup lagi menahannya. Akhirnya, mulut Monyet pun terbuka. Kesempatan tersebut tidak di sia-siakan oleh anak Pipit dan langsung terbang jauh mencari Induknya.

Melihat sang tawananya kabur. Monyetpun kembali marah. Emosinya tidak dapat terkendali. Ia pun sangat marah ketika, ia mengetahui bahwa anak Pipit meninggalkan kotoran pada lidahnya. Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung mengambil sembilu dan langsung memotong lidahnya.

Akibatnya, ia merasa sangat kesakitan dan berguling-guling di tanah. Ia pun meminta bantuan kepada hewan-hewan di dalam hutan Namun, karena sifatnya yang sombong, tidak ada satu pun hewan di dalam hutan yang mau monolongnya.

Pesan moral dari Cerita Anak : Dongeng Monyet Sang Penguasa adalah jangan menjadi anak yang sombong dan ingin menang sendiri. Anak yang sombong akan dibenci dan dijauhi oleh teman-temannya.

Baca juga dongeng monyet lainnya pada posting kakak berikut ini Kumpulan Cerita Dongeng Buaya dan Monyet dan Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.