Cerita Anak Anak Pendek : Saudagar Sombong dan Kikir

Cerita anak anak pendek yang akan kami posting di hari ini akan memberi pelajaran yang sangat berharga untuk si kecil. Hikmah yang bisa dipetik sangat bagus untuk disisipkan pada saat papa mama bercerita.

Cerita Anak Anak Pendek : Tidak Bisa Hidup Sendiri

Seorang saudagar kaya raya mengatakan bahwa ia bisa hidup sendiri. Ia tak butuh bantuan orang lain.

"Aku memiliki kekayaan yang tak akan habis tujuh turunan. Aku tak memerlukan bantuan siapa pun," ucap saudagar itu kepada semua penduduk.

Penduduk yang lain pun memercayai ucapan saudagar itu. Mereka berjanji, tidak akan menolong saudagar yang sombong itu. Selain sombong, saudagar kaya itu juga pelit. Meski kekayaannya berlimpah, ia tak mau menolong orang yang susah.

Pada suatu hari, seorang kakek tua datang ke rumah saudagar kaya itu. Wajahnya panik, seolah sedang menghadapi sebuah masalah besar.

"Tolonglah aku, saudagar. Anakku sakit, tapi aku tak memiliki uang untuk membawanya ke tabib," pinta kakek tua itu.

"Aku tak peduli. Jika kau mau uang, kau harus bekerja." jawab saudagar kaya dengan angkuh.

Mendengar jawaban saudagar itu, kakek tua tak memohon lagi. Ia pun pulang dengan tangan kosong.

Malam harinya, saudagar kaya itu menghitung semua uangnya. Uangnya sangat banyak. Bahkan hingga larut malam, ia belum selesai menghitung uangnya.

Olala, tiba-tiba lilin yang menyala di rumah saudagar kaya roboh. Lilin itu pun mengenai barang yang mudah terbakar. Perlahan, api yang kecil berubah menjadi besar. Saudagar kaya baru menyadari rumahnya terbakar saat setengah rumahnya sudah hangus.

Saudagar itu pun panik dan Iangsung keluar. Lantas, ia berteriak meminta tolong,

"Tolong! Tolonglah aku!" teriak saudagar kaya.

Sayangnya, meski penduduk mendengar teriakan itu, mereka tak ingin menolong si saudagar. Saudagar bahkan sampai mendatangi rumah penduduk, memohon untuk menolongnya.

"Tolonglah aku. Rumahku terbakar," pinta saudagar.

Cerita Anak Anak Pendek Saudagar Sombong

Seperti janji para penduduk dulu, mereka tak akan mau menolong saudagar kaya itu.Toh, dulu saudagar itu juga mengatakan bahwa ia bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

Seketika, saudagar kaya itu sadar. betapa berharganya tetangga. Ia tak mungkin bisa hidup sendiri. Seharusnya, ia mau menolong tetangganya yang kesusahan. Pasti saat ia kesusahan, tetangganya pun akan menolongnya.

Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita anak anak pendek ini adalah kita tak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Tolonglah orang lain, agar Tuhan membantu kita saat kita sedang kesusahan.

Baca posting cerita rakyat dan dongeng pendek terbaik kami lainnya yaitu

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.