Contoh Cerita Hewan Fabel Dengan Pesan Moral

1 comment 11287 views

Pada hari ini Kakak akan memposting 3 Contoh Cerita Hewan (fabel) dengan pesan moral didalamnya. Cerita hewan singkat ini bisa adik-adik ambil hikmah didalamnya. Ceritanya sangat sederhana sehingga amanat yang terkandung didalam cerita hewan fabel kali ini sangat mudah dipahami. Yuk kita baca bersama-sama.

Contoh Cerita Hewan Fabel : Burung Bangau dan Seekor Anjing

Suatu hari seekor anjing pergi mencari makanan ke sebuah danau, disana terkadang terdapat beberapa makanan terkadang pula tidak sama sekali ada makanan untuk sang anjing. Sang anjing menggunakan penciuman, mata dan telingannya untuk mencari makanan hingga ketika dia berjalan sang anjing mencium bau anyir lalu dia mengikuti arah bau itu dan sampailah dia tepat dimana bau itu berasal namun dia tidak menemukan ikan itu di tanah maupun dekat air danau. Ketika dia melihat ke atas ternyata seekor bangau bertengger di sebuah pohon, paruhnya yang besar sedang memegang ikan di paruhnya. Burung bangau itu bukanlah burung yang sering dilihat oleh sang anjing.

Contoh Cerita Hewan Fabel  Burung Bangau dan Seekor Anjing

Contoh Cerita Hewan Fabel Burung Bangau dan Seekor Anjing

Sang anjing tersenyum bahagia karena dia telah menemukan makanan, meskipun makanan itu dipegang oleh seekor burung bangau yang besar “ah aku tidak perlu mencari ke tempat yang jauh karena aku sudah menemukan makanan yang aku cari dan makanan itu cukup untuk membuatku kenyang.” pikir sang anjing. Sang anjing kini melihat sang burung bangau yang bertengger di pohon itu dengan penuh rasa kagum lalu sang anjing berkata sambil berteriak dengan keras “hai burung yang indah dan cantik, kau kelihatan sangat indah ketika bertengger di dahan itu.” sang burung bangau menoleh ke arah sang anjing dengan memiringkan kepalanya dia memperhatikan sang anjing dengan sangat curiga, sang burung bangau tetap menutup paruhnya dan tidak membalas sahutan sang anjing.

“Lihatlah kakimu yang besar dan kuat itu” kata sang anjing “tubuhmu yang besar dan warna bulumu yang cerah seperti pelangi, sayapmu yang lebar itu sangat cantik dan paruhmu yang panjang itu sangat indah.” rayu sang anjing, “burung indah seperti dirimu pasti memiliki suara yang cukup bagus dan merdu, kau adalah burung sempurna ketika kau bernyanyi dengan indah dan aku akan memujimu selayaknya sang ratu burung yang indah.” Mendengar rayuan sang anjing yang begitu membuat senang sang burung bangau, sang burung bangau kini lupa akan rasa curiga dan ikan besar yang dipegang oleh mulutnya.

Sang burung bangau ingin sekali disebut-sebut sebagai sang ratu burung dan kini dia membuka mulutnya dan mengeluarkan suara-suaranya yang cukup keras. Tidak sadar sang burung telah menjatuhkan ikan besarnya ke dekat sang anjing.

Sang anjing berhasil mengelabui sang burung, ketika ikan itu jatuh ke tanah sang anjing menginjak itu sambil berkata “Kau memang burung besar dan cantik, kau memiliki suara meskipun tidak semerdu burung lain tapi dimanakah otakmu kau menjatuhkan ikan yang cukup besar ini, aku sangat berterima kasih.” Sang anjing menggigit dan pergi dari sang burung sambil tersenyum manis dan sang burung kini menyesali perbuatannya.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Fabel : Burung Bangau dan Seekor Anjing adalah kesombongan akan membuat kita lupa diri, sehingga merugikan kita dimasa yang akan datang. Hati-hati dalam menerima pujian karena bisa saja pujian justru akan menjatuhkan kita.

Contoh Cerita Hewan Fabel : Kijang dan Seekor Kambing

Contoh Cerita Hewan Fabel  Kijang dan  Seekor Kambing

Contoh Cerita Hewan Fabel Kijang dan Seekor Kambing

Suatu hari seekor kijang keluar dari sebuah hutan untuk mencari makanan, kijang itu pergi ke sebuah peternakan kambing dimana disana terdapat berbagai macan makanan dan berharap dia bisa meminjamnya dari para kambing tapi dia berniat untuk tidak mengembalikan apa yang telah dia pinjam. Sang kijang harus menempuh jarak yang jauh untuk mencapai tempat peternakan kambing, setelah sampai disana dia melihat seekor kambing membawa sesuatu dipunggungnya sang kijang penasaran dengan benda yang ada dipunggung sang kambing kemudian dia mendekati sang kambing sambil memasang wajah sedih.

Ketika sang kijang menghampiri sang kambing dia bertanya kepada sang kambing mengenai benda yang dia bawa dipunggungnya dan sang kambing menjawab bahwa benda itu adalah sekantong gandum terbaik diladang petani dan gandum itu merupakan gandum pilihan.

Mendengar penjelasan sang kambing, sang kijang memohon kepada sang kambing untuk meninjamkannya karena dia tidak memiliki makanan lagi dan sulitnya mencari makanan di hutan. Sang kambing tidak percaya begitu saja dengan apa yang telah dikatakan sang kijang “Kenapa aku harus meminjamkan gandum ini kepadamu?” Tanya sang kambing dengan curiga “karena di hutan sulit sekali mencari makanan, lagi pula aku ini makhluk yang dapat dipercaya.” jawab sang kijang sambil meyakinkan sang kambing, sang kambing berpikir jika dia meminjamkan gandum ini kepada sang kijang apa sang kijang tidak akan kabur jika aku menagihnya karena larinya lebih cepat dariku, aku takut sang kijang hanya memperdayaiku “apa jaminan jika aku meminjamkan gandum ini kepadamu dan jika aku menagihnya kau tidak akan lari dariku?” Tanya sang kambing dengan tegas “yakinlah padaku wahai tuan kambing.” kata sang kijang “aku akan mengembalikan apa yang telah aku pinjam dan aku tidak akan lari jika kau menagih padaku.” kata sang kijang meyakinkan sang kambing.

Sang kambing tetap saja tidak mempercayainya “aku masih tidak percaya.” kata sang kambing “tuan kambing kata-kataku ini mampu kau pegang sang serigala bisa menjamin kejujuran ku.” kata sang kijang “Serigala katamu?” teriak sang kambing “aku mengenal sang serigala dengan sangat baik, dia memang mahkluk yang dapat dipercaya.” singgung sang kambing “bahkan saking jujurnya apapun yang dia mau dia ambil dan tidak pernah aku melihat apa yang dia ambil itu dikembalikan, dia seenaknya saja membawa sesuatu yang bukan miliknya tanpa merasa bersalah.” tegas sang kambing “tuan kijang, mungkin anda sama seperti tuan serigala, kau bisa saja lari ketika aku menagih hutangmu padaku.” jelas sang kambing. Sang kambing tidak mempercayai kata-kata yang keluar dari mulut seorang penjahat maka dari itu dia tidak meminjamkan gandumnya kepada sang kijang dan pergi meninggalkan sang kijang.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Fabel : Kijang dan Seekor Kambing adalah perbuatan buruk yang pernah dilakukan oleh seseorang akan diingat, sehingga orang lain akan sulit percaya dikemudian hari.

Contoh Cerita Hewan Fabel : Kucing Kota Dan Kucing Desa

Contoh Cerita Hewan Fabel  Kucing Kota Dan Kucing Desa

Contoh Cerita Hewan Fabel Kucing Kota Dan Kucing Desa

Suatu hari di saat matahari hampir tenggelam seekor kucing kota dengan bulu lebat dan menawan datang menjenguk saudaranya di sebuah desa, kucing desa amat senang dengan kedatangan sang kucing kota, sang kucing kota berbincang-bincang mengenai pengalamanya, dan sang kucing desa hanya mendengarkan cerita itu. Sang kucing desa menjamu sang kucing kota dengan makanan yang sederhana. Sang kucing kota mengunyah makanan-makanan hidangan itu dengan sangat sopan meskipun itu hanyalah sekedar basa-basi belaka. Sang kucing desa sangat tertarik mendengar cerita dari kucing kota itu sang kucing ingin sekali mencicipi bagaimana enaknya hidup di sebuah perkotaan yang penuh dengan makanan.

Hingga akhirnya mereka tidur berdua dengan tenang dan nyaman di atas rerumputan dan jerami kering di bawah sebuah pohon yang rindang hingga ayam berkokok menandakan pagi hari telah tiba. Ketika tidur semalam sang kucing desa bermimpi hidup di sebuah kota dengan segala kemewahaannya hingga dia mau ketika sang kota mengajaknya untuk pergi ke kota bersamanya dengan janji bahwa sang kucing kota akan memberikan kesenangan, kemewahan dari kehidupan kota. Lalu mereka berdua berangkat ke kota dengan penuh harapan.

Sampailah mereka di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah ketika mereka masuk sang kucing desa kaget dengan makanan di atas meja, dia mencium aroma yang sangat enak dan lezat hingga semangat makannya kini meningkat. Tidak lama kemudian penghuni rumah datang dan melihat sang kucing desa telah berada di meja makan mengendus-ngendus makanan mereka.

Dengan penuh amarah penghuni rumah mengambil sapu lalu memukul sang kucing desa, sang kucing desa merasa ketakutan dengan kelakuan penghuni rumah dia berlari menjauh darinya, lalu sang kucing kota menjelaskan kepada kucing desa bahwa bukan begitu cara mendapatkan makanan disini. “Pertama biarkan para penghuni rumah makan dengan tenang, kemudian kau harus mendekatinya sambil meminta-minta dan mengesek-gesekan tubuhmu ke penghuni rumah itu maka cara itu akan berhasil kau pasti mendapatkan makanan dari penghuni rumah.” jelas sang kucing kota, sang kucing desa mencoba apa yang dikatakan sang kucing kota, memang benar dia mendapatkan makanan dari penghuni rumah namun makanan itu adalah makanan sisa seperti tulang belulang.

Sang kucing desa kecewa dengan keadaannya di kota dia berbicara kepada sang kucing kota “aku memang memiliki kemewahan disini tapi apa mewahnya jika aku hanya mendapatkan sisa makanan, dan hidupku tidak tenang ketika aku akan mencicipi makanan di meja itu sebilah kayu menghantam tubuhku.” lalu sang kucing keluar dan meninggalkan kota tersebut, kini dia kembali ke desa dengan makanan yang sederhana namun penuh dengan kedamaian dan ketenangan.

Pesan moral dari Contoh Cerita Hewan Fabel : Kucing Kota Dan Kucing Desa adalah bersyukurlah atas apa yang kita miliki saat ini.

author

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.