Kumpulan Contoh Dongeng Legenda dari Nusantara

Contoh dongeng legenda yang selalu kami posting bersumber dari Dongeng turun temurun baik dari Nusantara maupun dari luar negeri. Membaca cerita legenda disini sekaligus juga menambah wawasan budaya dari seluruh negeri.

Contoh Dongeng Legenda : Nenek Pakande

Alkisah, ada nenek sakti bernama Pakande yang suka menculik anak-anak. Warga pun ketakutan. Namun, ada pemuda bernama La Beddu yang pemberani. Ia mengajak warga untuk menangkap Nenek Pakande. Ia akan berpura-pura menjadi Raja Bangkung Pitu Reppo Rawo Ale, raja raksasa yang ditakuti oleh Nenek Pakande.

La Beddu meminta warga untuk menyiapkan garu, busa sabun, kura-kura, belut, batu besar, dan kulit rebung. Ia menata batu besar di depan rumah, sehingga seperti anak tangga raksasa. Kemudian, ia meletakkan belut di depan rumah. Ia juga membuat pengeras suara memakai kulit rebung. Setelahnya, La Beddu bersembunyl di loteng.

Ganti hari, para warga menaruh bayi di suatu rumah pada malam hari. Tak berapa lama, Nenek Pakande datang dan menghampiri bayi tersebut. Tiba-tiba, ada suara menggelegar menegur Nenek Pakande. “Aku adalah Raja Bangkung Pitu Reppo Rawo Ale, mau apa kamu ke sini!”

Kumpulan Contoh Dongeng Legenda

Lalu, La Beddu menumpahkan air busa, garu, dan kura-kura. Nenek Pakande mengira itu ludah, sisir, dan kutu sang Raja. Ia ketakutan dan lari keluar rumah. Namun, ia menginjak belut, sehingga jatuh dan terluka parah. Sayang, Nenek Pakande dapat bangun dan melarikan diri. Hingga sekarang, cerita Nenek Pakande digunakan oleh warga Sulawesi Selatan untuk menakuti-nakuti anak-anak agar mereka tidak keluar setelah hari mulai gelap.

Dongeng Anak Indonesia : Kisah La Kuttu-kuttu

La Kuttu-kuttu Paddaga adalah nama seorang pemuda yang gagah dan tampan. Ia juga ahli bermain sepak raga. Setiap hari ia bermain sepak raga bersama teman-temannya. Suatu hari, ia diajak teman-temannya bermain sepak raga melawan para pemuda desa tetangga. Kebetulan lapangan yang digunakan di dekat rumah seorang gadis penenun.

Setelah bermain, La Kuttu-kuttu Paddaga merasa haus. Ia pun menuju rumah gadis penenun untuk meminta air minum.

“Maaf, ambil sendiri saja di dapur. Sebab benang alat tenun ini baru saja dipasang,” jawab sang Gadis.

Setelah mendapat izin, La Kuttu-kuttu Paddaga ke dapur. Waktu kembali, ia bertanya, “Sarung siapa yang engkau tenun?”

“Sarung kita,” jawab si Gadis.

“Oh, begitu. Ya sudah, terima kasih sudah memberi saya minum,” kata La Kuttukuttu Paddaga berpamitan.

Sambil berlalu, ia selalu mengingat kata-kata terakhir sang Gadis yang menyatakan “Sarung kita”. Dari hal itulah timbul niatnya untuk menikahi sang Gadis. Namun, ia tidak mempunyai uang untuk melamar. Ia pun bekerja untuk mencari uang.

Suatu hari, orang tua si Gadis menikahkan si Gadis dengan seorang pemuda kaya. Walaupun tidak suka, tapi si Gadis tidak bisa menolak keinginan orang tuanya.

Singkat cerita, perkawinan antara si Pemuda kaya dengan si Gadis dilaksanakan. Namun sebenarnya, si Pemuda kaya juga tidak suka dengan si Gadis. Hingga suatu malam, si Pemuda pengutarakan isi hatinya kepada si Gadis. Karena si Gadis juga tidak suka, maka mereka memilih untuk bercerai, setelah menghubungi orang tua masing-masing.

Beberapa waktu kemudian, La Kuttu-kuttu Paddaga mendengar kabar jika si Gadis telah bercerai. Ia berkunjung ke rumah si Gadis. Ia menyatakan keinginannya untuk menikahi si Gadis. Oleh si Gadis, ia diberi waktu 3 bulan untuk mempersiapkan segalanya.

La Kuttu-kuttu Paddaga segera bekerja keras untuk mencari uang. dalam 3 bulan, akhirnya ia bisa meraih sejumlah uang untuk biaya pernikahannya. Setelahnya, ia menghadap ke orang tua si Gadis untuk melamar. Lamarannya diterima. Ia sangat gembira, begitu juga si Gadis. Singkat cerita, mereka berdua menikah dan hidup dengan bahagia.

 

Posting terbaik mengenai Kumpulan Contoh Dongeng Legenda bisa juga anda temukan di contoh dongeng fabel dan kumpulan dongeng anak