Dongeng Cerita Tidur Anak : Pedagang yang Licik

Cerita tidur anak yang kami posting hari ini adalah sebuah dongeng anak pendek yang biasa kami ceritakan sebelum si kecil tidur. Menceritakan cerita dongeng rakyat sebelum si kecil tidur memiliki banyak manfaat loh.

Dongeng Cerita Tidur Anak : Kisah Pedagang yang Licik

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja yang baik hati. Rakyat pun sangat mencintai sang raja.

Sayangnya, raja sulit menentukan pilihan. Jika sedang dihadapkan oleh beberapa pilihan, raja akan menjadi kurang bijak. Tentu saja, itu bisa merugikan dirinya dan juga kerajaannya.

Berhari-hari, raja berlarut dalam kesedihan. Ia memikirkan nasib kerajaannya jika dirinya terus-menerus kurang bijak.

Sementara itu, di sebuah kota kecil di kerajaan, hiduplah seorang pedagang. Pedagang itu sangat terkenal karena kebijaksanaannya dalam memberi nasihat.

Dongeng Cerita Tidur Anak : Pedagang yang Licik

Setelah mendengar tentang pedagang yang bijak itu, raja pun memanggil pedagang tersebut ke istana, Betapa senangnya si pedagang, karena ia diangkat oleh raja menjadi penasihatnya. Setelah makan malam di istana, si pedagang pun pulang ke rumah.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba muncul sosok gelap di hadapan si pedagang. Ia pun langsung memukul sosok gelap itu, hingga akhirnya sosok gelap tersebut meninggal. Saat pedagang memberanikan diri untuk melihat wajah sosok gelap itu, betapa terkejutnya ia. Ternyata sosok gelap tersebut adalah pangeran, putra raja.

Si pedagang menjadi sangat ketakutan. Ia berpikir keras, bagaimana agar perbuatannya tersebut tidak diketahui oleh raja. Seketika, si pedagang mendapat ide.

Si pedagang segera membawa tubuh pangeran ke rumah seorang menteri. Menteri itu dikenal tidak menyukai pangeran, sehingga orang-orang tidak akan heran jika menteri itu yang telah membuat pangeran meninggal.

“Aku harus segera pergi sebelum ada yang melihatku,” kata pedagang usai meletakkan tubuh pangeran di depan rumah si menteri.

Tak lama kemudian, si pedagang sampai di rumah. Saat ia hendak tidur, si menteri datang ke rumahnya. Menteri itu terlihat panikdan ketakutan. Ia lalu memberi tahu si pedagang, bahwa saat ia membuka pintu rumahnya, ada tubuh pangeran. Namun, sang pangeran telah meninggal.

“Tolong aku, aku bingung harus bagaimana. Jika raja tahu, aku akan dihukum.” pinta si menteri dengan wajah sendu.

Si pedagang bersedia menolong si menteri. Dengan senang hati, si menteri langsung memberikan beberapa keping emas kepada si pedagang. Alangkah senangnya si pedagang. Ia mendapat emas secara cuma-cuma, dan kejahatannya tidak diketahui menteri.

“Aha! Aku punya ide. Sebaiknya aku bawa tubuh pangeran ke istana saja,” pikir si pedagang, lalu pergi ke istana.

Keesokan harinya, sang raja terkejut karena mendapati anaknya tergeletak di depan pintu istana.

“Duh, bagaimana jika rakyat tahu bahwa anakku sudah tiada? Apalagi, yang menemukan aku sendiri. Pasti mereka akan mengira aku yang membuatnya celaka,” ujar raja, bingung.

Raja lalu teringat dengan pedagang yang bijak. Ia pun memanggil si pedagang.

Ada gerangan apa baginda, tiba-tiba engkau memanggil hamba?” tanya si pedagang, pura-pura bingung. Padahal, ia sudah tahu kenapa raja memanggilnya.

Raja pun menceritakan masalahnya. Dengan santai, si pedagang memberi nasihat kepada raja.

“Baginda raja, katakan saja kepada seluruh rakyat bahwa sang pangeran telah digigit ular, hingga membuatnya meninggal seperti ini,” ucap si pedagang.

Sebenarnya raja masih sedih dengan kematlan putranya itu. Namun apa boleh buat, Ia harus melakukan apa yang dikatakan si pedagang. Ya! Kelicikan si pedagang tak pernah terboogkar dan ia pun tetap menjadi penasihat raja.

Pesan moral dari Dongeng Cerita Tidur Anak : Pedagang yang Licik adalah Jika melakukan kesalahan, minta maaflah. Lari dari mosalah hanya akan memunculkan masalah baru. Jangan tiru sikap si pedagang yang licik itu, ya.


Gunakan kepintaranmu untuk membantu teman, Jangan untuk membodohi teman.

Temukan juga dongeng anak islami sebelum tidur seperti dalam posting kami sebelumnya cerita anak islami tentang nabi

Ikuti kami di https://www.facebook.com/dongengceritarakyat/