Dongeng Cerita Si Kancil dan Gajah

Dongeng Si Kancil kali ini mengisahkan  cerita si kancil yang cerdik yang kembali mengelabui Si Gajah yang dendam. Akibat rasa dendamnya yang tidak berkesudahan si gajah akhirnya mendapatkan celaka. Adik-adik penasaran dengan kisah cerita anak kancil yang satu ini? Yuk kita ikuti ceritanya sampai selesai.

Kumpulan Dongeng Cerita Si Kancil dan Gajah

Suatu hari, Gajah sedang mencari-cari Kancil. Ia sangat marah kepada hewan kecil yang akal itu, karena ia sering di bohongi oleh Kancil dan selalu membuat sang Gajah malu di depan hewan-hewan lainnya.

Dengan perasaan yang sangat marah, Gajah terus mencari dan mencari setiap hari. Setiap binatang terus di tanyai mereka. Namun, setiap binatang yang di jumpainya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka sama sekali tidak tahu dimana si Kancil. Gajah pun tidak pernah menyerah untuk mencari si Kancil. Kemarahan Gajah semakin besar.

Fabel Cerita Rakyat si kancil sedang asik menyantap mentimun

Suatu hari, udara terasa sangat panas sekali. Semua hewan mencari mencari buah-buahan segar untuk di makan. Begitu pula si Kancil yang sangat cerdik itu. Akhirnya, Gajah dapat menemukan di mana si Kancil.

‘’ Hei kau, hewan kecil yang licik! Mau lari kemana lagi sekarang?’’ teriak sang Gajah dan menjulurkan belalainya untuk menangkap si Kancil.

Kancil sangat terkejut melihat sang Gajah berada di depannya. Kancil terus mencari kesempatan  untuk melarikan diri. Namun, kesempatan itu sangat kecil, ia terus mencari akal untuk menyelamatkan diri.

Karena sangat terkejut si Kancil hanya duduk pasrah. Ia berdiam sejenak, kemudian membuka mulutnya.

‘’ Ampuni aku Gajah, aku sangat terkejut dengan kedatanganmu yang tiba-tiba.’’  Ujarnya.

‘’ Sudah lama aku mencari mu kemana-mana, tapi tidak pernah aku dapat menemukanmu. Tidak di sangka akhirnya aku bisa menemukanmu di sini. Karena kau sudah aku temukan, maka aku akan membunuhmu.’’ Ancam sang Gajah.

Hewan yang besar itu mulai mengibas-ngibaskan belalainya yang panjang, dan siap untuk menangkap si Kancil yang suka bohong itu.

‘’ Ampuni aku Gajah, untuk sekali ini saja. Aku mempunyai sebuah kabar berita yang sangat penting bagimu. Aku akan menceritakan semuanya. Namun, kamu tidak boleh tergesa-gesa membunuhku.’’ Kata Kancil.

‘’ Apa kabar yang sangat penting itu? Apa yang akan kau katakana penting bagiku? Ceritakan segera, sebelum kau kubunuh!’’ Tanya sang Gajah.

‘’ Gajah, aku merasa sangat kesal dan marah, karena ada seekor hewan yang sekarang ini ingin menantang kehebatanmu.’’ Kata si Kancil memperlihatkan rasa kesalnya.

‘’ Siapa yang kamu maksud? Tanya sang Gajah.

‘’ Menurut kabar tersebut, di hutan ini akan terjadi keributan dan akan mengalahkanmu.’’

‘’ Lalu?’’ Tanya Gajah yang amarahnya mulai menurut.

‘’ Kalau kamu tidak keberatan, izinkan saya mencari siapa orang yang sudah berani menantang kamu Gajah dan membawanya ke sini. Setelah itu silahkan kamu membunuh ku kapan saja.!’’ Jawab si Kancil dengan sedih.

Gajah pun mulai termenung sejenak. Cerita si Kancil ia pikir serius.

‘’ Jadi, kapan kamu siap kapan saja akan ku bunuh?’’ Tanya Gajah.

‘’ Iya. Namun,  saya  hanya meminta waktu satu malam. Setelah saya dapat menemukan dan membawanya ke hadapanmu. Saya siap untuk di bunuh.’’ Jawab Kancil dengan tenang.

‘’ Baiklah, kali ini terakhir aku bisa percaya kepada mu. Besok siang, aku akan menunggu di tempat ini, kau mengerti?’’ Tanya sang Gajah member kesempatan terakhir bagi si hewan kecil yang licik.

Seesokan harinya, sebelum siang tiba. Gajah sudah menunggu di tempat yang di janjikan. Gajah itu gampang sekali di bohongi dengan kata-kata manis si Kancil, ia menunggu kehadiran Kancil dengan tidak sabar untuk membunuhnya. Namun, si Kancil sengaja datang terlambat. Ia tahu kebiasaan sang gajah yang tidak suka dengan udara panas.

Akhirnya, Kancil pun tiba di tempat itu. Namun, ia membawa pasukan Semut merah yang sengaja di bawanya untuk membunuh sang Gajah. Gajah menunggu sangat lama dan tertidur lelap di bawah pohon.

Si Kancil tersenyum, rencananya pasti akan berjala lancar. Dalam beberapa menit pasukan Semut merah itu sudah masuk ke telinga sang Gajah. Semut-semut itu menggerogoti otak sang Gajah. Sehingga hewan berbadan besar itu terguling-guling kesakitan dan akhirnya mati bersama dendamnya yang tidak terwujud.

Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Cerita Si Kancil dan Gajah adalah sifat mendendam hanya akan merugikan diri sendiri. Saling memaafkan adalah sifat mulia yang akan membawa kebahagiaan.

Baca kumpulan cerita si kancil lainnya dalam dongeng sebelumnya yaitu Cerita Anak Indonesia : Petualangan Si Kancil Yang Cerdik dan Fabel Cerita Rakyat : Kisah si Kancil Mencuri Mentimun.

 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan