Dongeng Anak Fabel : Monyet Penipu

6684 views

Dongeng anak fabel yang kakak ceritakan malam hari ini menceritakan kisah seekor monyet yang menipu seekor kepiting. Apa yang terjadi dengan kedua hewan yang bersahabat tersebut? Kita ikuti kisah lengkapnya.

Cerita Dongeng Anak Fabel : Monyet Penipu

Dongeng Anak Fabel : Monyet Penipu

Dongeng Anak Fabel : Monyet Penipu

Pada suatu hari, seekor Monyet sedang mencari makanan. Ia mencari makanan ke sana kemari. Ia pun sampai di sebuah perkebunan Buah Pisang. Pohon-pohon yang di penuhi dengan buah Pisang yang sudah matang membuat sang Monyet senang. Ia pun segera melompat dan memakan buah Pisang dengan sangat rakus.

Monyet sangat asik makan Buah Pisang. Tiba-tiba, seseorang melemparkan sebuah batu yang berukuran kepalan tangan mengenai kepalanya sangat keras. Ia pun terjatuh dari pohon Pisang ke tepi sungai yang di penuhi dengan bebatuan. Tubuhnya pun di penuhi luka. Kakinya terluka cukup parah. Ia pun memaksakan diri untuk berjalan kearah sungai untuk minum. Ia pun merebahkan badannya dan beristirahat untuk memulihkan tenaganya.

Setelah tenaganya mulai pulih, ia keluar dari perkebunan tersebut. Ia melihat seorang Petani yang sedang melemparkan batu dengan ketapel. Kaki dan tubuhnya masih terasa sangat sakit. Ia pun melompat-lompat. Namun, dari kejauhan ia mendengar Petani sedang berbincang dengan temannya.

‘’ Jika si Monyet berani masuk kedalam perkebunanku . bukan batu yang aku lemparkan. Namun, sebuah anak panah yang akan melesat pada tubuhnya.’’ Ujar Pak Petani.

Mendengar perbincangan Pak Petani dengan temannya tersebut membuat sang Monyet merasa ketakutan. Ia tidak mau mati sia-sia. Ia pun berpikir bagaimana caranya untuk mendapatka makanan. Ia pun berpikir sangat keras. Akhirnya, ia medapatkan sebuah ide.

Sang Monyet menuju tepi sungai di sebrang. Ia berniat menemui temannya si Kepiting. Tidak usah menunggu lama untuk sampai di sebrang sungai. Ia pun segera mencari di mana temannya. Setelah menacari cukup lama. Akhirnya, ia bertemu dengan temannya Kepiting. Ia pun sangat senang. Namun, Kepiting sangat kebingungan. Karena tidak biasanya si Monyet mencari dirinya.

‘’ Ada apa kau mencariku?’’ Tanya Kepiting.

‘’ Aku datang ke sini untuk meminta bantuan dan mengajak mu kerja sama.’’ Jawabnya dengan santai.

‘’ Apa yang bisa aku bantu teman?’’ Tanya Kepiting penasaran.

‘’ Aku ingin sekali menanam pohon Apel bersamamu dan setelah pohon Apel itu berbuah dan matang. Kita makan bersama-sama.’’ Jawab sang Monyet meyakinkan.

Awalnya Kepiting sangat ragu. Namun, karena sang Monyet terus menyakinkan. Akhirnya, Kepiting pun setuju untuk menanam pohon Apel bersama. Mereka menanam pohon Apel di tempat terbuka yang tidak jauh dari sungai.

Setelah beberapa bulan kemudia. Buah Apel tersebut sudah berbuah dengan sangat lebat. Kepiting sangat senang. Namun, Buah Apel tersebut sangat tinggi. Ia tidak dapat mengambil buahnya. Akhirnya, Kepiting pun mencari temannya sang Monyet.

Monyet dan Kepiting akhirnya bertemu di tempat mereka menanam Pohon Apel. Melihat buah Apel yang sangat lebat dan matang Monyet sangat senang. Monyet pun langsung memanjat pohon tersebut. Ia pun duduk diatas pohon sambil memakan Buah Apel yang sangat manis.

‘’ Monyet teman ku yang baik. Cepatlah jatuhkan beberapa buah untuk ku!’’ kata Kepiting.

“ Jika kau bisa memanjat panjatlah dan jangan menyuruhku untuk memberimu makanan.” Jawab sang Monyet.

‘’ Monyet, Aku sangat lapar.’’ Teriak Kepiting.

‘’ Aku tidak akan memberikan buah yang enak ini kepada kalian. Semuanya akan ku makan sendiri.’’ Teriak Monyet.

‘’ Ayo Monyet, Cepatlah jatuhkan buahnya!’’ teriak Kepiting.

Karena berisik dengan teriakan Kepiting, Monyet memilih buah yang masih hujau dan memetiknya.

‘’ Nih, makanlah, suara mu sangat menggangguku.’’ Katanya sambil melemparkan ke arah Kepiting.

‘’ Aduh, sakit!’’

Kepiting yang terkena lemparan Buah Apel muda itu terjatuh dan menangis. Kepiting sangat kecewa dengan sikap sang Monyet kepadanya. Kepiting pun pergi meninggalkan Monyet dan kembali menyelam ke dalam sungai.

Suatu hari, Kepiting menceritakan kejadian itu kepada teman-temanya. Mendengar cerita Kepiting, mereka menjadi sangat marah.

‘’ Kepiting, sekarang kau tidak usah khawatir. Perlakuan Monyet sangat jahat, tunggulah. Kami akan memberikan pelajaran padanya. Ayo kita berangkat untuk membalas dendam!’’

Teman-teman Kepiting membalas dendam kepada sang Monyet. Mereka sangat marah karena memperlakukan Kepiting dengan sangat jahat. Mereka mendatangi rumah Monyet. Monyet sangat terkejut melihat sekawanan hewan datang kerumahnya. Mereka menyuruh Monyet untuk meminta maaf atas perilakunya yang buruk. Mereka mengantarkan Monyet untuk meminta maaf kepada Kepiting.

‘’ Kepiting, aku sudah berbuat jahat padamu. Aku mohon maafkan aku.’’

Monyet memohon dengan tulus.

‘’ Tidak apa-apa Monyet, lukaku pun sudah mulai sembuh. Marilah kita bersahabat.’’

‘’ Terimakasih Kepiting. Aku akan memetikkan buah Apel untuk kalian.’’ Kata Monyet

Dengan semangat Monyet langsung memanjat pohon dan memetik buah Apel yang sudah matang Kepiting dan teman-temannya sangat gembira.

‘’ Wah, buah Apel ini sangat enak dana manis.’’

Kepiting berkata.

‘’ Buah Apel ini memang manis. Semoga buah ini menjadi lambang persahabatan kita.’’

Pesan moral dari Cerita Dongeng Anak Fabel : Monyet Penipu adalah jadilah anak yang baik dan jangan pernah menipu orang lain. Orang yang suka menipu akan dimusuhi oleh orang lain dan tidak akan memiliki teman.

Baca cerita dongeng anak fable lainnya pada artikel berikut ini Kumpulan Cerita Hewan Fabel Pendek Terbaru dan 5 Cerita Rakyat Fabel Nusantara Dongeng Sebelum Tidur

Video anak islami
author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.