Contoh Cerita Fabel Nusantara : Dua Kambing Egois

1209 views

Semua contoh cerita fabel Nusantara yang kami posting selalu dengan tujuan agar anak Indonesia merasa terhibur, dan dengan disisipkan pesan moral yang bisa diambil hikmahnya. Sama seperti dongeng fabel kami lainnya kisah hewan yang kakak posting kali ini pun mengandung pesan moral yang dapat diambil. Setelah membaca dongeng jangan lupa cuci kaki dan langsung bobo yah adik-adik.

Contoh Cerita Fabel Nusantara : Kisah Dua Kambing Egois

Sebuah jembatan melintang di suatu sungai yang aliran airnya cukup deras. Jembatan itu kecil dan sempit sehingga hanya bisa dilewati oleh satu orang saja. Jika ada dua orang yang hendak menyeberang dari dua sisi yang berbeda, mereka harus bergantian. Salah seorang dari mereka harus menunggu dub. Meski sempit, namun jembatan itu menjadi andalan orang-orang, termasuk para hewan, sebab hanya itu jembatan satu-satunya yang ada di sana.

Pada suatu siang yang cerah, kambing hitam dan kambing putih dari sisi yang berbeda sama-sama hendak menyeberang. Untuk

melewati jembatan itu, salah satu di antara mereka harus menunggu. Karena itu, kambing hitam berteriak kepada kambing putih, "Tunggu di sana! Biar aku dulu yang menyeberang!"

"Tidak!" sahut kambing putih.

"Kau yang tunggu di sana! Aku duluan yang menyeberang!"

Teriakan kambing putih itu membuat kambing hitam panas hatinya. Kemudian ia pun berseru dengan keras, "Aku dulu yang menyeberang! Aku sedang terburuburu!"

"Tidak! Aku tidak mau! Aku Iebih tua, jadi aku berhak menyeberang Iebih dulu," kambing putih berteriak tidak kalah keras. Ia pun mulai melangkah melewati jembatan.

"Ah, masa bodoh! Pokoknya aku tidak mau mengalah!" kambing hitam juga mulai melangkah melewati jembatan, tidak peduli dengan kambing putih yang sudah melangkah Iebih dulu.

Kedua kambing akhirnya bertemu di tengah jembatan. Mereka sama-sama tidak mau mengalah.

"Sebaiknya kau mundur! Biarkan aku menyeberang terlebih dahulu!" seru kambing hitam.

Contoh Cerita Fabel Nusantara Dua Kambing Egois

Contoh Cerita Fabel Nusantara Dua Kambing Egois

"Tidak! Enak saja... kau saja yang mundur!" kambing putih tidak mau mengalah.

"Cepat kembali ke sana sebelum aku berbuat kasar!" kambing hitam mengancam kambing putih.

"Berani-beraninya kau mengancamku!" teriak kambing putih sambil menghentakhentakkan kakinya, bersiap menyerang. "Sudah, cepat mundur! Atau kau akan menyesal!"

"Aku tidak takut!" kambing hitam balas berteriak. Akhirnya perkelahian pun tidak terelakkan lagi. Kedua kambing saling beradu tanduk. Pada satu kesempatan, tubuh mereka berdua sama-sama oleng, dan kemudian....

"Jebyuuuur...!"

Kambing hitam dan kambing putih sama-sama terjatuh ke dalam sungai. Mereka terseret arus sungai yang cukup deras. "Tol000ng... tol000ng!" seru mereka. Namun, tidak ada orang atau hewan yang mendengar teriakan mereka. Beruntung, ada sebuah batang pohon besar yang jatuh melintang

di sungai itu. Kedua kambing tersangkut di pohon tersebut. Mereka naik ke sana dan kemudian

merangkak ke daratan.

"Syukurlah, aku masih

selamat," kata kambing hitam, lalu terbatuk-batuk karena ada air sungai yang masuk melalui mulutnya.

"Entah bagaimana nasibku seandainya tadi tidak ada batang pohon yang melintang di sungal itu," ujar kambing putih.

Seianjutnya kambing hitam dan kambing putih berdamai dan saling memaafkan. Mereka menyesal telah bersikap egois sehingga akhirnya malah membahayakan mereka berdua. Dalam hati, mereka berjanji untuk tidak egois lagi.

Hikmah dari Contoh Cerita Fabel Nusantara : Dua Kambing Egois adalah

Terlalu mementingkan diri sendiri atau egois hanya akan membuat kita dijauhi teman. Ya, itu karena tidak ada orang yang mau berteman dengan orang yang egois. Karena itu, jauhilah sifat yang tidak balk ini. Belajarlah untuk mengalah demi kebaikan.

Temukan Cerita Fabel Nusantara terbaik kami lainnya pada artikel berikut ini Fabel Cerita Daerah Nusantara Terbaru

Video anak islami
author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.