Cerita Anak Dunia Populer : Dongeng Putri Tikus

727 views

Dongeng Putri Tikus adalah cerita anak yang paling kakak sukai ketika kakak masih kecil. Kali ini kakak akan menceritakan dongeng ini untuk kalian. Kakak yakin cerita putri tikus ini akan kalian sukai. Selamat membaca.

Dongeng Putri Tikus

Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja dengan ketiga putranya. Ketiga putranya sudah tumbuh menjadi dewasa dan raja sangat berharap mereka segera menikah.

Suatu hari, Raja menyuruh ketiga Pangeran untuk pergi mengembara. Dengan begitu mereka dapat mencari seorang istri. Akhirnya, Pangeran sulung, meminta restu sang Raja. Namun, di tengah perjalanan. Pangeran Sulung melihat seekor Tikus. Tikus berlari kesana kemari, Tikus itu terlihat berbeda dari Tikus lainnya. akhirnya, Tikus berlari menghampiri kaki Kuda yang di naiki Pangeran Sulung, Pangeran Sulung berusaha supaya Kudanya tidak menginjak si Tikus, namun, Tikus tidak mau pergi.

" Hei, Tikus. Pergilah! Jangan sampai kau, di injak oleh Kudaku." teriak Pangeran Sulung.

"Jangan injak aku Pangeran tampan. Ajaklah aku ke Istana, dan jadikan aku tunanganmu." Kata si Tikus.

"Hahaa. Apa yang kau katakan? Aku harus membawamu dan menjadikanmu sebagai tunanganku? Itu tidak mungkin.!" Jawab Pangeran Sulung, ia langsung pergi dan mempercepat kudanya.

Tidak lama kemudian, Pangeran Sulung memberikan kabar ke pada Raja, ia sudah bertemu dengan Putri cantik dari kerajaan tetangga. Setelah mendapat kabar baik, Pangeran Kedua langsung pergi mengembara. Sama persis seperti Pangeran Sulung, ia bertemu seekor Tikus. Tikus memohon untuk di jadikan tunangannya. Pangeran Kedua tidak meghiraukan dan langsung pergi dengan cepat. Pangeran Kedua pun berhasil bertemu dengan Putri dari kerajaan lain.

Akhirnya, Pangeran Bungsu meminta restu Raja untuk segera pergi mengembara dan membawa Putri cantik. Namun, di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan seekor Tikus sama seperti kedua kakaknya. Si Tikus pun memohon dengan sangat sedih. Agar Pangeran Bungsu membawanya ke istana dan menjadikannya sebagai tunangan. Pangeran Bungsu merasa sangat kasihan melihat si Tikus memohon. Ia bersedia menerima si Tikus.

Tikus, langsung mengajak Pangeran untuk melihat tempat tinggal yang dihuninya. Tikus berlari mendahului Pangeran Bungsu untuk menunjukkan jalan. Hatinya sangat gembira. Pangeran Bungsu menaiki Kuda dan mengikuti dari belakang dan sampailah di sebuah batu yang sangat besar.

"Pangeran, di sinilah tempat tinggalku. Tunggulah sebentar." kata Tikus masuk kedalam liang kecil.

Pangeran Bungsu sangat penasaran. Ia langsung turun dari Kudanya dan menghampiri liang Tikus terebut. Tiba-tiba terpancarlah sinar kearah Pangeran Bungsu. Setelah ia menunggu cukup lama. Akhirnya, keluarlah si Tikus dan menyerahkan cincinnya kepada Pangeran Bungsu. Cincin itu sangat indah, Pangeran pun sangat terkejut melihat cincin yang indah dan belum pernah di lihatnya.

Cerita Anak Dunia Populer Dongeng Putri Tikus

Pangeran Bungsu segera kembali ke Istananya. Ia pun menunjukan cincin dari Tikus. Namun, ia sama sekali tidak mau menceritakan dari mana asal Putri yang menjadi pilihannya. Semua orang dalam istana terkejut melihat keindahan cincin yang ia kenakan. Cincin kedua kakaknya tidak seindah cincin yang di miliki Pangeran Bungsu. Setelah beberapa saat. Raja memanggil ketiga Putranya.

" Anak-anakku, aku ingin ingin sekali memakan roti buatan calon-calon menantuku. Pergilah dan Tolong sampaikan pesanku ini kepada calon istri kaIlan!" kata Raja.

Pangeran Bungsu sangat kebingungan. Ia berpikir bagaimana cara Tikus tunangannya membuatkan roti untuk Raja. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan apa permintaan ayah. Pangeran Bungsu langsung pergi menemui si Tikus dan memanggilnya. Ia menanyakan apakah Tikus sanggup membuatkan roti.

" Pangeran, apakah hanya itu permintaan Raja? Tidak usah khawatir Pangeran, besok pagi roti yang di inginkan Raja akan aku siapkan."

Pangeran segera kembali ke istana dan sangat berharap Tikus tunangannya benar-benar dapat membuatkan roti. Keesokan harinya, Pangeran Bungsu segera kembali ke rumah Tikus. Ia melihat Tikus sudah menunggunya dan roti pesanan Raja. Pangeran Bungsu segera membawa roti tersebut ke istana.

Raja pun langsung mencicipi roti buatan calon-calon menantunya. Kedua kakaknya membawa roti yang rasanya biasa. Namun, Roti yang paling lezat, adalah roti buatan Tikus calon istri dari Pangeran Bungsu.

"Aku sudah memcicipi roti buatan calon istri kalian. Sekarang, aku ingin tahu, apakan mereka dapat membuatkan minuman yang enak untukku." Kata Raja

Ketiga Pangeran langsung pergi menemui calon istrinya masing-masing untuk memberitahukan permintaan Raja yang kedua. Si tikus pun menyuruh Pangeran Bungsu untuk kembali keesokan harinya. Keesokan harinya Pangeran Bungsu kembali, dan ia melihat sebuat pot emas dan di hiasi batu-batu mulia, sudah siap. Ketika tutup pot di buka, terciumlah bau yang sangat wangi dan segar.

Raja pun langsung mencicipi minuman itu. Namun, Raja tidak pernah minum minuman sesegar dan seenak buatan si Tikus. Raja sangat bahagia." Kalian bertiga, sudah berhasil mendapatkan calon istri yang baik. Namun, Putra Bungsu tunanganmu lah yang terbaik. Roti dan minuman buatannya sangat enak." Kata sang Raja.

Akhirnya, Raja meminta ketiga Putranya untuk membawa calon istrinya ke istana. Raja ingin sekali melihat wajah calon menantunya.

Pangeran Bungsu pun mulai kebingungan. " sekarang, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana mungkin aku membawa Tikus ke istana." Pangeran Bungsu langsung pergi menemui Tikus dan mengabarkan untuk membawanya ke istana.

"Tikus, sejujurnya aku sangat khawatir, bagaimana caranya aku membawamu ke istana." Kata Pangera Bungsu.

" Jangan khawatir Pangeran. Semuanya akan berakhir dengan baik. Namun, Pangeran harus menu ruti semua yang aku katakana. Siapkan satu kulit telur, enam ekor kumbang, dan dua ekor lalat."Jawab si Tikus.

"Ikatkan keenam ekor kumbang pada kulit telur tersebut, kemudian pasangkan ke dua ekor lalat dalam kulit telur, satu di depan dan di belakangku. Aku akan berada paling belakang, dan saat aku tiba di istana nanti, tirukan apa yang kedua kakak Pangeran lakukan kepada calon istrinya. Semuanya akan berakhir dengan baik." Sambungnya.

Pangeran Bungsu menuruti apa yang dikatakan si Tikus. Hatinya pun sedikit ragu dan khawatir apa yang akan terjadi. Tidak lama kemudian, Tikus duduk di dalam kulit telur dan berangkatlah mereka keistana. Pengeran Bungsu melihat kedua kakaknya menggendong dan mencium calon istrinya. Pangeran Bungsu pun melakukan peris seperti kakaknya.

Tanpa di duga, tiba-tiba, seorang Putri cantik berada dalam gendongan Pangeran Bungsu dan kendaraan yang di naiki Tikus berubah menjadi sebuah kereta indah. lengkap dengan pengawalnya. Mereka pun masuk ke dalam istana. Semua orang yang berada dalam istana sangat terpesona melihat kecantikan Putri Tikus. Setelah mengenalkan calon istri dari ketiga Pangeran. Putri-putri tersebut kembali ke istana masing-masing.

Pangeran Bungsu mengantarkan Putri Tikus kembali rumahnya. Batu tempat tinggalnya berubah menjadi istana yang indah dan megah. Ternyata Putri terkena kutukan penyihir jahat, sehingga istananya berubah menjadi batu dan ia berubah menjadi Tikus.

Akhirnya, Putri dan Pangeran Bungsu menikah, dan hidup sangat bahagia

Pesan Moral dari Dongeng Putri Tikus adalah jangan melihat orang lain dari penampilan luarnya saja. Setiap orang memilki kelebihan yang mungkin kita tidak tahu.

Baca juga Cerita Dongeng Anak Dunia : Legenda Putri Tikus dan dongeng terbaik lainnya pada posting kami berikut ini Fabel Cerita Dongeng Singa dan Tikus baik

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.