Dongeng Cerita Pendek Untuk Anak Anak (Fabel)

951 views

Kembali kakak akan bercerita dua cerita pendek untuk anak anak dari Jerman dan Rusia. Tentunya dua dongeng fabel ini sama serunya dengan dongeng kakak yang lain. Baca hingga selesai agar kalian lebih mengetahuinya.

Cerita Pendek Untuk Anak Anak : Landak Ingin Punya Teman (Jerman)

Landak duduk sendiri di bawah pohon. Sungguh, ia merasa sangat kesepian. Ingin sekali Landak memiliki teman. Tetapi, tak ada yang mau berteman dengannya. Binatang-binatang lain takut ketika melihat tubuh landak yang tajam. Landak menjadi sedih.

"Andai saja tubuhku tak berduri. Pasti banyak binatang yang mau berteman denganku," keluh landak.

Memikirkan hal itu, landak pun semakin murung. Kebetulan, ada seekor kura-kura yang melihat Landak bersedih. Kura-kura itu lantas bertanya kepada Landak, dan Landak pun mau menceritakan masalahnya.

"Aku mau menjadi temanmu," hibur Kura-kura setelah mendengar cerita Landak." Seperti apa pun bentukmu, yang terpenting adalah kebaikan hatimu:"

Landak sangat senang mendengar perkataan kura-kura. Ia nyaris tak percaya bahwa ternyata ada yang mau berteman dengannya. Keduanya kemudian bersahabat baik. Kura-kura jadi tahu bahwa tubuh Landak bisa berubah seperti bola. Lucu sekali melihatnya.

Cerita Pendek Untuk Anak Anak : Landak Ingin Punya Teman

Cerita Pendek Untuk Anak Anak : Landak Ingin Punya Teman

Landak juga jadi tahu bahwa kura-kura bisa berubah menjadi seperti batu dengan cara memasukkan kepala ke dalam cangkang. Kedua teman baru itu pun tertawa riang.

Suatu hari, saat mereka sedang bermain, datanglah kelinci. Hewan itu memberi tahu bahwa besok adalah ulang tahun Katak. Kura-kura dan Landak turut diundang dalam pesta itu. Senang sekali Landak. Rupanya beberapa binatang sudah mulai menyukainya.

Keesokan harinya, mereka datang ke rumah Katak. Di sana tersedia berbagai macam makanan. Banyak sekali. Hampir semua binatang di hutan menghadiri pesta tersebut. Ada kelinci, kura-kura, kupu-kupu, burung, ayam, merpati, tupai, dan beberapa binatang lainnya.

Saat tamu undangan sedang menikmati makanan, tiba-tiba datang tamu tak diundang. Dialah serigala. Hewan itu ingin memakan binatang-binatang yang ada di pesta. Sontak, semua binatang ketakutan. Tetapi, tidak dengan landak. Dengan sigap Landak mengubah dirinya menjadi bola, menggelinding ke arah serigala. Serigala berusaha memakan Landak. Tetapi, baru memegang tubuh landak saja, Serigala sudah kesakitan.

Serigala lari ketakutan. Semua binatang yang ada di sana bersorak-sorai. Mereka mengelu-elukan nama Landak. Landak jadi sangat senang. Akhirnya ia pun tahu dan sadar, bahwa apa yang dimilikinya adalah sebuah keistimewaan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Pesan moral dari Cerita Pendek Untuk Anak Anak : Landak Ingin Punya Teman (Jerman) adalah apa yang Tuhan berikan kepada kita, pastilah hal yang baik dan bermanfaat. Jangan lagi bersedih jika dirimu berbeda

Dongeng Pendek Bagi Anak : Jangan Jadi Anak Durhaka (Rusia)

Di salah satu pohon yang rindang, terdapat rumah induk burung. Induk burung itu tinggal bersama tiga anaknya. Setiap hari anak-anaknya pergi bermain. Mereka tak pernah membantu pekerjaan induk burung.

"Kalian, ayo bantu ibu mencari makan. Makanan itu kan nantinya untuk kalian juga," ucap Induk Burung.

"Itu kan tugas Ibu. Kami tak mau pergi mencari makan, Bu. Kami sedang asyik bermain," jawab salah satu anaknya.

Induk burung merasa sedih melihat sikap anaknya. Lantas ia pun pergi dengan menghela napas. Ia terbang ke sebuah ladang jagung untuk mencari makan. Lalu makanan itu ia bawa pulang untuk ketiga anaknya. Setelah capai bermain, ketiga anaknya makan dengan lahap, menikmati jagung yang dibawa ibunya.

Setiap hari selalu seperti itu. Ketiga anak burung tak pernah mau membantu ibunya. Hingga suatu hari, induk burung sakit. Ia tak dapat mencari makanan lagi. Ia bingung, bagaimana ia akan makan nanti.

"Nak, kalian carilah makanan sendiri. Ibu tak bisa mencarikan makanan untuk kalian," ucap Induk Burung dengan suara lemah.

Ketiga anaknya mengangguk-angguk. Namun, mereka tak peduli dengan kondisi sang ibu. Mereka malah mencari makanan hanya untuk diri mereka sendiri.

Dengan tubuh yang lemah, Induk Burung pergi mencari makan untuk dirinya. Ia sempat beberapa kali hampir terjatuh. Sesampainya di rumah, Induk Burung merasa sangat kehausan. Sungai memang cukup dekat dari rumahnya. Tetapi, tubuhnya sangat Iemah. Untuk terbang ia sudah tak sanggup. Induk burung lalu memanggil anaknya yang sedang bermain.

"Nak, tolong ambilkan air di sungai. Ibu haus sekali. Ibu sudah tak sanggup lagi pergi ke sungai." keluh Induk Burung.

"Ibu ambil saja sendiri. Jangan ganggu kami! Kami sedang asyik bermain," jawab salah satu anaknya.

Dongeng Pendek Bagi Anak : Jangan Jadi Anak Durhaka

Dongeng Pendek Bagi Anak : Jangan Jadi Anak Durhaka

Induk burung merasa sakit hati dengan perlakuan anaknya. Namun apa boleh buat. Dengan tubuh yang sangat lemah, ia pun pergi ke sungai untuk mengambil air. Sementara itu, ketiga anaknya masih terus bermain. Mereka pergi ke arah padang rumput. Rupanya di sana ada pemburu yang sedang berburu burung.

Dengan sigap, pemburu itu berhasil menembak ketiga anak burung. Jika saja para anak burung itu mau mematuhi perintah ibunya, pasti mereka tak akan bertemu dengan pemburu yang menembaknya.

Pesan moral dari Fabel Singkat Untuk si Kecil dari Rusia adalah turutilah perintah orangtuamu. Perintah orangtuamu adalah doa bagimu.

Temukan Dongeng Fabel – Cerpen Pendek Anak Terbaik Dunia pada artikel sebelumnya yaitu Cerita Dongeng Untuk Anak Anak Dari Cina dan Korea

 

 

 

 

author

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.