Contoh Cerita Anak Yang Mendidik (Dongeng Fabel Yunani)

Contoh cerita anak yang mendidik yang kami posting ini adalah dongeng fabel yang berasal dari Yunani. Kedua cerita binatang ini memiliki pesan yang bisa kita sisipkan saat mendongeng. Ini dia ceritanya.

Contoh Cerita Anak Yang Mendidik : Lebah di Dalam Rumah (Yunani)

Ada seorang anak bernama Guy. Ia suka sekali dengan hal-hal yang baru. Suatu hari, ia menemukan lebah yang terbang di dalam kamarnya. Lebah itu terlihat sangat besar. Warnanya kuning dan hitam. Guy segera menutup jendela kamarnya.

"Aku ingin berteman denganmu, lebah," ujar Guy.

Contoh Cerita Anak Yang Mendidik Yunani

Contoh Cerita Anak Yang Mendidik Yunani

Lebah itu terus saja terbang. Ia mencari-cari jalan keluar dari kamar itu. Ia melesat ke arah jendela kamar yang terbuat dari kaca. Lebah itu berkali-kali terpental. Hal itu membuat Guy tertawa terpingkal-pingkal.

"Kau lucu sekali, lebah," ujar Guy.

Lebah itu terus saja terbang. Ia melihat ke luar kamar Guy. Di sana ada kebun bunga yang indah. Lebah ingin sekali keluar dari kamar itu. Namun, Guy ingin bermain-main dengannya.

Guy mengejar lebah itu di dalam kamarnya. Ia ingin sekali memegang lebah yang lucu itu. Hap! Ia menangkap lebah itu. Tapi ... tangannya disengat oleh sang lebah.

"Ibu, tanganku sakit sekali." teriak Guy.

Ibunya yang sedang memasak langsung berlari ke kamar Guy.

"Kau kenapa?" tanya ibunya. "Lebah itu menyengatku," isak Guy.

Ibunya Iangsung mengobati tangan Guy. Guy terus saja menangis.

"Ibu sudah sering bilang, lebah itu menyengat. Meskipun dia binatang kecil, kau harus selalu berhati-hati dengannya," ucap Ibu Guy.

"Iya, Bu. Aku akan lebih berhati-hati lagi," ujar Guy.

Usai diobati, Guy langsung membuka jendela kamar. Lebah pun keluar dengan riangnya. Guy terus saja memandanginya.

Sejak saat itu, Guy menjadi anak yang penurut. Ia tak pernah lagi melanggar apa kata ibunya. Apa pun perkataan sang ibu, ia selalu mendengarkan dan mematuhinya.

Pesan moral dari Contoh Cerita Anak Yang Mendidik : Lebah di Dalam Rumah (Yunani) adalah dengarlah selalu nasihat orangtuamu.

Dongeng Fabel : Gagak Dan Sepotong Daging (Yunani)

Pagi ini sangat cerah. Rubah sedang berjalan-jalan menikmati udara yang segar. Tiba-tiba ia mengendus bau yang sangat lezat. Rupanya itu adalah bau daging yang dibawa Gagak.

"Aku akan mengejar gagak itu. Tapi bagaimana cara merebut daging yang ia bawa?" gumam Rubah.

Gagak berada di salah satu ranting pohon. Ia berdiri dengan sombongnya. Rubah ingin naik ke pohon itu. Tapi jika Gagak tahu, pasti Gagak akan langsung terbang menghindarinya.

"Gagak kan burung yang sombong. Aku akan memujinya agar dia berbicara, sehingga kemudian daging di paruhnya terjatuh," pikir Rubah

Dongeng Fabel : Gagak Dan Sepotong Daging

Dongeng Fabel : Gagak Dan Sepotong Daging

"Hai gagak yang cantik. Maukah kau menjadi temanku?" sapa Rubah.

Tapi gagak diam saja. Ia hanya melenggak-lenggokkan tubuhnya. Ia juga melebarkan sayapnya.

"Kau memiliki mata yang sangat indah dan bulu yang istimewa," ucap Rubah.

Gagak menjadi semakin bangga. Ia memalingkan wajahnya dari Rubah. Gagak masih tak mau berbicara kepada Rubah.

"Kakimu juga sungguh indah. Aku sangat ingin melihat kaki indahmu dari dekat," ujar Rubah.

Tetapi lagi-lagi Gagak tak memedulikannya. Gagak tetap berlenggak-lenggok di atas dahan pohon.

"Aku sudah memujinya, tetapi ia tetap tak mau bicara. Kali ini aku akan menghinanya," pikir Rubah.

"Hei gagak yang sombong. Kau memang memiliki mata dan kaki yang indah. Kau pantas menjadi ratu burung. Tetapi sayang kau bisu dan tak bisa bicara," seru Rubah.

Mendengar hal itu, Gagak langsung marah. Ia langsung bersuara keras.

"Kaaak! Kaaak!" seru Gagak.

Daging yang berada di paruh Gagak otomatis jatuh. Dan... hap! Rubah dengan sigap menangkap daging itu.

"Terima kasih Gagak, kau telah memberikan daging yang lezat ini untukku," ujar Rubah.

Rubah segera berlari meninggalkan Gagak. Gagak mencoba mengejarnya, tetapi tak berhasil. Gagak menyesal telah terpengaruh ucapan Rubah hingga ia menjatuhkan daging itu untuk Rubah.

"Ah, ini karena kebodohanku," sesal Gagak.

Gagak lalu pulang tanpa membawa sedikit pun daging. Ia menyesal karena sering berlaku sombong selama ini.

Pesan moral Dongeng Fabel : Gagak Dan Sepotong Daging dari adalah jangan dengarkan orang yang berkata buruk tentang kita. Tetaplah menjadi anak yang baik.

Jangan lupa untuk follow kami di facebook dan youtube dengan mengklik link dibawah ini yah.

https://www.facebook.com/dongengceritarakyat/

author

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.