Cerita Tentang Hewan Dengan Pesan Moral (Fabel)

1 comment 11121 views

Tiga cerita tentang hewan kali ini cocok diceritakan untuk anak dibawah umur lima tahun. Ceritanya sederhana namun memiliki pesan moral yang baik. Untuk anak usia diatas lima tahun beberapa cerita yang bagus diantaranya adalah cerita dongeng anak , cerita rakyat fabel dan cerita rakyat indonesia

  1. Cerita Tentang Hewan : Anak Harimau dan Celoteh Seekor Kera

Dua ekor anak harimau sedang mengasah kuku-kuku mereka kepada sebuah pohon dengan cara mencakar-cakar kuku mereka lalu kedua anak harimau itu berhadapan dan saling menyerang berguling, menggigit, namun hal itu hanyalah sebuah latihan disertai dengan canda. Setiap hari hal itulah yang mereka lakukan terkadang mereka berlatih menangkap serangga-serangga kecil. Suatu hari seekor kera meloncat dari pohon ke pohon mencari buah-buahan dengan gesit dan tangkas kera ini sangat lihai dalam meloncati pohon dan hampir tidak pernah jatuh ke tanah.

Cerita Tentang Hewan Anak Harimau dan Celoteh Seekor Kera

Cerita Tentang Hewan Anak Harimau dan Celoteh Seekor Kera

Kera itu menemukan sebuah pohon sawo besar dan penuh dengan buah dia amat senang karena melimpahnya makanan untuknya segera kera itu meloncat ke pohon itu dan dia mulai memetik buah pilihan yang paling segar dan matang, sambil duduk kera itu menguyah buah sawo itu dengan asiknya kemudian dia mendengar suara harimau di bawah pohon sawo tersebut ternyata di bawah pohon itu terdapat sarang harimau dia melihat seekor harimau besar dengan dua ekor anak harimau yang mengikutinya. Anak harimau itu disusui oleh induknya dan setelah selesai induknya pergi mencari makanan.

Kera itu memperhatikan kedua anak harimau itu dengan tenang karena kera itu tidak merasa terancam oleh harimau-harimau tersebut. Di dekat sarang mereka anak-anak harimau terlihat berlatih menerkam dan menggigit satu sama lain terkadang mereka saling mengejar. Ketika kera melihat apa yang dilakukan oleh kedua harimau tersebut dia hanya tertawa lalu dia turun dari pohon sawo itu dan mendekati mereka dengan mengepal satu buah sawo ditangannya.

Awalnya kera itu hanya menonton namun karena mereka masih kecil dan bergerak menerkam seperti harimau besar, kera itu tertawa sambil mengejek ke dua harimau tersebut “Hahahahaha, kenapa kalian menerkam, mencakar dan berlari seperti harimau dewasa kalian itu masih kecil dan kalian tidak mampu menerkam seekor rusa dengan kuku yang kecil itu, bahkan aku kira jika kalian melihat seekor rusa disini kalian tidak mampu untuk menerkamnya”. Celoteh kera sambil mengejek harimau-harimau itu. Namun harimau-harimau itu tidak memperdulikan kera tersebut mereka malah melanjutkan latihannya.

Namun kera itu terus saja mengejek mereka sambil tertawa hingga salah satu harimau mendekati kera “Hai kera memang benar usia kami masih sangat muda, saat ini kami bahkan tak mampu melindungi diri kami dari ancaman. Kami juga tidak mampu memburu mangsa seperti rusa besar, tapi ketika besar nanti kami akan menjadi pemangsa yang hebat, dan kami melakukan latihan ini sebagai persiapan nanti kami takut ketika kami sudah besar kami tidak sempat berlatih lagi”. Tegas sang harimau kepada kera.

Setelah itu kera langsung menaiki pohon sawo dan kembali mencari makanan untuk dia kunyah dan kedua harimau itu masih terlihat berlatih hingga ibu mereka tiba.

Pesan Moral dari Cerita Tentang Hewan : Anak Harimau dan Celoteh Seekor Kera adalah untuk bisa menguasai sesuatu dengan baik, kita harus banyak berlatih. Latihan akan membuat kesempurnaan.

  1. Cerita Tentang Hewan : Dua Antelop Keras Kepala

Sebuah sungai yang arusnya sangat deras memisahkan dua bukit berbatu sungai itu diapit oleh dua tebing tinggi dan curam dan jika ada hewan yang jatuh dan tercebur dia akan terseret arus kencang itu. Dibukit itu terdapat seekor Antelop dengan bertubuh kuat memiliki kaki yang kuat pula tubuhnya berwarna cokelat kehitam-hitaman dan antelop memiliki tanduk panjang dan sangat rucing.

Suatu pagi seekor antelop berjalan mencari rerumputan hijau untuk dia makan, antelop itu sangat suka berpergian dari satu bukit kebukit lainnya untuk mencari makanan sampailah dia di tepi jurang yang dibawahnya adalah sungai dengan arus air sangat kencang dia mencari cara untuk dapat melewatinya dengan menyisir tebing itu berharap ada tebing yang saling berhimpitan dan mampu dia loncati. Ketika antelop itu sedang mencari jalan untuk menyebrang ke arah bukit satunya dia melihat sebuah pohon tumbang melintang menjadi sebuah jembatan yang mempertemukan dua bukit itu.

Cerita Tentang Hewan Dua Antelop Keras Kepala

Cerita Tentang Hewan Dua Antelop Keras Kepala

Antelop itu mendekati pohon tumbang itu sesaat dia sampai di dekat pohon itu namun di arah berlawanan terdapat antelop lain berdiri di atas pohon tumbang itu antelop yang sama besar dan gagah, sepertinya antelop itu ingin sekali menyebrangi sungai itu dengan menggunakan pohon tumbang. Namun pohon tumbang itu sangatlah kecil tidak cukup untuk dua ekor antelop besar berselisih jalan. Ketika mereka akan menaiki pohon itu dua ekor tikus dari dua arah yang berlawanan menggunakan jembatan itu dan mereka selamat menggunakan jembatan itu.

Melihat hal tersebut kedua antelop ini mulai menapakan kaki mereka pada pohon tumbang itu mereka sama sekali tidak mesarakan ketakutan bahkan rasa sombong dan harga diri muncul dari kedua antelop tersebut. Kini mereka berdiri saling berhadap hadapan di atas pohon tumbang itu tidak ada yang mau mengalah satupun dari mereka bahkan mereka terus berjalan hingga akhirnya kedua antelop tersebut saling berhadapan di tengah-tengah pohon tumbang itu. Kedua antelop itu sadar jika mereka jatuh dari pohon ini mereka akan terbawa arus sungai yang sangat deras dan mungkin mereka tidak akan selamat.

“Sebaiknya kau mundur aku yang pertama menapakan kaki di pohon ini” Kata salah satu antelop “Aku tidak peduli siapapun yang menginjakan kaki pertama kali di pohon ini. Lebih baik kau saja yang mengalah daripada kau menyesal jika telah jatuh ke sungai itu”. Celoteh antelop lainnya. Namun hal itu tidak membuat kedua antelop ini mundur atau mengalah, bahkan mereka saling mendorong dengan sekuat tenaga satu sama lain dengan tanduknya yang kuat tidak lama setelah mereka saling dorong akhirnya mereka jatuh ke sungai dengan arus air yang sangat deras.

Pesan moral dari Cerita Tentang Hewan : Dua Antelop Keras Kepala adalah kesembongan dan keras kepala hanya akan merugikan dan membawa celaka dikemudian hari.

  1. Cerita Tentang Hewan : Anjing Gunung dan Anjing Peliharaan

Suatu hari. Seekor Anjing gunung sedang berdiri di dekat sebuah pohon yang rindang Anjing itu sedang berteduh dari panasanya terik sinar matahari, Anjing gunung itu sangat kurus dan tidak terlihat sehat yang terlihat dari badannya hanya tulang belulang yang dibungkus oleh kulit yang kusam Anjing gunung itu jarang sekali mendapatkan mangsa seperti hewan ternak karena hewan-hewan ternak dijaga dengan baik oleh Anjing peliharaan bahkan hewan-hewan penghuni hutanpun seperti Babi, Kelinci, Uncal, Marmot, Rusa kini jarang sekali ditemukan dan hal itu membuat Anjing gunung merasa sedih sekali karena jarang sekali dia mendapatkan makanan.

Pada suatu malam Anjing gunung itu turun ke sebuah pedesaan dia mencari-cari hewan ternak untuk dia mangsa dia berkeliling keseluruh desa dengan cara sembunyi-sembunyi namun tidak ada satupun hewan ternak yang masih berada di luar kandangnya, kemudian anjing gunung itu beristirahat sejenak dan dia menemukan seekor Anjing peliharaan mendekatinya. Anjing itu terlihat sangat sehat tubuhnya besar tidak seperti tubuhnya hanya tulang dibalut oleh kulit, bulu-bulunya Anjing peliharaan itu tidak kusam seperti miliknya. Anjing gunung itu berpikir untuk menjadikannya mangsa namun sepertinya itu tidak akan berhasil karena tenaganya lebih besar darinya.

Cerita Tentang Hewan Anjing Gunung dan Anjing Peliharaan

Cerita Tentang Hewan Anjing Gunung dan Anjing Peliharaan

Kini Anjing gunung itu hanya mampu memuji-muji tubuh anjing peliharaan yang sangat sehat itu “Tubuhmu terlihat sangat sehat, bulu-bulumu juga tidak terlihat kusam seperti milikku, sepertinya kau makan dengan cukup baik apa saja yang kau lakukan selama ini hingga tubuhmu seperti itu?” Tanya sang anjing gunung. “Jika kau mau seperti aku kau pun mampu melakukannya” Kata sang anjing peliharaan “Sebaiknya kau segera meninggalkan gunung disana hanya tersisisa sedikit makanan dan kau pun harus bertarung untuk mendapatkan sebuah makanan, tengoklah aku terlihat sehat dan kuat bulu-buluku terlihat indah sangat menawan”. Kata sang Anjing gunung

“Jika aku ingin seperti itu apa yang harus aku lakukan?” Tanya sang Anjing gunung “Yang akan kau lakukan sangatlah mudah tidak terlalu membuang tenaga seperti bertarung”. Kata sang Anjing peliharaan “Kau cukup menangkap bola yang dilemparkan, menggonggong kepada seorang pengemis jika dia mendekati rumah, serta menggosokan tubuhmu pada kaki-kaki orang dan sebagai hadiahnya kau akan mendapatkan makanan-makanan yang sangat enak seperti kue, daging ayam, daging sapi, dan lainnya dan kau juga akan diberikan pujian-pujian”. Kata sang Anjing peliharaan.

Anjing gunung itu sangat tertarik dengan gambaran keadaan itu dia berpikir sejenak hal itu sangatlah mudah namun ketika dia memperhatikan anjing gunung dia melihat lehernya terdapat bekas luka yang melingkar “Kenapa dengan lehermu itu?” Tanya sang anjing gunung “Ini, kurasa bukan apa-apa hanya masalah kecil”. Jawab sang anjing peliharaan “Ceritakanlah kenapa lehermu seperti itu?” Tanya sang anjing gunung “Bekas di leherku ini adalah akibat dari kalung yang diikatkan pada sebuah rantai” Jawab sang anjing. “Hah diikat?” Tanya sang anjing gunung “Jika demikian kau tidak mampu kemana-mana tidak bebas”. kata sang anjing gunung. “Aku sama sekali tidak tertarik jika hidupku tidak diberi kebebasan” Kata sang anjing gunung itu sambil pergi meninggalkan anjing peliharaan itu.

Pesan moral dari cerita hewan fabel : Anjing Gunung dan Anjing Peliharaan adalah kebebasan merupakan karunia Tuhan bagi setiap makhluknya.

 

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.