Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi

344 views

Si Pitung adalah sosok pemuda teladan dari Rawa Belong. Shalat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan. Belajar mengaji kepada ulama setempat, Haji Naipin, tidak putus-putusnya dijalankan. Pemuda Betawi dahulu biasanya memang taat dalam agama dan pintar bersilat. Hal itu juga yang dilakukan Si Pitung. Selesai belajar mengaji, ia berlatih silat. Tidak terasa waktu berjalan, Si Pitung menjelma menjadi sosok yang lengkap dalam ilmu agama dan ilmu beladiri, yaitu pencak silat. Ia adalah gambaran pemuda Betawi pada waktu itu.

Pada saat yang sama, penjajah Belanda sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan alam Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka) yang berpusat di Batavia. Tenaga rakyat diperas dalam kekejaman kerja paksa. Tak terhitung lagi korban yang jatuh. Sebagian lagi hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Menyaksikan kenyataan itu, timbul rasa iba di hati Si Pitung. Keberpihakan pada rakyatnya sendiri yang mengubah takdir Si Pitung.

Bersama Rais dan Ji'i, ia merampok rumah tauke dan tuan tanah kaya. Hasil rampokannya kemudian dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Rupanya, kegiatan si Pitung telah meresahkan kumpeni.

Kumpeni melakukan berbagai cara untuk menangkap si Pitung. Mula-mula, dibujuknya orang-orang agar memberi informasi keberadaan si Pitung dengan iming-iming hadiah yang cukup besar. Kalau usahanya gagal, tidak segan-segan kumpeni memaksanya dengan kekerasan.

Akhirnya, kumpeni berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Kelebihannya, merupakan kelemahannya juga. Keluarga sebagai sumber motivasi Si Pitung justru menjadi titik lemahnya. Kumpeni segera menyandera kedua orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat, akhirnya terungkaplah keberadaan Si Pitung dan rahasia kekebalan tubuhnya.

Kemampuan silat dan tubuhnya yang kebal terhadap peluru, mempermudah setiap aksi perampokannya. Sudah banyak rumah tauke dan tuan tanah yang dirampoknya, tetapi ia tidak juga berhasil ditangkap. Lagipula, orang-orang tidak menceritakan keberadaan Si Pitung. Ia banyak berjasa kepada rakyat kecil.

Si Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belanda

Si Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belanda

Pada suatu hari, Si Pitung dan teman-temannya berhasil ditemukan. Si Pitung berusaha melakukan perlawanan. Namun, hari itu memang hari naas baginya. Rahasia kekebalan tubuhnya yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kumpeni. Si Pitung, pahlawan rakyat kecil itu dilempari telur-telur busuk dan ditembak berkali-kali. Akhirnya, ia pun menemui ajalnya dan Tuhan sudah menentukan takdirnya.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi adalah setiap perjuangan dibutuhkan pengorbanan. Terkadang, kita terpaksa melakukan kesalahan demi menolong orang banyak yang membutuhkan. Segala usaha dengan niat baik. pasti akan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa.

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.