Cerita Rakyat Dari Kalimantan : Wafatnya Raja Bunu

Kisah meninggal nya Raja Bunu merupakan salah satu Cerita Rakyat Dari Kalimantan Utara yang kami miliki. Legenda ini memberi pesan kepada kita bahwa kematian merupakan takdir dari Tuhan yang tidak bisa kita hindari. Apapun usaha yang kita lakukan jika memang umur kita sudah habis maka kematian akan datang. Mudah-mudahan adik-adik suka dengan cerita rakyat ini. Selamat membaca.

Cerita Rakyat Dari Kalimantan : Kisah Meninggalnya Raja Bunu

Ada sebuah kisah tentang Raja Bunu yang telah lama menderita penyakit kronis. Dari waktu ke waktu, penyakit yang dideritanya semakin parah. Segala macam usaha sudah dicoba oleh keluarga kerajaan untuk menyembuhkan Sang

Raja. Namun tak pernah membuahkan hasil. Raja Sangen serta Raja Sangiang yang merupakan saudara kandung dari Sri Baginda Raja Bunu, memutuskan untuk meminta bantuan Nyai Jaya dan Mangku Amat yang sangat tersohor sebagai tabib yang mampu mengobati berbagai macam penyakit, konon menurut kabar yang tersiar dengan ilmu kesaktiannya mereka dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Kedua saudara kandung Raja Bunu meminta Pangeran Paninting Tarung, putra kandung Raja Bunu, untuk pergi menjemput Nyai Jaya serta Mangku Amat   yang menetap di pinggir Telaga Mantuk.

Cerita Rakyat Dari Kalimantan Wafatnya Raja Bunu

Cerita Rakyat Dari Kalimantan Wafatnya Raja Bunu

Pangeran Paninting Tarung segera pergi menuju tempat tinggal kedua tabib tersohor tersebut. Sayangnya, kedua tabib sakti sedang meninggalkan kediamannya.

Pangeran Paninting Tarung kembali ke istana kerajaan tanpa membawa hasil. Ketika sang Pangeran melapor, Raja Sangen memintanya kembali untuk ke tempat tinggal dua tabib sakti itu.

"Coba datang satu kali lagi kesana, mudah-mudahan mereka sudah kembali ke rumahnya," kemudian Pangeran Paninting Tarung berangkat lagi. Dan sama seperti ketika Pangeran Paninting Tarung tiba sebelumnya, si penghuni masih tidak di rumah. Pangeran Paninting Tarung kembali pulang tanpa membuahkan hasil, namun Raja Sangiang dan Raja Sangen   memintanya untuk kembali lagi, "Coba sekali lagi kau ke sana, tunggulah sampai kedua tabib itu pulang ke rumahnya," ucap Raja Sangiang.

Namun, Pangeran Paninting Tarung tidak paham maksud tujuan dari Raja Sangiang dan Raja Sangen. Ia berpendapat kedua saudara kandung ayahnya telah menuduhnya berdusta.

Kemudian saat untuk ketiga kalinya, ia tidak dapat berjumpa dengan dua orang tabib tersohor itu, dirobohkanlah rumah Nyai Jaya dan Mangku Amat. la ingin membuktikan pada kedua pamannya itu bahwa Nyai Jaya dan Mangku Amat benar-benar tidak ada di tempat tinggalnya. Kemudian ia kembali ke istana dan membuktikannya, "Aku telah sampai di sana. Ini bukti bahwa aku ke sana, aku membawa palang pintu, baji genderang, alat-alat pengobatan dan simpai dari puing-puing rumah dua tabib itu yang telah aku bongkar. Aku tidak berdusta!" ucap Raja Peninting Tarung sedikit kesal.

Sementara itu, Nyai Jaya dan Mangku Amat, saat kembali ke rumahnya, mereka kaget saat melihat tempat tinggal mereka sudah dihancurkan orang. Dengan kesaktian yang mereka miliki, mereka mencari tahu siapa orang yang telah melakukan perbuatan buruk itu. Saat tahu yang melakukan adalah Pangeran Paninting Tarung, mereka merasakan firasat buruk yang akan menimpa Kerajaan itu, firasat itu terbukti, tidak lama kemudian, Raja Bunu meninggal dunia.

Nyai Jaya dan Mangku Amat sangat kecewa terhadap apa yang dilakukan Pangeran Paninting Tarung yang sudah menghancurkan rumah serta mengambil beberapa alat-alat pengobatan mereka. Andai saja, Pangeran Paninting Tarung bersedia sabar menunggu sampai mereka kembali, kemungkinan besar mereka masih dapat mengobati Raja Bunu. Bahkan, andaikan Raja Bunu telah meninggal sekalipun, mereka masih mampu menghidupkannya dengan alat-alat pertabiban yang mereka miliki. Namun, saat ini alat-alat pertabiban tersebut sudah hancur semua. Tidak ada yang dapat mereka perbuat dengan kondisi ini. Tidak akan cukup waktu bagi mereka memperbaiki alat-alat kesehatan itu. Akibat Pangeran Paninting Tarung yang tidak mau bersabar akhirnya Raja Bunu meninggal dunia.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Dari Kalimantan : Wafatnya Raja Bunu adalah Bersabarlah, jangan mengambil kesimpulan yang salah. Kematian tidak dapat dicegah datangnya, semua sudah kehendak Tuhan yang / Maha kuasa.

Ikuti dongeng kalimantan lainnya pada posting kami sebelumnya yaitu Kumpulan Legenda Cerita Rakyat Dari Kalimantan Selatan dan Kumpulan Kumpulan Cerita Rakyat dari Kalimantan

author

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.