Cerita Dongeng Rakyat Indonesia : Gajah Pembohong

1253 views

Banyak fabel yang bersumber dari cerita dongeng rakyat Indonesia. Yang kakak ingat ketika kecil adalah dongeng kancil dan kura-kura. Malam ini kakak akan bercerita salah satu dongeng hewan atau fabel yang juga diambil dari Cerita Dongeng Rakyat Indonesia. Semoga kalian menyukainya. Selamat membaca.

Cerita Dongeng Rakyat Indonesia : Gajah Yang Suka Berbohong

Gajah adalah hewan yang sangat baik. Ia pun suka berbagi makanan dengan hewan yang lain. Namun, ia sangat suka berbohong. Meskipun kebohongannya tersebut hanya sekedar iseng dan untuk kepentingan dirinya sendiri

Cerita Dongeng Rakyat Indonesia Gajah Pembohong

Suatu hari, Gajah pergi untuk berjalan-jalan. Di tengah perjalanan ia melihat Kambing sedang asik tidur-tiduran di bawah pohon yang sangat besar. Suasananya sangat teduh dan sejuk membuat Kambing tertidur. Namun, tiba-tiba Gajah datang mengagetkan.

‘’Hai Kambing! Sedang apa kau asik tidur disini? Sementara teman-temanmu sedang memperbaikki rumah mu yang roboh tertimpa pohon besar. Sebaiknya kau pergi dan membantu.’’ Ujar Gajah.

Mendengar yang dikatakan Gajah, Kambing sangat terkejut.

‘’Apa benar yang kau katakana Gajah? Sebelum aku pergi meninggalkan rumahku, rumahku masih baik-baik saja.’’ Ujar Kambing.

‘’Kejadiannya masih belum lama.’’ Jawab Gajah.

Karena perkataan Gajah yang sangat menyakinkan, Kambing pun percaya.

‘’Baiklah, kalau begitu aku akan segera pulang. Terimakasih sudah memberitahuku.’’ Ujar Kambing.

Setelah Kambing menjauh, Gajah pun tertawa terbahak-bahak.

‘’Kambing itu sangat mudah aku bohongi. Hahaa.’’

Ternyata, Gajah berbohong agar ia dapat berteduh dibawah pohon yang besar tersebut. keesokkan harinya, Gajah pun pergi ke sebuah sungai untuk berendam. Namun, ia melihat sekelompok Bebek yang sedang asik bermain. Ia pun langsung merencanakan kebohongannya agar dapat berendam lebih leluasa.

‘’Hei Bebek! Berani sekali kalian mandi disungai ini. Apakah kalian tidak takut dimakan oleh Buaya yang buas itu?’’ ujar Gajah.

“Buaya? Tidak ada Buaya disungai ini. Kami sering mandi di sungai ini. Namun, tidak sekalipun kami bertemu dengan Buaya.’’ Jawab Bebek.

‘’Buaya buas itu memang baru tinggal disini, ia tinggal dipinggir sungai. Sekarang mungkin ia sedang tidur. Ketika ia bangun dari tidurnya, pasti ia sangat kelaparan dan memangsa kalian semua.’’ Kata Gajah.

‘’Benarkah yang kau katakan?’’ Tanya Bebek.

‘’Aku hanya mengatakan kebenarannya. Percaya atau tidak itu terserah kalian. Yang terpenting, aku sudah memberitahu dan sudah berniat baik untuk menolong kalian.’’ Ujar Gajah meninggalkan sekelompok Gajah.

Gajah pun pura-pura meninggalkan sungai, ia pun bersembunyi di balik semak-semak di dekat sungai. Ternyata, kebohongannya pun berhasil, sekelompok Bebek pun pergi meninggalkan sungai dan pergi menjauh. Setelah, sekelompok itu pergi jauh, Gajah pun keluar dari tempat persembunyiannya dan segera berendam disungai.

Hampir setiap hari ada saja hewan di dalam hutan di bohongi Gajah demi kepentingannya sendiri. Akhirnya, semua hewan di dalam hutan tidak ada lagi yang percaya padanya.

Suatu hari, hujan turun dengan sangat deras. Angin pun bertiup sangat kencang, petir pun ikut menyambar. Banyak sekali pohon dihutan yang roboh. Pada saat hujan deras Gajah sedang berada didalam gua tempat Beruang tinggal. Ia pun pulang setelah hujan reda.

Sesampainya ia di depan rumahnya. Ia sangat terkejut melihat rumahnya hancur terkena pohon yang sangat besar. Karena sangat panik, Gajah pun berlari mencari bantuan kepada hewan-hewannya yang lain. Namun, sangat disayangkan. Tidak ada hewan yang percaya pada kata-katanya.

‘’Tolong Tolongggg, rumahku hancur tertimpa pohon besar. Tolong bantu aku memperbakki rumahku.’’ Ujar Gajah menangis.

‘’Sudahlah Gajah! Meskipun kau menangis sampai air matamu habis. Tidak akan ada hewan yang akan percaya dan menolongmu.’’

Gajah pun berlari untuk menemui Badak. Namun, jawabannya sama seperti hewan yang lainnya.

‘’Teman-teman, kali ini aku tidak berbohong. Rumahku memang benar-benar hancur.’’ Ujar Gajah menangis.

‘’Sudahlah Gajah, kami tidak dapat membedakan ketika kau bohong atau tidak.’’ Kata Badak, ketika Gajah datang meminta bantuannya.

Ia pun sangat lelah kesana kemari untuk meminta pertolongan. Namun, tidak ada satu pun yang membantunya. Dengan terpaksa ia pun harus tidur diluar. Tubuhnya pun sangat kedinginan. Pagi harinya, ia pun harus membangun rumahnya sendirian tanpa dibantu teman-temannya.

Gajah pun sangat menyesali perbuatannya, ia sadar bahwa perbuatannya itu dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Rakyat Indonesia : Gajah Pembohong adalah sering berbohong adalah perbuatan yang dibenci oleh Tuhan maupun orang lain. Orang yang sering berbohong akan dijauhi oleh teman-temannya.

Temukan cerita rakyat Indonesia lainnya pada artikel kami berikut ini cerita rakyat danau toba

Simpan

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.