Cerita Dongeng Anak Kerajaan : Kisah Dayang Bandir

Cerita dongeng anak kerajaan sudah sering kakak posting di blog dongengceritarakyat.com ini. Kali ini kakak akan menceritakan kisah Dayang Bandir dan Adiknya. Cerita ini cukup menarik dan memiliki pesan moral yang baik. Selamat membaca.

Cerita Dongeng Anak Kerajaan : Kisah Dayang Bandir

Dahulu kala di sebuah pulau, terdapat dua kerajaan yang terkenal dengan sebutan Kerajaan Barat dan Kerajan Timur. Pada suatu ketika. Raja dari Kerajaan Timur, menikah dengan adik perempuan dari Kerajaan Barat. Beberapa tahun kemudian, sang Ratu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik yang di beri nama Dayang Bandir. Beberapa tahun kemudian, sang Ratu pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang di beri nama Sandean Raja.

Kedua kakak beradik tumbuh seperti anak seusianya. Namun, di usianya yang masih kecil kedua orang tua mereka meninggal. Meninggalnya Raja dari Kerajaan Timur. Maka, tahta Kerajaan menjadi kosong. Karena Pangeran Sandean Raja masih sangat kecil dan belum bisa menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja. Maka, di adakanlah sidang istana Kerajaan. Akhirnya, dalam sidang tersebut di tunjuklah Paman Kareang untuk memimpin Karajaan sampai Sandean Raja dewasa.

Namun, Kareang sangat serakah. Ia ingin menjadi Raja selamanya dan tidak ingin memberikan tahta kepada keponakannya. Dan untuk menjadi Raja selamanya. Ia harus memiliki benda-benda pusaka Kerajaan Timur. Dayang Bandir mengetahui niat buruk pamannya. Ia pun menyembunyikan pusaka itu. Agar tidak sampai jatuh ke tangan pamannya yang hanya menggantikan posisi Raja.

Namun, pada saat Kaerang mengetahui bahwa benda-benda pusaka peninggalan Raja di simpan oleh Dayang Bandir. Ia sangat marah dan mendesak Dayang Bandir agar menyerahkan benda-benda itu. Ia pun mulai mengancam keselamatan Dayang Bandir dan adiknya. Namun, Dayang Bandir tetap tidak mau menyerahkan benda-benda pusaka tersebut.

Pada suatu hari. Tiba-tiba, Kareang mengajak kedua ponakannya berjalan-jalan ke dalam hutan. Karena sikap pamannya tersebut sangat baik. Dayang Bandir dan Sandean Raja tidak mencurigai niat baiknya tersebut. namun, di tengah hutan. Tiba-tiba, Kareang memaksa Dayang Bandir untuk menyerahkan pusaka-pusaka yang ia simpan. Dayang Bandir tetap bersikukuh tidak memberikan apa yang di inginkan sang paman. Akhirnya, ia sangat marah dan mangikat Dayang Bandir di atas pohon yang sangat tinggi yang tidak bisa di jangkau oleh adiknya Sandean Raja,

Kareang meninggalkan kedua keponakannya itu tanpa di berikan bekal makanan. Sandean Raja menangis tidak berhenti. Ia berusaha untuk menyelamatkan kakaknya Dayang Bandir. Tetapi, usahanya tidak berhasil. Ia tidak dapat memanjat pohon yang tinggi tersebut. setiap kali ia mencobanya, ia pun terjatuh. Seluruh tubuhnya di penuhi dengan luka-luka.

 

Cerita Dongeng Anak Kerajaan Kisah Dayang Bandir

Cerita Dongeng Anak Kerajaan Kisah Dayang Bandir

Setelah berhari-hari terikat di pohon. Dayang Bandiri mulai lemas dan akhirnya, menghembuskan nafas terakhirnya. Sandean Raja sangat sedih. Ia pun hidup seorang diri di dalam hutan selama bertahun-tahun. Ia pun menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan gagah perkasa. Selama ia tinggal di hutan. Ia di temani oleh roh sang kakak Dayang Bandiri.

Suatu hari, roh dari sang kakak membisikkan sesuatu kepada Sandean Raja.

‘’ Temuilah Raja Sorma dari Kerajaan Barat. Raja Sorma adalah adik kandung dari ibu Sandean Raja dan Dayang Bandir. ‘’ bisik Dayang Bandir.

Raja Sorma adalah seorang raja yang baik b dan bijaksana. Ia tidak kejam seperti Kareang yang telah menjadi raja di Kerajaan Timur. Sandean Raja pun melaksanakan pesan yang di sampaikan oleh sang kakak. Sandean Raja berhasil keluar dari  hutan dan segera menuju ke wilayah Kerajaan Barat untuk menghadap Raja Sorma.

Sandean Raja pun sampai ke Kerajaan Barat dan menjelaskan maksud tujuannya untuk bertemu dengan Raja Sorma. Namun, Raja Sorma sangat terkejut dngan ucapan yang di sampaikan Sandean Raja. Karena yang ia tahu bahwa kedua keponakannya tersebut sudah lama meninggal.

Pada awalnya, Raja Sorma tidak langsung percaya bahwa yang datang menemuinya itu adalah keponakannya. Ia pun memberikan beberapa syarat yang cukup berat kepada Sandean Raja. Syarat pertama, ia harus memindahkan sebuah batang pohon yang berada di hutan ke dalam istana. Sandean Raja pun melakukan syarat pertama dengan baik. Syarat kedua, ia harus menebas sebagian wilayah hutan untuk di jadikan sebuah ladang. Sandean Raja pun melaksanakan syarat tersebut dengan sangat baik. Dan untuk syarat yang terakhir adalah, Sandean Raja harus membangun sebuah istana yang sangat besar dan biasa di sebut dengan ‘’ Rumah Bolon’’ dan Sandean Raja berhasil dan dapat menyelesaikan syarat ketiga dalam waktu tiga hari. Sandean Raja pun mampu meleati ketiga syarat yang di berikan oleh Raja Sorma.

Namun, meskipun Sandean Raja sudah memenuhi ketiga syaratnya dengan baik. Tetapi, Raja Sorma masih tidak mau mengakui dan tidak percaya bahwa Sandean Raja sebagai keponakannya. Raja Sorma pun memberikan syarat trakhirnya. Yaitu, menebak Putri Raja yang berada di antara puluhan gadis di sebuah ruang yang sangat gelap gulita. Pada awalnya ia merasa khawatir syarat yang di berikan tidak berhasil. Namun, tiba-tiba ia mendengar bisikkan dari sang kakak Dayang Bnadir.

‘’ Tenanglah, jangan khawatir. Aku akan membantumu.’’ Bisik roh Dayang Bandir

Akhirnya Sandean Raja berhasil memegang kepala puteri raja yang sedang bersimpuh. Atas keberhasilannya, Sandean Raja diakui sebagai keponakan Raja Sorma dan dinikahkan dengan putrinya yang sangat cantik jelita. Mereka pun hidup bahagia di Karajaan Barat.

Pada suatu malam, Sandean Raja bermimpi. Dayang Bandir memintanya untuk mengambil kekuasaan Kerajaan Timur yang di pimpin oleh Karean. Sandean Raja pun langsung menyusun rencana untuk menyerang Kerajaan Timur. Ia pun memimpin sendiri serangan tersebut.

Sandean Raja bersama prajurit Kerajaan Barat menyerang Kerajaan Timur yang dikuasai oleh paman Raja Kareang. Dalam waktu singkat, Kerajaan Timur berhasil ditaklukkan dan Raja Kareang terbunuh oleh Sandean Raja.

Seluruh rakyat Kerajaan Timur sangat bersukacita dengan kembalinya Sandean Raja. Kerajaan Timur akhirnya di kuasai oleh Sandean Raja. Akhirnya, Sandean Raja dinobatkan menjadi raja Kerajaan Timur.

Ia memimpin Kerajaan Timur dengan sangat arif dan bijaksana seperti ayahnya dulu dan hidup bahagia bersama istri dan rakyatnya.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Anak Kerajaan : Kisah Dayang Bandir adalah jadilah anak yang baik dan pemberani maka kesuksesan dan keberuntungan akan selalu ada didekatmu.

Baca dongeng kerajaan lainnya pada artikel berikut ini Dongeng Kerajaan : Cerita Rakyat Si Dada Emas dan Cerita Fabel : Kisah Kerajaan Tikus dan Kucing

author
dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.