Cerita Bergambar Untuk Anak TK : Sejarah Pulau Wajo

Cerita bergambar untuk anak TK yang kami posting di malam hari ini bercerita mengenai asal muasal Pulau Wajo. Ceritanya sangat seru loh. Ini dia ceritanya.

Cerita Bergambar Untuk Anak TK : Asal Mula Pulau Wajo

Dulu, Negeri Luwu dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Busalana Datu Maonggae, atau sering dipanggil Datu Luwu. Ia adalah seorang pemimpin yang adil, arif, dan bijaksana. Datu Luwu mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Putri Tandampalik. Kecantikan dan perilakunya telah diketahui orang banyak.

Suatu hari, Putri Tandampalik sakit. Sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan kental berbau anyir. Para tabib mengatakan jika Putri Tandampalik terserang penyakit menular berbahaya. Setelah lama berpikir, dengan berat hati Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan sang Putri karena takut jika nantinya akan banyak rakyat yang tertular. Sebelum pergi, Datu Luwu memberikan sebuah keris kepada Putri Tandampalik sebagai tanda bahwa ia tidak membuang anaknya.

Cerita Bergambar Untuk Anak TK

Cerita Bergambar Untuk Anak TK

Setelah berbulan-bulan berlayar, rombongan sang Putri menemukan sebuah pulau. Seorang pengawal memberi nama pulau tersebut Wajo karena menemukan banyak buah wajo. Mereka pun turun dan tinggal di sana.

Suatu hari, Putri Tandampalik duduk di tepi danau. Tiba-tiba, seekor kerbau putih menghampiri dan menjilatinya dengan lembut. Ajaib, luka di tubuh sang Putri pun hilang. Sang Putri pun bersyukur. Malamnya, sang Putri bermimpi didatangi oleh pemuda yang tampan.

Sementara itu di Bone, putra mahkota Kerajaan Bone sedang asyik berburu. Ia ditemani oleh panglima kerajaan dan beberapa pengawal. Terlalu asyik, tidak sadar ia terpisah dengan rombongannya dan tersesat di hutan. Malam tiba, sang Putra Mahkota mencoba istirahat namun tidak bisa. Di kejauhan, ia melihat ada cahaya. Ia pun mendatangi cahaya itu. Cahaya itu berasal dari suatu rumah. Sang Putra Mahkota pun memasuki rumah tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis cantik sedang memasak air. Gadis itu Putri Tandampalik.

Sang Putri kaget mendapati ada seorang pemuda di dalam rumahnya. Ia merasa tidak asing dengan pemuda itu.

Sepertinya ia pemuda yang ada di dalam mimpiku, batin sang Putri. Lalu dalam waktu singkat, keduanya sudah akrab. Setelah beberapa hari tinggal, sang Putra Mahkota kambali ke negerinya. Sejak berpisah dengan sang Putri, sang Putra Mahkota tidak bisa melupakan wajah sang Putri. Mengetahui hal tersebut, sang Panglima Kerajaan Bone mengusulkan kepada sang Raja Bone agar melamar Putri Tadampalik. Usul itu langsung disetujui.

Ketika utusan Raja Bone tiba di Pulau Wajo, Putri Tadampalik tidak langsung menerima lamaran Putra Mahkota. Ia hanya memberikan keris pusaka Kerajaan Luwu. Sang Putri mengatakan bila keris itu diterima oleh Datu Luwu maka pinangan diterima. Putra Mahkota segera berangkat ke kerajaan Luwu sendirian.

Begitu sampai, Putra Mahkota segera menemui Datu Luwu. Ia menceritakan apa yang sudah terjadi. Datu Luwu dan Permaisuri sangat gembira mendengar berita tersebut. Sang Datu menerima keris itu dengan tulus. Tanpa menunggu lama, Datu Luwu dan Permaisuri datang mengunjungi Pulau Wajo.

Akhirnya, Putri Tandampalik menikah dengan Putra Mahkota Kerajaan Bone. Pernikahan mereka dilangsungkan di Pulau Wajo.

Kami memiliki Cerita Bergambar Untuk Anak TK yang lebih seru lainnya pada artikel berikut ini Dongeng Cerita Anak Yang Mendidik dari Sulawesi Tengah dan Cerita Rakyat Nusantara Bergambar : Asal Mula Danau Lipan

 

author

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami hapus pada kesempatan pertama.